Senin, 20 Mei 2019

SILATURAHMI, LIBURAN DAN MENGENAL IBUKOTA NEGARA

Credit Ekolulu
Bulan Maret adik bungsu melahirkan. Papa, Ibu dan adik-adik sudah ‘tilik’ bayi ke Depok, seperti biasanya saya dan suami masih menentukan jadwal. Semester ini saya diminta membantu mengajar, demikian juga suami. Almamaternya meminta dia mengajar mata kuliah jurnalistik. Belum lagi masa pemilu, justru liputan semakin banyak.

Kami memutuskan untuk ‘tilik’ bayi saat liburan saja. Saya dan suami sudah selesai mengajar, Fatih sudah liburan. Rencananya sih, sekalian tilik bayi kami mau ajak anak-anak mengenal ibukota. Biar gak gumunan hihihi.

Ada beberapa tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Tentunya saya sesuaikan dengan umur duo F. Seperti biasa, wisatanya memang untuk eduwisata bagi duo F.

Bermain Peran di Kidzania

Dua tahun lalu, sepupunya duo F datang menghadiri pernikahan sepupu jauh. Meski sepupu jauh, berhubung mereka tinggal di Jakarta, setiap ada acara nikahan di keluarga kami, mereka menyempatkan datang. Seperti biasa, saya tidak bisa datang..hahaha.. Sekalian menghadiri pernikahan, anak-anak diajak bermain di Kidzania.

Makanya saya menawarkan kepada duo F untuk bermain di sana. Sebelumnya saya cari dulu informasi Kidzania. Foto-fotonya bahkan videonya. Duo F menonton video anak-anak yang bermain peran sebagai pemadam kebakaran, koki yang membuat roti, polisi yang mengejar penjahat dan pembeli serta penjaga kasir di sebuah mini market.

Sementara yang menjadi pertimbangan adalah mahalnya tiket. Orang tua yang mendampingi juga bayar tiket Cyn. Sebagai pecinta liburan murah kan ya harus mempersiapkan dana lebih..hihihi.


Melihat Dunia Laut di Sea World

Air merupakan salah satu target pengenalan untuk anak-anak. Dulu sih rutin mengajak duo F berenang di kolam renang termurah dan cukup dekat dengan rumah. Fatih les renang sementara adeknya pengenalan air.

Sea World menarik sebagai salah satu eduwisata keindahan dunia laut. Berdasarkan informasi ada ribuan jenis biota air tawar dan biota air laut. Meski saya perkirakan duo F tidak akan betah berjam-jam di Sea World, tapi setidaknya saya ingin mereka dibiasakan untuk mengunjungi tempat-tempat yang sarat informasi. Sambil saya mengambil momen ini untuk bercerita bahwa ada kegiatan snorkeling dan diving jika mereka mau melihat secara langsung biota air.

Bermain Air


Mengenal Rumah Adat di Taman Mini Indonesia Indah

Konon katanya tiket masuk ke TMII jauh lebih murah disbanding obyek wisata lain. Tapi bukan itu sih yang menyebabkan saya tertarik mengunjungi TMII.  Saya ingin duo F mengenal rumah adat. Indonesia kan memang kaya akan budaya. Salah satunya ya rumah adat. Setiap daerah memiliki rumah adat yang berbeda dan sarat filosofi. Taman Mini menyediakan gambaran berbagai rumah adat yang ada di Indonesia. Saya ingin juga sih mengajak mereka naik kereta gantung, sambil mengenang memori masa kecil.

Monas Simbol Jakarta

Apa sih menariknya Monas buat anak-anak? Gak ada sih hihihi. Tujuannya agar duo F mengenal monumen nasional yang ada di Jakarta. Kalau kita lihat Eifel, pasti langsung ingat kota Paris. Atau lihat menara kembar, Fatih langsung bilang Malaysia. Nah pas lihat monas, dia bingung menyebut nama kotanya ataupun negara asalnya. Berarti kan perlu ditunjukkan Monas.

Cuma itu sih alasan simpelnya. Mosok yo orang Indonesia tidak mengenal Monas.

Bermain Salju di Trans Snow World Juanda

Memang kekuatan iklan itu dasyat buat anak-anak, terutama Fatih. Mamahnya malah belum tahu kalau ada salju buatan di Bekasi , eh dia sudah minta diajak ke Trans Juanda.
Awalnya gak ngeh soal salju buatan, malah saya pikir seperti pameran es seperti yang teman kuliah pernah kunjungi.  Eh ternyata pas searching beneran ada. Mamahnya Fatih memang gak pernah nonton tivi..hihihi.

Fatih yang sedang tergila-gila dengan Jepang merengek minta ke Snow World Juanda. Aduh, kalau gini mah bisa batal ke Jakartanya donk.

Rencananya saya mau menginap 1 malam di Jakarta dan 1 malam di rumah adek. Untuk transportasinya sih mau kendaraan umum saja. Gak bawa kendaraan pribadi. Lah kendaraan pribadinya cuma motor..hahaha. Bisa sih cari pinjaman mobil sama eyangnya, tapi kasihan suami, malah jadi sopir. Kecapekan dan tidak bisa menikmati liburan.

Fatih inginnya naik pesawat, tapi tiket pesawat lagi mahal Cyn. Jadilah dia mengalah ingin naik kereta saja. Untunglah mencari tiket kereta api jaman sekarang gampang banget. Salah satunya dapat dipesan melalui Pegipegi.

Di Pegipegi kita bisa pesan tiket kereta 90 hari sebelumnya atau bahkan saat mepet, 3 jam sebelumnya. Tentunya gak pakai antri ya. Bisa dilakukan di mana saja. Pembayarannya pun mudah, banyak pilihannya. Sistem yang digunakan pun terpercaya, ada jaminan privasi dan kemanan transaksi online.

Duh, gak sabar pengen liburan, sambil masih mempertimbangkan tempat wisata yang mau dikunjungi. Mudah-mudahan tahun ini liburan ke Jakarta, tahun depan ke Luar Negeri..Aaamiiin.

Fatih yang masih tergila-gila dengan kereta


Senin, 06 Mei 2019

BISMILLAH, KAMI DATANG MEMENUHI UNDANGANMU

Usai thawaf pertama

Berkunjung ke Baitullah pada bulan November tahun 2018, bukan menjadi resolusi atau target tahun 2018. Lah memang membuat resolusi di tahun 2018? Buat sih, tapi gak niat hahaha. Semenjak duo F lahir, ambisi saya sudah banyak menurun. Saya memilih hidup lebih mengalir. Bukan berarti tidak punya harapan atau tujuan. Ada, tapi tidak dituliskan atau ditargetkan.


Daftar haji menjadi resolusi saya di akhir tahun 2018. Harapan saat membuka tabungan haji di pertengahan tahun 2016, awal tahun 2018 sudah mampu daftar haji. Sayangnya harapan belum terpenuhi. Jadilah saya mundurkan ke akhir tahun 2018.

Ternyata undangan ke Baitullah datang tak diduga. Giliran untuk berangkat umroh dari Universitas Muria Kudus tempat saya bekerja dimajukan. Berita terakhir, kemungkinan giliran saya jatuh tahun 2019. Saya sudah bicarakan juga dengan suami, mau berangkat sendiri atau suami juga ikut umroh. Termasuk pertimbangan meninggalkan duo F, terutama Fattah yang masih belum mandiri.

Qodarulloh, penawaran itu datang di pertengahan tahun 2018. Waktu untuk menjawab hanya diberikan 1 hari, karena formulir kesediaan mau diserahkan ke Yayasan. Saya pun kalang kabut dibuatnya. Banyak hal yang menjadi pertimbangan sebelum memutuskan bersedia.

Belum Daftar Haji Kok Sudah Umroh?

Belum daftar haji menjadi pertimbangan saya yang utama. Pikir saya, haji kan menjadi keutamaan. Jika sudah mampu, maka hukum wajib dikenakan. Inginnya saya, dana umroh bisa dialihkan buat daftar haji. Sayangnya Yayasan tidak memperkenankan.

Beberapa teman saya pun belum menyatakan kesediaan untuk berangkat umroh, salah satu alasan karena belum berangkat atau daftar haji. Mbak ipar juga memberikan saran agar uang buat umroh suami dipakai daftar haji. Saat mencari biro umroh pun, ada salah satu biro yang menanyakan terkait daftar haji.

Namun keraguan saya dijawab oleh seorang teman, yang menurut saya lebih paham soal ilmu agama, “Rosulullah dulu umroh sebanyak 4 kali, kemudian haji 1x yang disebut haji wadha’ atau pertama dan terakhir kali”.

Keluarga saya pun semua mendukung, “rejekinya mungkin baru umroh, siapa tahu besok ada rejeki berangkat haji yang tidak disangka”, ujar Rahmi adik saya.

Ambil Miqot

Menitipkan Duo F

Sejak duo F bayi, mereka selalu dititipkan kepada orang tua saya. Ya, karena kami berdua bekerja, terlebih suami saya dulu malah bekerja di luar kota. Meski kami berdua bekerja, tidak menghalangi kedekatan hubungan kami, antara orang tua dan anak. Kalau suami pergi ke luar kota, ada saya yang menemani tidur mereka. Begitu pula kalau saya harus ke luar kota, ada suami yang menemani mereka tidur.

Nah, umroh ini kami berangkat berdua, otomatis mereka harus dititipkan seharian penuh dan tidak tidur bersama kami. Alhamdulillah, orang tua sudah menyatakan kesediaan dan Rahmi juga bersedia kalau kami jadi berangkat di akhir tahun 2018. Pertimbangan kami, mau berangkat saat libur sekolah.


Ijin Duo F

Sejak dulu, saya membiasakan komunikasi dan memberikan kesempatan duo F untuk andil dalam setiap keputusan yang menyangkut mereka berdua. Mulai dari urusan mainan, baju, sekolah dan jalan-jalan.


Begitu pun dengan rencana umroh. Setelah saya menyatakan bersedia berangkat, saya komunikasikan dengan duo F. Awalnya Fatih berkeberatan, apalagi Fattah. Mereka inginnya juga ikut kami umroh. Tapi pertimbangannya, kami di sana ibadah, anak-anak masih kecil dan belum pernah naik pesawat. Apalagi berjam-jam. Kalau Fatih sih mungkin mampu, karena passion dia memang jalan-jalan. Tapi Fattah masih sering tantrum dan belum betah duduk berjam-jam.

Saya pun menyampaikan bahwa kegiatan kami di sana ibadah serta seharian penuh perjalanan dengan pesawat dan bis. Tidak ada tempat wisata untuk anak-anak dan tidak ada film anak-anak di hotel. Penutup saya berikan kompensasi jika mereka mengijinkan kami berangkat umroh. Ya seperti biasa, mainan. Alhamdulillah Fatih mengijinkan dan diikuti Fattah setelah beberapa waktu untuk membujuknya.

Sekolah Fatih

Fatih pada dasarnya sudah cukup mandiri mulai menyiapkan buku-buku pelajaran, mandi, mengenakan pakaian hingga makan sudah dilakukan sendiri. Tapi urusan PR dan belajar masih butuh bimbingan. Rencana awal kami berangkat saat libur sekolah, namun kami putuskan untuk dimajukan. Biro umroh yang mengagendakan keberangkatan di bulan Desember belum memberikan tanggal pasti dan banyak informasi yang minim.

Teman kantor malah mengajak kami untuk umroh bersama mereka di bulan November. Padahal saat saya cek agenda akademik Fatih, bulan November saat kami umroh, Fatih ada ujian pra semester. Mau gak mau, saya harus berkonsultasi dengan guru kelas Fatih. Ustadzahnya Fatih meyakinkan, bahwa Fatih sudah cukup mandiri dan mampu belajar sendiri untuk ujian pra semester.
Rasanya juga lebih nyaman jika bersama teman-teman. Selain, jika lebih lama berangkat malah lebih lama tertunda. Semacam orang ingin liburan, tapi tidak segera dieksekusi, malah akhirnya tidak terealisasi.

Alhamdulillah setelah beberapa pertimbangan, kami yakin dan memantapkan untuk umroh di bulan November 2018. Saya pun berpikiran, jangan-jangan ini undangan ke Baitullah. Bagaimana jika undangan dan kesempatan ini tidak datang kedua kalinya?. Bisa jadi program umroh di kantor dihentikan karena berbagai hal atau umur dan kondisi saya dan suami tidak memungkinkan untuk berangkat.

Maka dengan mengucap Bismillahirrohmanirrohim, kami memenuhi undangan-MU ya ALLAH.

PS : Cerita selama di sana akan saya posting lain kali, berikut link liputan suami yang diposting di Net TV. Namanya wartawan, ada saja peluang.



Sabtu, 23 Maret 2019

EDUWISATA UNTUK ANAK-ANAK, MENYENANGKAN DAN SARAT PENDIDIKAN


Belakangan ini, bagi sebagian orang wisata sudah merupakan kebutuhan primer. Bekerja selama 5 bahkan 6 hari dengan rutinitas atau tekanan pekerjaan, tentu membutuhkan kegiatan untuk menyegarkan pikiran.

Berbagai tempat wisata baru terus bermunculan. Bukan hanya mengeksplorasi keindahan alam yang sudah tersedia, bahkan dicipta dan dibangun wahana-wahana baru dengan pengalaman yang berbeda.

Tak hanya obyek wisata, kuliner pun kini semakin berjamuran. Kafe dan rumah makan berinovasi menyajikan cita rasa makanan yang unik dan baru. Bagunan dan interior di dalamnya pun ditata menarik sehingga pelanggan mendapat pengalaman yang menyenangkan saat bersantap.

Perjalanan dan pengalaman ini kemudian terekam di media sosial, terutama Instagram yang fokus pada konten gambar dan video singkat. Tentunya ini membuat kita lebih mudah menemukan tempat-tempat wisata baru. Penyedia tempat wisata serta tempat makan pun memanfaatkan media sosial sebagai wadah promosi.

Begitu pun saya dan keluarga kecil memandang bahwa wisata merupakan kebutuhan primer. Tidak harus setiap minggu harus berwisata sih. Tapi pada saat-saat tertentu ketika kepenatan sudah pada titik puncak, wisata harus segera dilaksanakan.



 
Eduwisata Untuk Anak

Selain untuk mengusir kepenatan dan  menyegarkan pikiran, wisata bagi keluarga kecil kami adalah edukasi buat anak. Dalam tulisan yang pernah saya buat tentang tertampar di seminar, Ibu Septi pernah menyampaikan, bahwa anak-anak memiliki kebutuhan untuk mengeksplorasi dan bersentuhan dengan alam.

Momen berwisata tentu bisa dimanfaatkan untuk belajar menjelajah dan mengenal sudut kota. Tak hanya mengenai obyek wisata yang dituju, tetapi kisah di sekitar atau bahkan perjalanan yang ditempuh ke tempat tujuan.



Obyek Wisata Sarat Edukasi

Saat berwisata, obyek wisata yang akan kami kunjungi selalu dipilih yang sesuai dengan anak. Ramah dan sesuai dengan usia mereka. Tak lupa juga kami sisipkan kunjungan yang sarat dengan edukasi. Saat di Yogya kami mengunjungi kebun binatang. Anak-anak belajar dan mengamati bentuk dan tingkah laku binatang. Momen ini kami manfaatkan untuk bercerita segala hal tentang binatang.

Selain itu kami pernah mengunjungi museum dirgantara. Mereka menikmati berbagai macam pesawat bahkan kapal selam yang pernah digunakan oleh tentara. Mereka juga bertemu dan menyapa bapak petugas yang berpakaian seperti tentara.

Saat di perbatasan Klaten-Yogya, kami mengajak mereka ke candi Prambanan. Pertama kalinya mereka mengunjungi bangunan bersejarah yang berkaitan dengan Hindu. Kami ajak mereka memasuki bangunan candi sambil bercerita sedikit bangunan yang mereka kunjungi. Di area candi rupanya disediakan juga wahana memanah. Fatih yang saat itu berusia 5,5 tahun pun merasakan pengalaman memanah pertama kali.




Edukasi Transportasi Publik

Bagi kami yang tidak memiliki kendaraan pribadi yang cukup dan nyaman untuk seluruh anggota keluarga, tidak ada alasan untuk tidak berwisata. Fasilitas transportasi publik menjadi alternatif kami untuk tiba di tempat wisata.

Kami pun memanfaatkan transportasi publik bukan sekedar sebagai sarana transportasi. Kami memanfaatkan transportasi publik sebagai sarana edukasi yang sarat pengalaman. Saat usia Fatih 1,5 tahun hingga 4 tahun, wisata kereta api selalu menjadi agenda berwisata. Bahkan pengalaman ini saya tuangkan dalam lomba blog serta artikel di Republika.

Anak-anak belajar tata cara menaiki transportasi publik. Mulai dari memesan tiket, regristasi ulang tiket, suasana di dalam transportasi publik hingga sikap saat perjalanan.



Saat berada di sebuah kota, kami pun berupaya agar anak-anak merasakan pengalaman menggunakan transportasi publik yang ada di kota tersebut. Saat di Yogya kami menaiki andong dan becak. Berada di Solo, kami mengajak anak-anak untuk merasakan pengalaman menaiki kereta api, bis antar kota, bis transsolo, taksi, becak bahkan angkutan umum. Sayang, saat berada di Semarang keinginan menaiki bis tingkat belum terlaksana.

Liburan sekolah di tahun ini kami berencana untuk mengunjungi kota Jakarta sekalian berkunjung ke rumah adik di Depok. Beberapa destinasi sudah kami rencakan. Anak-anak tertarik dengan Kidzania. Kami pun menawarkan untuk melihat dunia laut dengan mengunjungi Seaworld.

Taman mini sepertinya juga menarik untuk dikunjungi. Kami ingin mengenalkan kepada anak-anak bentuk-bentuk rumah adat di berbagai daerah.

Terakhir, wisata transportasi publik sepertinya layak dicoba. Ya, MRTrans yang sedang bersliweran di timeline media sosial saya. Mumpung di Jakarta, sepertinya anak-anak perlu mencoba pengalaman berkendara dengan MRTTrans. Tiketnya sendiri dapat dipesan di Travel MRTrans Traveloka.

Rasanya tak sabar segera eduwisata ke Jakarta. Anak-anak perlu tahu letak pusat pemerintahan dan merasakan pengalaman berbagai obyek wisata di sana.

Senin, 14 Mei 2018

Ramadan Ekstra Dengan Transaksi di Tokopedia


“Yang tidak dapat kembali adalah waktu”

Tak terasa kita akan bertemu kembali dengan Ramadan. Pertandanya sudah tampak. Iklan sirup bersliweran, kurma mulai menampakkan diri di super dan mini market serta dandangan sudah digelar di Kudus..hihihi.

Bagi saya, Ramadan adalah bulan ekstra. Ekstra perhatian, ekstra pahala, ekstra pembelajaran, dan ekstra pengeluaran. Bulan penuh rahmat, tentunya memerlukan ekstra perhatian. Berlimpahnya pahala di bulan Ramadan tentu menjadi perhatian buat saya. Terlebih terhadap ibadah selama Ramadan. Ibadah menurut saya yang mencakup seluruh aspek kehidupan. Mulai bangun tidur hingga tidur kembali.

Ramadan juga ekstra pembelajaran buat saya dan keluarga. Puasa selain bermanfaat untuk kesehatan, bagi saya puasa juga menngajarkan saya akan rasa syukur. Apalagi begitu mendengar adzan magrib, alhamdulillah banget. Pembelajaran juga diperoleh oleh duo F yang mengajarkan rasa menahan diri, syukur dan berbagi.

Terakhir Ramadan menjadi ekstra pengeluaran buat saya. Bukan karena menu buka puasa yang berlimpah, tapi biasanya di bulan ini, saya menyiapkan kurma, kue kering dan sirup untuk orang tua, mertua dan kakak ipar.

Memang di bulan Ramadan transaksi ekonomi umumnya meningkat. Daya beli lebih besar dibanding bulan lain. Nah sebagai manajer keuangan, saya harus lebih cermat mengelola keuangan. Selisih seribu rupiah saja bisa jadi pertimbangan. Tentunya pertimbangan waktu juga harus diperhitungkan, apalagi saya ibu bekerja.

Baca : Siomay Ayam Udang Sayuran

Belanja online merupakan salah satu alternatif buat saya berbelanja. Salah satu tempat belanja online yang terinstall di hape saya adalah Tokopedia. Seperti belanja langsung pada umumnya, belanja online di tokopedia juga ada tipsnya lho, supaya lebih hemat dan gak nyesel di kemudian hari *mamahable.



Bandingkan harga setiap toko online di Tokopedia 

Memiliki banyak toko online berkualitas, Tokopedia memungkinkan kita untuk membandingkan harga berbagai produk kebutuhan dengan lebih mudah. Cukup cari produk yang dibutuhkan, ribuan produk dengan berbagai harga siap untuk dibeli. Untuk menghemat pengeluaran belanja online saat Ramadan, cukup pilih produk dengan harga tepat dan spesifikasi yang pas.

Pilih produk berkualitas dari kreator lokal
Untuk membuat Ramadan Ekstra, bukan berarti harus selalu gunakan barang branded dengan harga selangit. Tokopedia, e-commerce dengan produk terlengkap memiliki koleksi berbagai produk hasil kreasi kreator lokal maupun brand terkenal dunia. Hemat pengeluaran belanja kita di bulan Ramadan dengan memilih produk kreasi dari kreator lokal yang hadir dengan kualitas bersaing namun dengan harga yang lebih miring.

Baca ulasan dari pembeli

Terkadang dari foto yang ditampilkan terlihat baik, tapi ternyata barang yang diterima tidak sebaik gambar. Makanya, sebelum memutuskan untuk membeli suatu barang, membaca ulasan dari pembeli merupakan kebiasaan yang acap saya lakukan. Terutama terkait dengan produk yang ditawarkan. Supaya tidak menyesal di kemudian hari dan tahu kualitas barang yang dibeli.

Cari toko online terdekat

Saat berbelanja online, komponen biaya yang tak boleh terlupakan adalah biaya ongkos kirim (ongkir). Pilihlah toko online yang lokasinya paling dekat dengan lokasi kita untuk mengurangi ongkir berlebihan. Di Tokopedia, kita dapat mengetahui lokasi toko online secara detail sehingga kita dapat memilih toko online dengan lokasi terbaik.

Pilih cara pembayaran yang tepat

Salah satu kemudahan berbelanja online di Tokopedia adalah dalam hal cara pembayaran. Berbagai metode pembayaran dapat kita gunakan mulai dari Saldo Tokopedia, transfer bank, kartu kredit, cicilan, hingga pembayaran melalui minimarket. Memilih metode pembayaran yang sesuai dengan kondisi keuangan tentu dapat menghemat pengeluaran saat berbelanja online.

Pilih metode pengiriman paling efisien

Dalam melakukan pengiriman barang yang kita beli, Tokopedia memberikan beberapa alternatif pengiriman, mulai dari pengiriman secara konvensional hingga kurir instan melalui jasa transportasi online. Dalam memilih metode pengiriman ini, kita dapat membandingkan biaya ongkos kirim terbaik diantara metode pengiriman yang ada untuk menghemat belanja online kita.


Manfaatkan promo dan diskon

Promo atau diskon memberikan pengaruh yang signifikan untuk menghemat pengeluaran kita dalam berbelanja online. Di bulan Ramadan kali ini, Tokopedia memberikan kesempatan baru bagi pembeli dalam menikmati bulan Ramadan. Dengan rangkaian promo sepanjang bulan Ramadan yang bisa kita gunakan untuk buat Ramadan kali ini makin Ekstra.

Makin Ekstra lagi, masih ada rahasia kejutan pada 25 Mei dari Tokopedia yang akan membuat Ramadan Ekstra menjadi lebih Ekstra! Layaknya festival belanja online “Black Friday”, kejutan seperti apa yang bakal buat pengalaman belanja online di bulan Ramadan Ekstra ini jadi lebih special?

Bulan Mei Ramadan Ektra dari Tokopedia sudah di mulai. Puncaknya pada tanggal 25 Mei 2018. Sstt, berdasar pengalaman belanja di Tokopedia pada bulan ini, saya dapat 2 ekstra ketupat. Lumayan dapat points, loyalti dan kupon cashback 10 % hingga 175 ribu rupiah yang bisa digunakan tanggal 25 Mei 2018.


Nah, mumpung Ramadan Ektra di Tokopedia bertabur promo, mulai dari flash sale, ekstra ketupat, ektra kejutan, ekstra bonus produk digital dan ekstra yang lain, gunakan Tokopedia untuk segala transaksi. Wah, saya jadi ingat bayar tagihan hape nih. Cus dulu ke Tokopedia ya.

Jumat, 04 Mei 2018

KETIKA JATUH CINTA DENGAN PRIA YANG LEBIH MUDA DAN BELUM MAPAN


“Nyuk, ada drama korea bagus nih. Pretty sister who buys me food” WA saya buat adik no 3.

Begitu saya bertandang ke rumah adik no 3 di Sendangmulyo, cerita tentang drama korea ini tak luput dari curcol kami berdua. Kok disebut curcol? Iya nyolong waktu di saat anak-nak lagi asik main, lupa dengan mamahnya.

Kisahnya tentang Son Ye Jin sebagai Yon Jin A dan Jung Hae In sebagai Seo Jon Hee. Jon Hee berusia lebih muda dan merupakan adik dari sahabat Jin A. Kyung Sun. Hubungan keluarga mereka sudah sangat dekat. Bahkan orang tua Jin A sudah menganggap Kyung Sun dan Jon Hee selayaknya anak sendiri. Usai kepulangan Jon Hee dari luar negeri. Hubungan Jin A dan Jon Hee, yang awalnya noona dan dongsaeng, perlahan mulai berubah menjadi rasa cinta.

“Kita seperti ini benar tidak apa-apa? Kau tidak takut?” tanya Jin A merasa ragu dengan hubungan yang mereka jalani.
 
Saat masih muda dan kurus LOL
Dengan berapi-api saya menceritakan kisah drama korea. Akting Son Ye Jin dan Jung Hae In terasa alami dengan jalinan cerita yang sebagian besar adalah kenyataan.

Bagaimana rasanya jatuh cinta dengan pria lebih muda? Yang status awalnya mungkin adalah adik temanmu atau adik kelas? Atau mungkin ternyata dia pria yang belum mapan, sementara umurmu sudah tak terbilang muda?.

Berani melanjutkan? Atau memilih mundur, mencari pria yang sudah siap untuk menikah? Sanggup menghadapi pertanyaan atau mungkin keberatan orang tuamu, keluarga dan teman sekitar?.

Lebih Muda dan Belum Mapan

Itulah gambaran hubungan saya dan suami saat belum menikah. Suami lebih muda dan merupakan adik kelas saya saat SMA. Kami gabung di kegiatan yang sama. Saat itu status saya bekerja di perguruan tinggi tempat suami menempuh pendidikan. Saya pegawai dan dia mahasiswa. Bukan hanya lebih muda, tapi dia belum punya pekerjaan yang mapan.

“Ada yang salah dengan perasaan kita? Kamu single, aku juga single. Terus kenapa?” tanya suami kala itu.

Memang tidak salah sih. Siapa yang bisa menebak cinta? Tapi untuk kebiasaan di masyarakat, perasaan saya dan hubungan kami tidak lah lazim.

Lazimnya saya memilih lelaki yang lebih tua, sudah mapan dan siap menikah, terutama umur saya menjelang usia 30.
Lebih kuat dan berani melangkah

Hubungan Yang Lebih Kuat

Menyembunyikan kisah cinta kami menjadi pilihan saya saat itu. Saya belum sanggup membayangkan komentar orang tua, keluarga, teman terutama teman satu kegiatan. Saya ingin memastikan hubungan kami kuat dulu.

Memastikan visi kami sama. Karena seiman belum tentu sama. Tidak juga semua harus sama. Perbedaan tetap ada, asal tidak prinsip hidup.

Memastikan, dia mau berbagi tugas rumah tangga. Dia mau terlibat mengasuh anak. Dia tak selalu menghindar saat membersihkan kotoran anak.

Memastikan bahwa niat dia menjalani hubungan untuk serius, ke jenjang pernikahan. Bukan sekedar melampiaskan rasa cinta, yang mungkin bisa menipis atau menghilang.

Pribadi Yang Kuat

Awalnya saya yang ragu untuk meneruskan perasaan kami. Sama seperti Jin A, saya merasa ini tidak benar. Seharusnya saya sebagai kakak, bukan malah menjalin hubungan cinta. Seiring waktu, suami malah minder. Dia merasa tidak sekufu. Status sosial kami terlihat berbeda.

Saya bukan dari keluarga kaya raya, tapi belum pernah kelaparan atau hanya makan dengan lauk garam di sepanjang kehidupan saya. Saya dapat sekolah dengan mudah dan meneruskan hingga jenjang perguruan tinggi tanpa perlu bekerja.

Sementara suami, kuliah sambil bekerja dan dibantu oleh kakak-kakaknya. Ayahnya sudah meninggal saat SMA, praktis hidupnya tak semudah jalan hidup saya.

Maka yang saya lakukan adalah menguatkannya. Bahwa perjalanan hidupnya akan membuat ia lebih kuat dan berusaha lebih dari kebanyakan orang lain. Orang seperti itulah yang saya cari. Bukan orang yang hidup dengan segala kemudahan.

Sebelum dia lulus, saya dukung suami untuk mencari pekerjaan. Alhamdulillah suami diterima bekerja sebagai wartawan daerah. Tak sampai setahun bekerja dia pun lulus kuliah. Setelah kami merasa kuat, barulah kami berani menyampaikan hubungan kami kepada keluarga. Setelah lamaran, kami pun menyampaikan berita bahagia kepada teman terdekat.

Saya ingat pernah membaca buku tentang jodoh. Memilih jodoh itu, bukanlah yang terbaik. Bukan dia yang tampan, pintar, kaya dengan iman yang tinggi. Bukanlah yang sempurna. Tapi dia yang sesuai denganmu. Bisa jadi dia pendiam atau cerewet, bisa jadi dia biasa saja atau tampan, bisa jadi dia pintar atau orang yang biasa, bisa jadi dia sudah kaya atau belum mapan.

Perjalanan kami hingga telah memiliki 2 buah hati, tidaklah selalu mulus, sama dengan pasangan lain. Tapi saya yakin meski dia lebih muda, meski saat itu dia belum mapan, dia mampu membuktikan diri. So, cinta tidak mengenal usia, yang penting sama-sama mau belajar.

Tengah hamil muda

Jumat, 20 April 2018

Mengenal Sistem Pembayaran Listrik Prabayar

 
[Placement Artikel]
Mungkin ada yang sudah mengenal istilah pulsa prabayar dan pascabayar pada kartu SIM ponsel yang kita miliki, namun bagaimana dengan istilah ‘pulsa’ prabayar pada listrik rumah kita?

Sejak beberapa tahun terakhir perusahaan listrik negara satu-satunya di Indonesia alias PLN sudah mulai berbenah. Banyak yang diperbaiki oleh perusahaan ini, termasuk cara pembayaran listriknya. Bagi yang tinggal di perumahan di kota-kota besar mungkin sudah terjamah oleh perubahan ini. Yak benar! Perubahan ini adalah sistem pembayaran prabayar alias menggunakan pulsa alias token (istilah yang lazim digunakan).

Sebagaimana pulsa ponsel yang kita miliki, dengan sistem token ini, kita harus membayar pulsa listrik di awal untuk menikmati layanan listrik yang diberikan. Salah satu hal penting yang perlu kita ingat terkait penggunaan sistem ini adalah kecermatan kita dalam mengisi pulsa listrik. Salah-salah kita bisa kelupaan mengisi token listrik, dan hasilnya adalah rumah menjadi gelap gulita di malam hari. Tapi disisi lain menurut pendapat kami pribadi, sistem yang ada ini membuat biaya yang perlu dikeluarkan per bulannya untuk listrik menjadi jauh lebih terkendali alias menghemat anggaran rumah tangga.

Kira-kira mirip bukan dengan teman-teman yang menggunakan pulsa prabayar pada ponsel?

Saat ini PLN sudah menyediakan beberapa nominal token yang bisa kita pilih untuk dibeli. Beberapa nominal tersebut adalah Rp 20.000,- Rp 50.000,- Rp 100.000,- Rp 500.000,- hingga Rp 1.000.000,-. Banyak bukan pilihan yang ditawarkan oleh PLN? Yah kami yakin 100% hal itu semata-mata adalah untuk kemudahan kita sebagai pelanggan, baik individu, pengusaha kecil, hingga pelanggan skala besar.

Nah pertanyaan berikutnya adalah dimana kita bisa membeli token untuk mengisi pulsa listrik rumah? Caranya amatlah mudah. Cara pertama yakni merupakan cara yang paling umum dilakukan adalah pembelian pulsa melalui ATM yang ada di seluruh Indonesia, atau jika kita sudah memiliki layanan SMS banking atau mobile banking maka kita pun bisa membayarnya melalui layanan tersebut.

Cara lain adalah pembelian token listrik online di situs-situs yang terpercaya. Saat ini ada banyak sekali agen-agen online terpercaya dimana kita bisa membeli token listrik online disana. Salah satu layanan yang bisa kita gunakan adalah alphapay.id, yang merangkap sebagai platform untuk anda yang ingin menjadi agen pembayaran online. Cara lain adalah pembelian melalui minimarket yang kami yakin ada di nyaris seluruh penjuru kota besar maupun kota-kota kecil di Indonesia. Jika teman-teman masih mencari cara lain, maka kami menawarkan teman-teman untuk membeli token pulsa listrik melalui loket pembayaran yang telah disediakan PLN atau PPOB (Payment Point Online Bank).

Setiap kali kita membeli token pulsa maka akan mendapatkan rincian Kwh yang bisa kita gunakan, rincian pajak penerangan jalan yang nominalnya berbeda-beda di tiap daerah domisili tempat tinggal, biaya materai sejumlah 3 ribu rupiah dan 6 ribu rupiah bergantung jumlah pulsa yang kita beli, dan terakhir rincian biaya administrasi yang berbeda-beda tergantung tempat kita membeli.

Bagaimana? Apakah teman-teman mulai memahami sistem pembayaran listrik terbaru yang disediakan oleh PLN ini? Atau justru teman-teman yang masih melakukan pembayaran di akhir bulan mulai tertarik untuk mengubahnya menjadi sistem prabayar?

Secara umum kami merasa kedua sistem tidak ada yang lebih unggul dari sistem yang lain karena tentu saja setiap sistem yang dibuat memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Beberapa kelebihan yang dapat kami simpulkan dari sistem pembayaran prabayar token listrik ini tentu kepraktisannya yang amat tinggi.

Bagi teman-teman yang merupakan pekerja kantoran yang sehari-harinya selalu sibuk dengan tugas-tugas kantor, maka sistem ini amat cocok dan amat menunjang kehidupan. Kita tidak perlu repot-repot pergi ke loket pembayaran listrik PLN di hari-hari kerja dimana hal tersebut nyaris tidak mungkin. Dengan sistem ini kita bisa membeli token listrik dalam satu genggaman , alias melalui ponsel cerdas yang kita miliki.

Meski demikian kami tidak akan pernah bosan mengingatkan teman-teman untuk selalu ingat pembelian terakhir pulsa, serta jumlah KwH sisa yang masih dimiliki teman-teman. Jangan sampai tidur nyenyak kita terganggu karena tiba-tiba listrik di rumah padam.

Bagaimana? Apakah artikel ini bermanfaat untuk teman-teman?

Blog Design by Handdriati