Selasa, 28 November 2017

KENANGAN DENGAN PAK JARNO ANTARA SENANG BERCAMPUR MALU


Sabtu, 25 Nopember adalah Hari Guru Nasional. Selain orang tua, guru adalah urutan selanjutnya yang memiliki andil yang besar dalam perjalanan hidup saya. Andil guru, lebih dari ¾ umur saya. Bahkan hingga saat ini, beberapa diantaranya masih berhubungan dengan baik.

Mungkin itulah yang mendasari mbak Relita dan Mbak Yuliarinta mengambil tema Pengalaman Berkesan Bersama Guru untuk periode Arisan Blog Gandjel Rel ke 16.

Flashback ke kenangan berpuluh-puluh tahun yang lalu dengan guru, sangat lah banyak. Mulai TK hingga pendidikan Magister Profesi. Karakter guru yang beragam, tentunya memunculkan pengalaman yang beragam. Pernah ada beberapa pengalaman mengecewakan, namun pengalaman indah lebih banyak.

Pengalaman mengecewakan, sebatas hanya pengabaian dan merasa kurang di dengar dan kurang dianggap. Yah, apalah saya yang kecerdasannya biasa saja dibanding dengan teman sekelas yang selalu jadi juara. Saat saya menyampaikan sesuatu tidak dianggap, namun ketika sang juara yang menyampaikan dengan isi yang sama langsung ditanggapi *duh sakitnya tuh di sini.

Kenangan indah lebih banyak lagi. Dongeng di saat guru Diniyyah terlambat datang atau berhalangan hadir. Guyonan, gara-gara tidak bisa bahasa Jawa. Konsultasi di luar kuliah serta pelatihan gratis yang diberikan saat duduk di bangku kuliah.

Namun, kenangan yang tidak pernah terlupa adalah kenangan tentang Pak Jarno, guru Matematika saat SMP. Kenangan menyenangkan sekaligus memalukan dalam satu waktu.

Matematika Yang Menyenangkan

Bagi sebagian orang, Matematika mungkin pelajaran yang ditakuti. Tapi saat SD dan SMP, Matematika bagi saya pelajaran yang cukup menyenangkan. Beberapa kali saya malah mengutak atik rumus. Rumus yang paling saya ingat, rumus pohon faktor.

Saat SD, beberapa teman bahkan mendekat saat pelajaran Matematika. Menjelang SMP, saya barter saat pelajaran Matematika. Teman saya membacakan soal, nanti saya membantu dia mengerjakan soal. Kenapa begitu, karena mata saya sudah minus, tapi saya enggan periksa mata..hahaha. Setelah pakai kacamata, saya tidak bergantung lagi dengan teman.

Ulangan Mendadak

Sesuka-sukanya saya dengan Matematika, kalau ada ulangan mendadak tetap saja menakutkan. Lah, belum belajar dan memang belajar hanya saat ada PR atau ulangan..hihihi.

Seperti di suatu pagi saat pelajaran Matematika. Pak Jarno, masuk ke kelas seraya berkata,” Keluarkan kertas selembar, hari ini ulangan harian”.

“Haaaa? Kok mendadak pak?” sontan seluruh kelas protes.

“Saya memang mau mencek, penguasaan kalian dengan materi-materi kemarin. Tidak ada protes. Mau tidak mau. Suka tidak suka tetap ulangan” tegas Pak Jarno.

Jadilah, dengan persiapan ala kadarnya saya pun mengikuti ulangan dengan pasrah dan cemas dengan hasilnya.. Kadarnya, semalam tidak belajar sehingga hanya mengandalkan ingatan semata,

Senang Bercampur Malu

Beberapa hari kemudian, jam pelajaran Matematika, jumpa lagi dengan Pak Jarno yang membawa setumpuk kertas ulangan. Pembagian hasil? Ternyata bukan. Pak Jarno membagikan kertas ulangan yang belum dikoreksi untuk dibagikan ke seluruh anggota kelas.

“Hari ini, soal ulangan kemarin akan dibahas. Kalian mengoreksi hasil ulangan teman. Jangan sampai ada yang pegang kertas ulangannya sendiri. Setelah itu, saya akan panggil satu persatu nama kalian. Teman yang mengoreksi silakan membacakan nilai hasil ulangannya” jelas Pak Jarno.

Usai soal ulangan dibahas penyelesaiannya. Pak Jarno pun memanggil nama kami satu persatu. Saya terus terang deg-degan dengan hasilnya. Karena sedari tadi baru Khamdani yang nilainya di atas 7, sedang yang lain di bawah 6.

“Rizka Alyna” suara Pak Jarno terdengar menggelegar di telinga saya yang degub jantung berdebar lebih kencang karena cemas.

“Tujuh Pak” terdengar suara teman sekelas menyebutkan nilai ulangan.

Aah, deg-degan saya berganti dengan perasaan lega yang membuncah. Semacam ada balon yang membesar di dalam dada dan perasaan hangat yang menyelubungi. Sesaat saya sibuk dengan rasa syukur. Saya lupa dengan sekelilingnya yang mulai riuh usai Pak Jarno menyebutkan sebuah nama.

“Sapto. Sapto, siapa yang pegang punya Sapto” tanya Pak Jarno.

“Eh, kamu kan pegang punya Sapto. Ditanya tuh nilainya” senggol teman saya.

Ah, iya saya lupa kalau nama Sapto dibelakang nama saya. Saya jadi gelagapan dan segera menyebutkan nilai Sapto. Tapi dasar saya hobi melamun. Usai menyebutkan nama, saya masih melanjutkan lamunan, kembali tak perduli dengan sekeliling.

“Eh, kamu ditanya Pak Jarno lagi tuh” senggol teman saya lagi.

Tanpa pikir panjang, karena pikiran belum move on. Suara Pak Jarno, yang diterima di otak saya, “Punyanya siapa tadi Mbak?”.

Sontak, dengan suara lantang dan mantap, “SAPTO Pak”.

Sedetik kemudian, saya disambut oleh keriuhan dari seluruh keras termasuk suara tawa pak Jarno yang menggelegar.

Saya kebingungan dan menatap teman sebangku,”Loh, kenapa to?”

“Pak Jarno, tanya kamu mikirin siapa Riz” jelas teman saya, antara geregetan dan geli.

OMG *gaya anak sekarang. Astaghfirullah, saya langsung menunduk dan menutup muka. Malunya itu lho. Malu dengan Pak Jarno, malu dengan teman sekelas dan terutama malu dengan Sapto. Sepanjang jam pelajaran, saya terdiam, bingung harus bersikap saat nanti melihat senyuman teman berikut cie-cieannya. Terutama saat berhadapan dengan Sapto.

“Beneran mikirin aku juga gak apa-apa” respon Sapto singkat sambil tersenyum saat saya menjelaskan dan meminta maaf.

Aih, muka saya semakin memerah karena bertambah malu. Pengalaman itu hingga sekarang membekas dan membuat saya tidak pernah melupakan Pak Jarno berikut Sapto..hahaha.

Kamis, 23 November 2017

Bijak Menggunakan Internet



Tema arisan blog ke 15 membuat saya flashback ke masa-masa “kegelapan”. Masa-masa kegelapan menggunakan internet sekedar update status medsos..hihihi. Nongkrong di perpustakaan pasca sarjana dengan alasan mengerjakan tugas, padahal terpantau oleh radar di Purwodadi kalau saya lebih lama buka fesbuk daripada mengerjakan tugas kuliah huahaha.

Jaman dulu, status medsos, masih dengan bahasa alay yang disingkat. Meratap di dinding fesbuk, saat galau melanda gara-gara berantem dengan mantan pacar. Atau lihat-lihat tas kawe yang ada gradenya, dari kw 3, super hingga mendekati aslinya *gak jelas banget.

Sungguh, tema arisan blog ke 15 dari Mbak Dedew penulis Anak Kos Dodol yang produktif dan humble serta Mbak Pranaringrum bloger dengan dua orang putri yang produktif menulis menampar saya. Tamparan dua kali saya terima, gegara di japri Mbak Dedew karena telat posting arisan *astaghfirullah.

Tak Terpisahkan dengan Internet

Jaman now memang jaman milenial. Sulit untuk memisahkan diri dari internet. Bagi saya ibu duo balita, sejak hamil hingga sekarang, andil internet sangat besar.

Sebelum menikah, saya sudah tahu kalau terinfeksi toxoplasma. Makanya saat akan menikah, saya sudah konsultasi dulu ke dokter kandungan. Tapi konsul paling kan Cuma 15 menit, info lainnya saya cari via internet. Hasilnya sebelum konsul ke dokter kandungan, pasti sudah dapat segambreng informasi, sampai dokternya hafal kelakuan saya.

Motivasi menyusui juga saya dapat dari internet. Melihat ibu-ibu bekerja yang sukses menyusui, membuat saya bertekad untuk menyusui duo F hingga 2 tahun. Alhamdulillah berkat informasi group AIMI di fesbuk dan dukungan dari anggotanya, saya bisa menyusui hingga 2 tahun, menyusui di kala hamil hingga menyapih dengan cinta.

Untuk hal sepele yang tak terduga pun internet sungguh sangat membantu. Seperti kejadian 2 minggu lalu, saat gas di rumah habis dan suami sudah berangkat kerja. Tak sabar menunggu WA yang dibaca dan dibalas, saya langsung searching video tutorial melepas dan mengganti tabung gas. WA dibalas, tabung sudah terpasang dengan cantik. Terima kasih buat pencipta internet.

Dua Sisi Internet

Teknologi bak pisau bermata dua. Tentunya teknologi dibuat untuk memberi kemudahan bagi manusia. Internet memudahkan kita dalam berkomunikasi hingga mendekatkan yang jauh. Akses informasi pun menjadi cepat dan mudah. Bahkan internet dapat menjadi ladang penghasilan.

Tapi, yang namanya manusia ya. Kadang ada masanya khilaf hingga kurang bijak menggunakan internet. Seperti yang saya ceritakan di atas. Kuota internet dibuat untuk update status gak penting bahkan mendatangkan masalah *pengalaman pribad.

Gak cuma itu, ada beberapa oknum yang sering membagi informasi yang belum jelas kebenarannya. Sosmed digunakan untuk membuat status, memposting foto dan video yang isinya menghina, menjelekkan dan merusak orang dan hal di sekitar. Pada akhirnya mendatangkan masalah untuk dirinya sendiri. Terciduk, dilaporkan, terkena pasal dan menginap di prodeo.

Bijak Menggunakan Internet

Menurut saya sih, melepaskan dari internet tidak mungkin. Yang diperlukan adalah sikap bijak menggunakan internet.

1. Gunakan internet untuk kebaikan

Butuh refreshing untuk melepaskan penat, internet bisa digunakan. Mulai nonton film, mencari buku online, cari resep masakan bagi yang hobi memasak, atau destinasi wisata.

Bagi bloger, internet digunakan untuk menyebarkan informasi yang baik dan benar. Tentunya dengan etika yang tepat dan bahasa yang santun.

2. Manajemen waktu

Ada yang pernah terhanyut dengan keasikan menggunakan internet? Saya, dulu. Sekarang sih sesekali hihihi. Akibatnya apa? Lupa dengan kegiatan lain. Lupa sholat, mandi dan makan. Kasihan lagi bagi yang sudah berkeluarga. Tanggungjawab terhadap keluarga terabaikan.

3. Berpikir sebelum berbagi

Orang kalau sudah emosi, seringkali lupa dengan tempat. Curhat di medsos atau blog. Dengan bahasa yang berapi-api, padahal followernya ribuan. Kemudian teman-teman lain berbagi postingannya, akhirnya viral. Mending viralnya kebaikan. Lah, kalau malah mencoreng nama sendiri?

Atau berbagi berita yang belum cek kebenarannya. Dibaca ribuan orang dan mempengaruhi pikiran mereka. Makanya, saya jarang berbagi berita, bukan apa-apa, karena saya gak yakin dengan kebenarannya.

Yang membuat saya gak habis pikir adalah perang di dunia maya. Meributkan hal dengan emosi yang dihujani dengan kata-kata yang kasar. Duh, selo banget sih.

Bagi saya, bijak menggunakan internet untuk kesehatan jiwa dan raga. Mendapatkan manfaat dari internet tanpa jiwa dan raga saya terganggu karena salah menggunakan internet. Kalau kamu bagaimana?

Kamis, 16 November 2017

Merencanakan Liburan Keluarga Ke Singapura



Pic visitsingapore.com

“Wah, bu Ifa sudah sampai di Merlion Park” seru saya dan teman-teman saat melihat feed Instagram rekan kerja yang sedang berlibur ke Singapura.

Obrolan kemudian menjurus ke yay or nay liburan ke luar negeri. Ada yang berpendapat nay meskipun ada kesempatan dan biaya untuk ke luar negeri. Saya sih yay, terutama kalau digratisin atau ada yang nanggung *irit garis keras. Kalau pun tidak ada yang nanggung, saya pun berencana untuk liburan ke luar negeri dengan tujuan pertama Singapura.

Mengapa Liburan Ke Singapura

Salah satu destinasi liburan ke luar negeri terdekat adalah Singapura. Kok tidak Malaysia? Karena Malaysia masih serumpun. Singapura kan bahasa nasionalnya bahasa Inggris. Jadi berasa di luar negerinya *alasan kurang ilmiah.

Alasan ilmiahnya, saya ingin memperkenalkan dan mengajak duo F ke luar negeri. Di usia mereka sekarang, adalah masa untuk menambah wawasan. Hal ini sejalan dengan materi yang disampaikan Ibu Peni Septi Wulandari dan Ibu Fadila, seorang praktisi grafis anak.

Baca : Tertampar di Seminar Psikologi Bagian II

Tempat Wisata Yang Ingin Dikunjungi

Konon, karena saya belum pernah membuktikan sendiri, biaya hidup di Singapura tergolong mahal. Jangan membandingkan harga hotel dan makanan dengan Indonesia, bisa-bisa kita ngemper dan bawa mie instan buat sangu..hihihi.

Untuk menyiasati pengeluaran selama liburan, saya browsing tempat wisata gratis untuk anak yang bisa dikunjungi

Duo F pasti suka. Pic littledayot.com

1. Jacob Ballas Children Garden

Taman ini merupakan bagian dari Singapore Botanical Garden. Rumah pohon dengan perosotan, taman air dan jembatan gantung pasti menarik untuk anak-anak seusia duo F. Belum lagi Sand Pit, Goa dengan gerojokan air terjun pasti menjadi pengalaman yang menyenangkan.

Selain itu, duo F juga bisa belajar tentang proses alam dari barbagai jenis tumbuhan yang ada. Yang menyenangkan, semua dapat dinikmati dengan GRATIS huahaha.

2. Laser Show Marina Bay Sands

Menonton pertunjukkan laser pasti merupakan pengalaman yang luar biasa buat duo F, wong saya juga belum pernah. Pertunjukkannya sekitar 15 menit. Setiap harinya ada 2 pertunjukkan, pukul 08.00 dan 9.30 malam. Yang perlu saya persiapkan datang lebih awal untuk mendapatkan tempat duduk yang nyaman.

Pic marinabaysands.com

3. Art Science Museum

Kemarin sempat berkunjung ke blognya mbak Windi dan ada cerita tentang Art Science Museum. Eh, pas searching tempat wisata, ternyata Art Science Museum punya program Free Friday untuk orang dewasa yang datang bersama anak-anak. Apalagi di hari Jum’at biasanya ada program aktivitas untuk anak-anak.

4. Perpustakaan

Salah satu tempat favorit duo F adalah perpustakaan. Saat berkunjung ke Semarang, mereka betah berjam-jam di perpustakaan daerah. Bukan karena bukunya sih, tapi karena playgroundnya..hahaha.

Wis rak popo, yang penting mendekatkan duo F dengan buku. Sampai saat ini mereka tetap tertarik dengan buku, mesti sebatas melihat gambar atau minta dibacakan.

Hunting Tiket Pesawat dan Hotel

Kebiasaan saya, jauh hari sebelum liburan atau keberangkatan adalah hunting hotel. Kenapa jauh hari? Karena biasanya lebih banyak pilihan dan bisa cari yang lebih murah.

Untuk pemesanan hotel, saya biasanya pesan via Traveloka. Sekarang malah download applikasi Traveloka. Sedang pesan tiket pesawat, biasanya di agen travel terdekat. Bolak-balik telepon untuk dapat tiket pesawat murce. Kalau sudah lelah, minta dikabari kalau ada tiket murah *wasting time banget.


Dengan aplikasi lebih murah

Lebih Hemat dengan Paket Traveloka

Eh, ternyata Traveloka sekarang ada layanan paket pesawat plus hotel. Jadi tidak perlu lagi memesan tiket pesawat dan hotel secara terpisah. Lebih hemat waktu, tenaga dan pulsa telpon..hihihi.

Jadilah, saya coba-coba pesan paket pesawat hotel traveloka. Caranya simpel banget. Tinggal isi tanggal keberangkatan dan tanggal pulang. Jumlah penumpang dewasa, anak atau bayi dan pilih kelas penerbangan.

Lengkapi detail kamar hotel sesuai keinginan. Misal nih, dengan data penerbangan, detail kamar 2 kamar hotel bisa diubah jadi 1 kamar hotel.

Setelah lengkap semua, tinggal klik dan tunggu sebentar, sudah ada pilihan paket yang tersedia. Asiknya lagi, dengan memesan 1 paket, selain hemat waktu juga lebih hemat pengeluaran daripada memesan secara terpisah. Itu tanpa kode promo apapun. Hematnya bisa sampai 20%. Lumayan kan, buat nambah uang saku di perjalanan.

Pilihannya bisa diubah juga lho


Pembayarannya pun mudah dengan metode pembayaran yang beragam. Bagi yang kartu kredit sudah digunting seperti saya, bisa bayar lewat transfer via atm atau lewat mobile banking bahkan lewat indomaret atau alfamart yang tersedia di sepanjang jalan.

Sekarang tinggal mengabari suami untuk segera menabung buat rencana liburan ke Singapura. Eh, sama buat paspor juga *tutup muka belum punya paspor. Ada yang mau liburan ke Singapura bareng?

Blog Design by Handdriati