Rabu, 25 Februari 2015

MPASI BUAH LOKAL ALA MAMA

dokumen pribadi
Hai. Perkenalkan, namaku Raihan Fatih.  Mama dan Ayah memanggilku Fatih. Usiaku 2 tahun 4 bulan. Obsesiku berkaitan dengan kereta api. Makanan kesukaanku buah-buahan. Sekarang aku sudah punya adik laki-laki berusia 3 bulan dan namanya tidak jauh beda denganku, Fattah *Mama memang kurang kreatif.

Aku terobsesi dengan kereta sejak Mama memperlihatkan tayangan kereta api di salah stasiun televisi swasta.  Waktu itu Mama menyebutnya Tutut, untuk memudahkanku menyebut kereta. Maklum saat itu usiaku belum genap 1,5 tahun, jadi masih kesulitan untuk menyebut kereta. Setelah tayangan itu, menurut Mama , aku terus menanyakan tutut. Mama dan Ayah kemudian mencarikan video tentang kereta api. Ketertarikanku bertambah terus, mulai mainan, buku, hingga baju, bahkan saat Mama membelikan Fattah celana kacamata, aku suruh Mama membelikan yang gambarnya kereta..hihihi sedikit memaksa Fattah.

Kalau soal makanan kesukaanku buah-buahan, Ini gara-gara Mama lagi. Iya, Mama memperkenalkanku dengan buah-buahan sejak pertama diberikan MPASI atau makanan pendamping asi. Setelah 6 bulan hanya mengkonsumsi ASI dan ASI perah, Mama memutuskan untuk MPASI perdana Apel Malang. Kenapa Apel Malang? Kata Mama, saat itu aku sedang terserang batuk pilek. Nah, salah satu kandungan vitamin dalam buah apel berfungsi menyembuhkan influenza.

dokumen pribadi
Selama 1 minggu, Mama memberikan MPASI buah-buahan yang setiap 2 hari sekali selalu berganti buah. Mama bilang sih untuk mengetahui reaksi tubuhku, siapa tahu ada alergi. Setelah 1 minggu hanya diberikan MPASI 1x sehari, Mama mulai menambah pemberian MPASI menjadi 2x sehari hingga 3x sehari dengan camilan 2x dalam sehari. Menu MPASI pun mulai bertambah dengan karbohidrat, sayuran dan protein.

Selama 6 bulan, tanpa absen, Mama selalu menyediakan buah-buahan. Setiap bangun pagi, buah pasti sudah siap disantap. Menu cemilan sering juga buah-buahan. Ya Mama kan kadang capek, jadi untuk menu camilan kadang sering mencari yang mudah, sayur kukus atau buah-buahan yang tekstur dan ukurannya disesuaikan dengan kemampuan mengunyahku.

Mama juga lebih suka menyediakan buah-buahan lokal, buah-buahan yang ditanam dan dipanen di Indonesia. Apa saja? Wah banyak banget, ada jeruk, pepaya, duku, matoa, pisang, apel, semangka, jambu, mangga, kelengkeng, rambutan, durian, strawberry dan masih banyak lagi. Semua yang disebutkan tadi merupakan buah kesukaanku.

dokumen pribadi
Apa sih alasan Mama menyukai buah lokal? Berdasarkan wawancara dengan Mama *tsah, ada 4 alasan Mama jatuh cinta dengan buah lokal :

1.       Lebih Segar
Mama bercerita bahwa buah lokal lebih segar dari buah import. Jarak yang tidak terlalu jauh membuat proses pengiriman lebih cepat dibanding buah import sehingga konsumen memperoleh buah yang masih segar.

2.       Aman dikonsumsi
Beberapa waktu lalu Mama pernah melihat berita bahwa buah apel import terkontaminasi bakteri. Wah, untunglah Mama tak pernah membeli apel import. Selain masalah itu, umumnya buah import menggunakan pengawet agar buah tidak cepat busuk. Mama gak mau kalau bahan pengawet itu masuk ke dalam perut anak-anaknya.

3.       Kandungan gizi buah lokal menyesuaikan dengan lingkungan
Umumnya ketersediaan buah lokal di Indonesia menyesuaikan musim. Contohnya pada bulan Januari Mama baru saja mengajakku dan Ayah berburu durian. Bulan Desember dan Januari durian sedang melimpah.  Musim durian kemudian disusul oleh rambutan yang hampir beriringan. Sebelumnya aku juga puas menikmati mangga *rasanya setiap hari makan mangga. Nah, kandungan gizi buah juga menyesuaikan musimnya. Ini sesuai juga dengan kondisi tubuh kita yang tinggal di iklim Indonesia. Jadi menurut Mama dengan mengkonsumsi buah lokal kita memperoleh nutrisi yang lebih sesuai.

4.       Mudah dibudidayakan
Buah lokal pasti lebih mudah dibudidayakan di Indonesia. Tidak perlu perlakuan khusus sehingga orang awam pun mudah melakukannya. Nih, di pekarangan eyang saja, ada pohon rambutan, mangga, pisang, dan durian. Eyang tidak pernah memperlakukan khusus tanaman tersebut. Cukup disiram dan dipotongi daun-daun yang sudah kering, pohon-pohon tersebut berbuah dengan sendirinya.

Kemarin waktu berkunjung di rumah Mbah, ibunya Ayah, aku sempat melihat pohon jambu biji berbuah. Sayang, ternyata buahnya belum matang. Mama lalu berjanji akan membelikan jambu biji. Eh, ternyata keesokah harinya Mama membelikan jambu biji atau jambu kristal .

dokumen pribadi
“Ini gambar apa Mah?” tanyaku sambil menunjuk label berwarna hijau bertuliskan Sunpride.

“Mana? O, ini label Sunpride Mas.” Jawab Mama sambil mengambil jambu biji.

Sambil  mencuci dan memotong buah jambu biji, Mama bercerita bahwa Sunpride berkomitmen menyediakan buah-buahan segar yang 80 % adalah buah lokal. Pada setiap tahap mulai dari proses produksi, kemasan hingga diterima oleh konsumen menggunakan standar international. Jadi Mama tidak kuatir lagi dengan kualitas buah dari Sunpride.

Sambil mendengarkan penjelasan Mama, aku mengambil 1 potong buah jambu. Nyam..nyam..rasanya maknyus., manis dan segar.

dokumen pribadi
Mama kemudian bercerita lebih panjang lagi mengenai kandungan gizi buah jambu. Ada potassium, karbohidrat, protein, vitamin A, C dan E, kalsium dan masih banyak lagi. Manfaat jambu biji ini untuk mengobati diare, batuk bahkan darah tinggi.

Ternyata selain rasanya enak dan segar, buah lokal memang kaya manfaat. Lihat saja aku, kulitku segar, pencernaan lancar, jarang sakit dan tetap langsing #eh.

http://www.sunpride.co.id/name

Sumber :
http://www.sunpride.co.id/
http://health.kompas.com/read/2012/11/08/07464014/mau.lebih.sehat.pilih.buah.lokal
http://sitiasianingsih.blogspot.com/2011/10/segudang-manfaat-apel-hijau-pel.html

9 komentar:

  1. seneng ya mbak kalo liat anak2 tumbuh sehat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mbak Ninik, anugerah yang tak terhingga :)

      Hapus
  2. Senengnya kalo anak2 seneng makan buah ya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, meski jatah ibunya sering dilahap juga :D

      Hapus
  3. wah dari kecil udah suka buah,hebat :)

    BalasHapus
  4. Hai Fatih, kita udah pernah duduk satu meja dan berbagi sentiling ya....
    Naah gantian bagi buah donk hehehe

    BalasHapus
  5. Keren Mak.. Buah lokal emang lebih yahud ya..
    Kalo anakku paling suka buah pisang cavendish-nya sunpride.
    Gud luck giveaway-nya ya.. :)

    BalasHapus
  6. jav kurang suka sama jambu, hrs nyoba kepunyaan supride nih...

    BalasHapus
  7. Aku suka ngga kuat klo masuk supermarket di bagian buah, liat buah Seger pinginnya mborooong. Sunpride aku seringnya beli pisang :D

    BalasHapus

Terima kasih sudah mengunjungi blog ini. Saya senang menerima komentar yang baik dan membangun. Harap tidak meninggalkan link hidup.

Blog Design by Handdriati