Sabtu, 23 Maret 2019

EDUWISATA UNTUK ANAK-ANAK, MENYENANGKAN DAN SARAT PENDIDIKAN


Belakangan ini, bagi sebagian orang wisata sudah merupakan kebutuhan primer. Bekerja selama 5 bahkan 6 hari dengan rutinitas atau tekanan pekerjaan, tentu membutuhkan kegiatan untuk menyegarkan pikiran.

Berbagai tempat wisata baru terus bermunculan. Bukan hanya mengeksplorasi keindahan alam yang sudah tersedia, bahkan dicipta dan dibangun wahana-wahana baru dengan pengalaman yang berbeda.

Tak hanya obyek wisata, kuliner pun kini semakin berjamuran. Kafe dan rumah makan berinovasi menyajikan cita rasa makanan yang unik dan baru. Bagunan dan interior di dalamnya pun ditata menarik sehingga pelanggan mendapat pengalaman yang menyenangkan saat bersantap.

Perjalanan dan pengalaman ini kemudian terekam di media sosial, terutama Instagram yang fokus pada konten gambar dan video singkat. Tentunya ini membuat kita lebih mudah menemukan tempat-tempat wisata baru. Penyedia tempat wisata serta tempat makan pun memanfaatkan media sosial sebagai wadah promosi.

Begitu pun saya dan keluarga kecil memandang bahwa wisata merupakan kebutuhan primer. Tidak harus setiap minggu harus berwisata sih. Tapi pada saat-saat tertentu ketika kepenatan sudah pada titik puncak, wisata harus segera dilaksanakan.



 
Eduwisata Untuk Anak

Selain untuk mengusir kepenatan dan  menyegarkan pikiran, wisata bagi keluarga kecil kami adalah edukasi buat anak. Dalam tulisan yang pernah saya buat tentang tertampar di seminar, Ibu Septi pernah menyampaikan, bahwa anak-anak memiliki kebutuhan untuk mengeksplorasi dan bersentuhan dengan alam.

Momen berwisata tentu bisa dimanfaatkan untuk belajar menjelajah dan mengenal sudut kota. Tak hanya mengenai obyek wisata yang dituju, tetapi kisah di sekitar atau bahkan perjalanan yang ditempuh ke tempat tujuan.



Obyek Wisata Sarat Edukasi

Saat berwisata, obyek wisata yang akan kami kunjungi selalu dipilih yang sesuai dengan anak. Ramah dan sesuai dengan usia mereka. Tak lupa juga kami sisipkan kunjungan yang sarat dengan edukasi. Saat di Yogya kami mengunjungi kebun binatang. Anak-anak belajar dan mengamati bentuk dan tingkah laku binatang. Momen ini kami manfaatkan untuk bercerita segala hal tentang binatang.

Selain itu kami pernah mengunjungi museum dirgantara. Mereka menikmati berbagai macam pesawat bahkan kapal selam yang pernah digunakan oleh tentara. Mereka juga bertemu dan menyapa bapak petugas yang berpakaian seperti tentara.

Saat di perbatasan Klaten-Yogya, kami mengajak mereka ke candi Prambanan. Pertama kalinya mereka mengunjungi bangunan bersejarah yang berkaitan dengan Hindu. Kami ajak mereka memasuki bangunan candi sambil bercerita sedikit bangunan yang mereka kunjungi. Di area candi rupanya disediakan juga wahana memanah. Fatih yang saat itu berusia 5,5 tahun pun merasakan pengalaman memanah pertama kali.




Edukasi Transportasi Publik

Bagi kami yang tidak memiliki kendaraan pribadi yang cukup dan nyaman untuk seluruh anggota keluarga, tidak ada alasan untuk tidak berwisata. Fasilitas transportasi publik menjadi alternatif kami untuk tiba di tempat wisata.

Kami pun memanfaatkan transportasi publik bukan sekedar sebagai sarana transportasi. Kami memanfaatkan transportasi publik sebagai sarana edukasi yang sarat pengalaman. Saat usia Fatih 1,5 tahun hingga 4 tahun, wisata kereta api selalu menjadi agenda berwisata. Bahkan pengalaman ini saya tuangkan dalam lomba blog serta artikel di Republika.

Anak-anak belajar tata cara menaiki transportasi publik. Mulai dari memesan tiket, regristasi ulang tiket, suasana di dalam transportasi publik hingga sikap saat perjalanan.



Saat berada di sebuah kota, kami pun berupaya agar anak-anak merasakan pengalaman menggunakan transportasi publik yang ada di kota tersebut. Saat di Yogya kami menaiki andong dan becak. Berada di Solo, kami mengajak anak-anak untuk merasakan pengalaman menaiki kereta api, bis antar kota, bis transsolo, taksi, becak bahkan angkutan umum. Sayang, saat berada di Semarang keinginan menaiki bis tingkat belum terlaksana.

Liburan sekolah di tahun ini kami berencana untuk mengunjungi kota Jakarta sekalian berkunjung ke rumah adik di Depok. Beberapa destinasi sudah kami rencakan. Anak-anak tertarik dengan Kidzania. Kami pun menawarkan untuk melihat dunia laut dengan mengunjungi Seaworld.

Taman mini sepertinya juga menarik untuk dikunjungi. Kami ingin mengenalkan kepada anak-anak bentuk-bentuk rumah adat di berbagai daerah.

Terakhir, wisata transportasi publik sepertinya layak dicoba. Ya, MRTrans yang sedang bersliweran di timeline media sosial saya. Mumpung di Jakarta, sepertinya anak-anak perlu mencoba pengalaman berkendara dengan MRTTrans. Tiketnya sendiri dapat dipesan di Travel MRTrans Traveloka.

Rasanya tak sabar segera eduwisata ke Jakarta. Anak-anak perlu tahu letak pusat pemerintahan dan merasakan pengalaman berbagai obyek wisata di sana.

Senin, 14 Mei 2018

Ramadan Ekstra Dengan Transaksi di Tokopedia


“Yang tidak dapat kembali adalah waktu”

Tak terasa kita akan bertemu kembali dengan Ramadan. Pertandanya sudah tampak. Iklan sirup bersliweran, kurma mulai menampakkan diri di super dan mini market serta dandangan sudah digelar di Kudus..hihihi.

Bagi saya, Ramadan adalah bulan ekstra. Ekstra perhatian, ekstra pahala, ekstra pembelajaran, dan ekstra pengeluaran. Bulan penuh rahmat, tentunya memerlukan ekstra perhatian. Berlimpahnya pahala di bulan Ramadan tentu menjadi perhatian buat saya. Terlebih terhadap ibadah selama Ramadan. Ibadah menurut saya yang mencakup seluruh aspek kehidupan. Mulai bangun tidur hingga tidur kembali.

Ramadan juga ekstra pembelajaran buat saya dan keluarga. Puasa selain bermanfaat untuk kesehatan, bagi saya puasa juga menngajarkan saya akan rasa syukur. Apalagi begitu mendengar adzan magrib, alhamdulillah banget. Pembelajaran juga diperoleh oleh duo F yang mengajarkan rasa menahan diri, syukur dan berbagi.

Terakhir Ramadan menjadi ekstra pengeluaran buat saya. Bukan karena menu buka puasa yang berlimpah, tapi biasanya di bulan ini, saya menyiapkan kurma, kue kering dan sirup untuk orang tua, mertua dan kakak ipar.

Memang di bulan Ramadan transaksi ekonomi umumnya meningkat. Daya beli lebih besar dibanding bulan lain. Nah sebagai manajer keuangan, saya harus lebih cermat mengelola keuangan. Selisih seribu rupiah saja bisa jadi pertimbangan. Tentunya pertimbangan waktu juga harus diperhitungkan, apalagi saya ibu bekerja.

Baca : Siomay Ayam Udang Sayuran

Belanja online merupakan salah satu alternatif buat saya berbelanja. Salah satu tempat belanja online yang terinstall di hape saya adalah Tokopedia. Seperti belanja langsung pada umumnya, belanja online di tokopedia juga ada tipsnya lho, supaya lebih hemat dan gak nyesel di kemudian hari *mamahable.



Bandingkan harga setiap toko online di Tokopedia 

Memiliki banyak toko online berkualitas, Tokopedia memungkinkan kita untuk membandingkan harga berbagai produk kebutuhan dengan lebih mudah. Cukup cari produk yang dibutuhkan, ribuan produk dengan berbagai harga siap untuk dibeli. Untuk menghemat pengeluaran belanja online saat Ramadan, cukup pilih produk dengan harga tepat dan spesifikasi yang pas.

Pilih produk berkualitas dari kreator lokal
Untuk membuat Ramadan Ekstra, bukan berarti harus selalu gunakan barang branded dengan harga selangit. Tokopedia, e-commerce dengan produk terlengkap memiliki koleksi berbagai produk hasil kreasi kreator lokal maupun brand terkenal dunia. Hemat pengeluaran belanja kita di bulan Ramadan dengan memilih produk kreasi dari kreator lokal yang hadir dengan kualitas bersaing namun dengan harga yang lebih miring.

Baca ulasan dari pembeli

Terkadang dari foto yang ditampilkan terlihat baik, tapi ternyata barang yang diterima tidak sebaik gambar. Makanya, sebelum memutuskan untuk membeli suatu barang, membaca ulasan dari pembeli merupakan kebiasaan yang acap saya lakukan. Terutama terkait dengan produk yang ditawarkan. Supaya tidak menyesal di kemudian hari dan tahu kualitas barang yang dibeli.

Cari toko online terdekat

Saat berbelanja online, komponen biaya yang tak boleh terlupakan adalah biaya ongkos kirim (ongkir). Pilihlah toko online yang lokasinya paling dekat dengan lokasi kita untuk mengurangi ongkir berlebihan. Di Tokopedia, kita dapat mengetahui lokasi toko online secara detail sehingga kita dapat memilih toko online dengan lokasi terbaik.

Pilih cara pembayaran yang tepat

Salah satu kemudahan berbelanja online di Tokopedia adalah dalam hal cara pembayaran. Berbagai metode pembayaran dapat kita gunakan mulai dari Saldo Tokopedia, transfer bank, kartu kredit, cicilan, hingga pembayaran melalui minimarket. Memilih metode pembayaran yang sesuai dengan kondisi keuangan tentu dapat menghemat pengeluaran saat berbelanja online.

Pilih metode pengiriman paling efisien

Dalam melakukan pengiriman barang yang kita beli, Tokopedia memberikan beberapa alternatif pengiriman, mulai dari pengiriman secara konvensional hingga kurir instan melalui jasa transportasi online. Dalam memilih metode pengiriman ini, kita dapat membandingkan biaya ongkos kirim terbaik diantara metode pengiriman yang ada untuk menghemat belanja online kita.


Manfaatkan promo dan diskon

Promo atau diskon memberikan pengaruh yang signifikan untuk menghemat pengeluaran kita dalam berbelanja online. Di bulan Ramadan kali ini, Tokopedia memberikan kesempatan baru bagi pembeli dalam menikmati bulan Ramadan. Dengan rangkaian promo sepanjang bulan Ramadan yang bisa kita gunakan untuk buat Ramadan kali ini makin Ekstra.

Makin Ekstra lagi, masih ada rahasia kejutan pada 25 Mei dari Tokopedia yang akan membuat Ramadan Ekstra menjadi lebih Ekstra! Layaknya festival belanja online “Black Friday”, kejutan seperti apa yang bakal buat pengalaman belanja online di bulan Ramadan Ekstra ini jadi lebih special?

Bulan Mei Ramadan Ektra dari Tokopedia sudah di mulai. Puncaknya pada tanggal 25 Mei 2018. Sstt, berdasar pengalaman belanja di Tokopedia pada bulan ini, saya dapat 2 ekstra ketupat. Lumayan dapat points, loyalti dan kupon cashback 10 % hingga 175 ribu rupiah yang bisa digunakan tanggal 25 Mei 2018.


Nah, mumpung Ramadan Ektra di Tokopedia bertabur promo, mulai dari flash sale, ekstra ketupat, ektra kejutan, ekstra bonus produk digital dan ekstra yang lain, gunakan Tokopedia untuk segala transaksi. Wah, saya jadi ingat bayar tagihan hape nih. Cus dulu ke Tokopedia ya.

Jumat, 04 Mei 2018

KETIKA JATUH CINTA DENGAN PRIA YANG LEBIH MUDA DAN BELUM MAPAN


“Nyuk, ada drama korea bagus nih. Pretty sister who buys me food” WA saya buat adik no 3.

Begitu saya bertandang ke rumah adik no 3 di Sendangmulyo, cerita tentang drama korea ini tak luput dari curcol kami berdua. Kok disebut curcol? Iya nyolong waktu di saat anak-nak lagi asik main, lupa dengan mamahnya.

Kisahnya tentang Son Ye Jin sebagai Yon Jin A dan Jung Hae In sebagai Seo Jon Hee. Jon Hee berusia lebih muda dan merupakan adik dari sahabat Jin A. Kyung Sun. Hubungan keluarga mereka sudah sangat dekat. Bahkan orang tua Jin A sudah menganggap Kyung Sun dan Jon Hee selayaknya anak sendiri. Usai kepulangan Jon Hee dari luar negeri. Hubungan Jin A dan Jon Hee, yang awalnya noona dan dongsaeng, perlahan mulai berubah menjadi rasa cinta.

“Kita seperti ini benar tidak apa-apa? Kau tidak takut?” tanya Jin A merasa ragu dengan hubungan yang mereka jalani.
 
Saat masih muda dan kurus LOL
Dengan berapi-api saya menceritakan kisah drama korea. Akting Son Ye Jin dan Jung Hae In terasa alami dengan jalinan cerita yang sebagian besar adalah kenyataan.

Bagaimana rasanya jatuh cinta dengan pria lebih muda? Yang status awalnya mungkin adalah adik temanmu atau adik kelas? Atau mungkin ternyata dia pria yang belum mapan, sementara umurmu sudah tak terbilang muda?.

Berani melanjutkan? Atau memilih mundur, mencari pria yang sudah siap untuk menikah? Sanggup menghadapi pertanyaan atau mungkin keberatan orang tuamu, keluarga dan teman sekitar?.

Lebih Muda dan Belum Mapan

Itulah gambaran hubungan saya dan suami saat belum menikah. Suami lebih muda dan merupakan adik kelas saya saat SMA. Kami gabung di kegiatan yang sama. Saat itu status saya bekerja di perguruan tinggi tempat suami menempuh pendidikan. Saya pegawai dan dia mahasiswa. Bukan hanya lebih muda, tapi dia belum punya pekerjaan yang mapan.

“Ada yang salah dengan perasaan kita? Kamu single, aku juga single. Terus kenapa?” tanya suami kala itu.

Memang tidak salah sih. Siapa yang bisa menebak cinta? Tapi untuk kebiasaan di masyarakat, perasaan saya dan hubungan kami tidak lah lazim.

Lazimnya saya memilih lelaki yang lebih tua, sudah mapan dan siap menikah, terutama umur saya menjelang usia 30.
Lebih kuat dan berani melangkah

Hubungan Yang Lebih Kuat

Menyembunyikan kisah cinta kami menjadi pilihan saya saat itu. Saya belum sanggup membayangkan komentar orang tua, keluarga, teman terutama teman satu kegiatan. Saya ingin memastikan hubungan kami kuat dulu.

Memastikan visi kami sama. Karena seiman belum tentu sama. Tidak juga semua harus sama. Perbedaan tetap ada, asal tidak prinsip hidup.

Memastikan, dia mau berbagi tugas rumah tangga. Dia mau terlibat mengasuh anak. Dia tak selalu menghindar saat membersihkan kotoran anak.

Memastikan bahwa niat dia menjalani hubungan untuk serius, ke jenjang pernikahan. Bukan sekedar melampiaskan rasa cinta, yang mungkin bisa menipis atau menghilang.

Pribadi Yang Kuat

Awalnya saya yang ragu untuk meneruskan perasaan kami. Sama seperti Jin A, saya merasa ini tidak benar. Seharusnya saya sebagai kakak, bukan malah menjalin hubungan cinta. Seiring waktu, suami malah minder. Dia merasa tidak sekufu. Status sosial kami terlihat berbeda.

Saya bukan dari keluarga kaya raya, tapi belum pernah kelaparan atau hanya makan dengan lauk garam di sepanjang kehidupan saya. Saya dapat sekolah dengan mudah dan meneruskan hingga jenjang perguruan tinggi tanpa perlu bekerja.

Sementara suami, kuliah sambil bekerja dan dibantu oleh kakak-kakaknya. Ayahnya sudah meninggal saat SMA, praktis hidupnya tak semudah jalan hidup saya.

Maka yang saya lakukan adalah menguatkannya. Bahwa perjalanan hidupnya akan membuat ia lebih kuat dan berusaha lebih dari kebanyakan orang lain. Orang seperti itulah yang saya cari. Bukan orang yang hidup dengan segala kemudahan.

Sebelum dia lulus, saya dukung suami untuk mencari pekerjaan. Alhamdulillah suami diterima bekerja sebagai wartawan daerah. Tak sampai setahun bekerja dia pun lulus kuliah. Setelah kami merasa kuat, barulah kami berani menyampaikan hubungan kami kepada keluarga. Setelah lamaran, kami pun menyampaikan berita bahagia kepada teman terdekat.

Saya ingat pernah membaca buku tentang jodoh. Memilih jodoh itu, bukanlah yang terbaik. Bukan dia yang tampan, pintar, kaya dengan iman yang tinggi. Bukanlah yang sempurna. Tapi dia yang sesuai denganmu. Bisa jadi dia pendiam atau cerewet, bisa jadi dia biasa saja atau tampan, bisa jadi dia pintar atau orang yang biasa, bisa jadi dia sudah kaya atau belum mapan.

Perjalanan kami hingga telah memiliki 2 buah hati, tidaklah selalu mulus, sama dengan pasangan lain. Tapi saya yakin meski dia lebih muda, meski saat itu dia belum mapan, dia mampu membuktikan diri. So, cinta tidak mengenal usia, yang penting sama-sama mau belajar.

Tengah hamil muda

Jumat, 20 April 2018

Mengenal Sistem Pembayaran Listrik Prabayar

 
[Placement Artikel]
Mungkin ada yang sudah mengenal istilah pulsa prabayar dan pascabayar pada kartu SIM ponsel yang kita miliki, namun bagaimana dengan istilah ‘pulsa’ prabayar pada listrik rumah kita?

Sejak beberapa tahun terakhir perusahaan listrik negara satu-satunya di Indonesia alias PLN sudah mulai berbenah. Banyak yang diperbaiki oleh perusahaan ini, termasuk cara pembayaran listriknya. Bagi yang tinggal di perumahan di kota-kota besar mungkin sudah terjamah oleh perubahan ini. Yak benar! Perubahan ini adalah sistem pembayaran prabayar alias menggunakan pulsa alias token (istilah yang lazim digunakan).

Sebagaimana pulsa ponsel yang kita miliki, dengan sistem token ini, kita harus membayar pulsa listrik di awal untuk menikmati layanan listrik yang diberikan. Salah satu hal penting yang perlu kita ingat terkait penggunaan sistem ini adalah kecermatan kita dalam mengisi pulsa listrik. Salah-salah kita bisa kelupaan mengisi token listrik, dan hasilnya adalah rumah menjadi gelap gulita di malam hari. Tapi disisi lain menurut pendapat kami pribadi, sistem yang ada ini membuat biaya yang perlu dikeluarkan per bulannya untuk listrik menjadi jauh lebih terkendali alias menghemat anggaran rumah tangga.

Kira-kira mirip bukan dengan teman-teman yang menggunakan pulsa prabayar pada ponsel?

Saat ini PLN sudah menyediakan beberapa nominal token yang bisa kita pilih untuk dibeli. Beberapa nominal tersebut adalah Rp 20.000,- Rp 50.000,- Rp 100.000,- Rp 500.000,- hingga Rp 1.000.000,-. Banyak bukan pilihan yang ditawarkan oleh PLN? Yah kami yakin 100% hal itu semata-mata adalah untuk kemudahan kita sebagai pelanggan, baik individu, pengusaha kecil, hingga pelanggan skala besar.

Nah pertanyaan berikutnya adalah dimana kita bisa membeli token untuk mengisi pulsa listrik rumah? Caranya amatlah mudah. Cara pertama yakni merupakan cara yang paling umum dilakukan adalah pembelian pulsa melalui ATM yang ada di seluruh Indonesia, atau jika kita sudah memiliki layanan SMS banking atau mobile banking maka kita pun bisa membayarnya melalui layanan tersebut.

Cara lain adalah pembelian token listrik online di situs-situs yang terpercaya. Saat ini ada banyak sekali agen-agen online terpercaya dimana kita bisa membeli token listrik online disana. Salah satu layanan yang bisa kita gunakan adalah alphapay.id, yang merangkap sebagai platform untuk anda yang ingin menjadi agen pembayaran online. Cara lain adalah pembelian melalui minimarket yang kami yakin ada di nyaris seluruh penjuru kota besar maupun kota-kota kecil di Indonesia. Jika teman-teman masih mencari cara lain, maka kami menawarkan teman-teman untuk membeli token pulsa listrik melalui loket pembayaran yang telah disediakan PLN atau PPOB (Payment Point Online Bank).

Setiap kali kita membeli token pulsa maka akan mendapatkan rincian Kwh yang bisa kita gunakan, rincian pajak penerangan jalan yang nominalnya berbeda-beda di tiap daerah domisili tempat tinggal, biaya materai sejumlah 3 ribu rupiah dan 6 ribu rupiah bergantung jumlah pulsa yang kita beli, dan terakhir rincian biaya administrasi yang berbeda-beda tergantung tempat kita membeli.

Bagaimana? Apakah teman-teman mulai memahami sistem pembayaran listrik terbaru yang disediakan oleh PLN ini? Atau justru teman-teman yang masih melakukan pembayaran di akhir bulan mulai tertarik untuk mengubahnya menjadi sistem prabayar?

Secara umum kami merasa kedua sistem tidak ada yang lebih unggul dari sistem yang lain karena tentu saja setiap sistem yang dibuat memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Beberapa kelebihan yang dapat kami simpulkan dari sistem pembayaran prabayar token listrik ini tentu kepraktisannya yang amat tinggi.

Bagi teman-teman yang merupakan pekerja kantoran yang sehari-harinya selalu sibuk dengan tugas-tugas kantor, maka sistem ini amat cocok dan amat menunjang kehidupan. Kita tidak perlu repot-repot pergi ke loket pembayaran listrik PLN di hari-hari kerja dimana hal tersebut nyaris tidak mungkin. Dengan sistem ini kita bisa membeli token listrik dalam satu genggaman , alias melalui ponsel cerdas yang kita miliki.

Meski demikian kami tidak akan pernah bosan mengingatkan teman-teman untuk selalu ingat pembelian terakhir pulsa, serta jumlah KwH sisa yang masih dimiliki teman-teman. Jangan sampai tidur nyenyak kita terganggu karena tiba-tiba listrik di rumah padam.

Bagaimana? Apakah artikel ini bermanfaat untuk teman-teman?

Senin, 09 April 2018

LOMBOK, ROMANSA REMAJA


Asri mengangkat mukanya. Tepat pada saat Segara menoleh ke arahnya. Dua pasang mata bertemu dalam bentrokan diam-diam yang menyakitkan.

Tidak ada kemarahan di dalam mata Segara. Tidak ada kebencian. Tapi di mata itu, Asri melihat ada rasa sakit yang amat sangat. Dan dia ikut merasa nyeri sampai mengeluarkan air mata.

Itulah 2 alenia dari novel Segurat Bianglala di Pantai Sengigi. Novel Mira W yang yang saya pinjam dari perpustakaan SMA. Seperti remaja lain, saya pun mau tak mau jatuh cinta. Jatuh cinta dengan sosok Segara. Lelaki Sasak yang gagah dan menjadi pemandu di gunung Rinjani.

Cerita ini terus melekat dalam ingatan. Lombok dan Rinjani menjadi tempat yang ingin saya kunjungi. Yah, siapa tahu bertemu Segara nyata di sana..hihihi.

Hingga sekarang saya belum berhasil menginjakkan kaki di Lombok. Paling banter sampai Bali. Agak menyesal juga, dulu tidak bersikeras atau nekat mengunjungi Lombok. Mungkin dengan kenekatan, hati Papa akan luluh mengabulkan keinginan saya menyebrang pulau Bali menuju Lombok.

Makanya saat arisan blog Gandjel Rel periode 21 dimenangkan Mbak Mara Solehah dan Mbak Erina Julia, saya kemudian teringat dengan romansa remaja. Destinasi impian di Indonesia mengunjungi Rinjani dan Lombok, sambil membayangkan Segara, eh sambil membayangkan keindahan alam yang dituliskan Mira W.

Rinjani Yang Elok

Salah satu gunung impian saya adalah Rinjani *belagu. Padahal, saya belum pernah mendaki gungung lain. Paling banter ke Puncak 29 di Rahtawu Kudus atau jalan di pagi buta ke kawah Bromo, itupun dengan pakaian tebal dan badan yang kaku kedinginan.

Tapi gegara Mira W, saya jadi mimpi mengunjungi Rinjani. Entah membutuhkan waktu beberapa hari untuk sampai ke sana. Yang pasti karena kebanyakan istirahat, maklum sudah turun mesin 2x *alasan.

Berdasarkan googling, gunung Rinjani memiliki panorama yang paling bagus diantara gunung-gunung lainnya di Indonesia. Gunung ini termasuk gunung berapi yang merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani.

Pesona dari Rinjani, salah satunya adalah Danau Segara Anak. Tempatnya yang datar memungkinkan kita untuk berkemah. Danau juga merupakan habitat beberapa jenis ikan, sehingga kita dapat memancing. Tak jauh dari danau ada pemadian air panas.

Saat perjalanan mendaki, kita juga akan melewati padang savana, duh kayak di film-film net geo. Hamparan savana yang luas tanpa pohon, tempat berteduh dan pastinya haus banget ya *dasar onta.

Selain savana, masih ada goa-goa dan air terjun yang bisa dinikmati. Berasa paket komplit kan. Mungkin untuk menikmati Rinjani saja butuh waktu seminggu, apalagi buat orang yang amatiran dan sudah mulai uzur macam saya.

Pantai-Pantai di Lombok

Meski terinspirasi novel Mira W yang mengangkat pantai Senggigi, tapi saya tahu, kalau masih banyak pantai indah di Lombok. Sebutlah Gili Trawangan, Pantai Kuta Lombok, Pantai Tangsih, Pantai Gili Meno, Pantai Selong Belanak, Pantai Tanjung Bloam dan masih banyak lainnya. Berdasarkan cerita teman, pantai-pantai di Lombok jauh lebih indah dibanding pantai di Jawa atau Bali.

Airnya jernih dengan hamparan pasir dan menjadi tempat kumpulan biota laut. Kegiatan snorkeling pun bisa dilakukan. Yah, saya kan gak bisa menyelam.

Satu lagi, tidak ketinggalan cinderamata khas Lombok. Bukan buat oleh-oleh sih, karena sesungguhnya meminta oleh-oleh memberatkan para wisatawan..hahaha. Cinderamata khas Lombok ini, menarik banget. Perhiasan mutiara dan tenun khas Lombok kan kesukaan para wanita. Madu dan dodol rumput laut jelas kesukaan duo F. Nah untuk para lelaki yang cocok ya susu kuda liar dan obat gosok..hahaha..

Semoga terwujud destinasi romansa remaja ini di usia matang. Sedikit telat, tapi tak apa-apalah, bisa jadi perjalanan bulan madu untuk kesekian kali. Padahal yang pertama cuma bulan madu di Rembang..duh.

Blog Design by Handdriati