Senin, 25 Mei 2015

Berburu Kereta Kalijaga Semarang-Solo


Bukan Kalijaga
 Hore…akhirnya impian saya dan suami mengajak Fatih naik kereta terwujud, plusnya sekalian mengajak Fattah, minusnya saat itu duit kami lagi cekak, habis buat pesan kanopi dan membangun pagar rumah..hiks. Tapi kami memang nekat, terlebih saya hihihi.

Di awal bulan Mei, bulan yang sepanjang tahun selalu merupakan bulan terboros bagi saya. Tiba-tiba suami bilang,”Ma, besok pas tanggal 14 Mei 2014 kita naik kereta ke Semarang-Solo yuk. Murah ini, cuma 10ribu/kursi. Ntar kita pinjam mobil eyang ke Semarang. Sore balik ke Semarang lagi”.

Saya langsung setuju saja dan sepakat dengan suami pesan 3 kursi, biar Fatih bisa duduk sendiri. Pulang kerja, saya mampir Indomaret buat tanya jadwal dan pesan tiket kereta. Jadwal kereta Kalijaga dari Semarang- Solo, berangkat pukul 08.55 WIB sampai di Purwosari pukul 11.45 WIB. Nah, yang jadi masalah, jadwal kereta kalijaga Solo- Semarang, berangkat dari Purwosari pukul 05.15 WIB sampai Tawang pukul 08.05 WIB. Lah?Ga cucok dengan rencana kami.

Ada sih sore hari pukul 16.57 WIB, kereta Brantas, tapi naiknya dari Jebres, harganya tiketnya 9x lipat alias 90 ribu. Sampai Tawang malam pukul 19.12 WIB. Padahal informasi terbaru, mobil mau dipinjam Tante Lia dan Tante Lia hanya bisa mengantar keberangkatan sekalian dia mau jalan-jalan ke Semarang. Masak mau mengajak anak-anak naik bis di malam hari? Kasian, mereka pasti capek.

Saya kemudian nekat menawarkan menginap sekalian di Solo, biar Fattah bisa ‘gegeloran’ di tempat tidur. Eh, suami malah mencari informasi kereta Semarang-Pekalongan. Kereta termurah, ya Kamandaka, 45 ribu/kursi. Jadwal kereta yang memungkinkan berangkat dari Semarang pukul 11.00 WIB sampai  12.56 WIB. Sesampai di sana kereta terakhir pukul 20.41 WIB sampai 22.52 WIB, lah balik ke Kudusnya malam banget kan? Kalau mau agak sorean sampai stasiun Pekalongan ya langsung balik Semarang. Galau tingkat dewa hihihi.

Akhirnya suami menyetujui usulan saya menginap di Solo. Demi mewujudkan keinginan istrinya, nginap di hotel *ya ALLAH, ndesonya saya. Setelah sepakat, saya kemudian balik lagi ke Indomaret pesan tiket. Ini pertama kalinya saya memesan tiket kereta. Eh, ternyata harus pakai NIK semua anggota keluarga yang akan berangkat.

Ke-bete-an pun dimulai. Bete pertama, saya memang gak tahu kalau bukan hanya NIK saya saja yang dibutuhkan. Telepon suami berulang kali buat minta nomor NIKnya tidak diangkat-diangkat. Di sms gak dibalas, di inbox di fesbuk juga. Akhirnya telepon 108 minta no kantor suami. Ealah, rupanya suami baru rapat di bawah dan HPnya masih di ruangan atas. NIK saya, suami dan Fatih saya dapat dari kartu BPJS ternyata belum cukup buat pesan tiket, masih harus ditambah NIK Fattah. Lah, bayi gitu, masak pakai NIK segala? Yow is, gagal lah saya pesan tiket. Dengan bête, balik rumah lagi buat ambil KK.

Sore, sepulang dari kantor, suami berbekal sms NIK dari saya, menggantikan saya berburu tiket kereta. Hasilnya nihil, berulang kali mencoba pesan tiket kereta, kok gagal mulu. Menurut mbak dan masnya mungkin sistemnya lagi error.

Malam hari, suami melanjutkan lagi perburuannya sekalian membayar hotel pesanan saya. Hasilnya kembali NIHIL. Pulang ke rumah, mencoba pisen via online gak bisa juga. Akhirnya keesokan harinya, karena sudah emosi dan lelah, suami pesan 2 tiket saja, Fatih gak jadi dipesankan tiket. Viola, BERHASIL. Setelah dilogika, memang sistemnya gak bisa pesan tiket buat anak usia 3 tahun ke bawah. Oalah…

Meski kucel, foto dulu
Hari ‘H’ keberangkatan, usai sholat Subuh, saya sudah ‘umprek’ di dapur menyiapkan makanan Fattah dan menggoreng pisang buat bekal. Setelah acara mandi dan menyuapi anak-anak selesai. Saya dan suami langsung memasukkan tas berisi pakaian dan teman-temannya yang sudah kami persiapkan semalam. Saya sendiri belum sempat sarapan.

Sesampai di stasiun, kami masih punya waktu 1 jam sebelum keberangkatan. Suami kemudian mencetak tiket kereta. Indomaret kan hanya memberi cetakan nota pembayaran. Saya menggendong Fattah dan menunggui Fatih beserta barang-barang.

Saya, suami dan Fatih sempat mampir ke kamar mandi stasiun Tawang, lumayan bersih lah. Sayang, Fatih gak jadi pipis. Suami pun sempat mampir membeli roti dan minum, sementara Fatih minta donut. Bekal pisang goreng sudah ludes disantap di mobil J.

Fatih sudah tak sabar ingin naik kereta, berulang kali saya dan suami menjelaskan kalau kereta yang akan dinaiki belum datang. Untunglah kereta tiba tepat waktu. Kami dapat bangku untuk 2 orang, yang kami duduki untuk 3 orang. Alhamdulillah Fatih tidak protes, tempat duduknya nyempil di dekat jendela.
Wow, ini yang namanya stasiun
Syukur lagi Fatih dan Fattah tenang menikmati perjalanan. Fattah bahkan sempat tertidur di kereta, hanya Fatih yang ribut minta nasi. Sayangnya di kereta Kalijaga tidak menawarkan nasi, mungkin karena perjalanan singkat ya. Saya tawarkan Fatih donut atau roti. Beberapa kali dia mau makan donut, tapi ujung matanya menatap mbak dan mas di bangku sebelah membuka chitato. Eh, dasar rejekinya Fatih, kereta menawarkan camilan yang salah satunya chitato.

Sampai di Purwosari, Fatih langsung saya ajak ke kamar mandi. Tadi pas di kereta dia sudah bilang mau pipis. Sayang, beribu sayang, saya dan Fatih sempat menyaksikan pemandangan salah satu kamar mandi yang gak banget. Pindah ke kamar mandi sebelah agak mending lah. Saya lihat sih, pas keluar kamar mandi, petugas kereta api sempat berkunjung ke kamar mandi, sepertinya memang bukan salah petugas semata, tapi pengguna kereta yang kurang menjaga kebersihan. Semoga PT Kereta Api bisa mengambil kebijakan soal kebersihan kamar mandi yang memang menjadi PR besarnya Indonesia.

Fattah 'gegoleran'
Secara keseluruhan perjalanan berburu kereta Kalijaga cukup berjalan lancar. Bagi saya sih, perjalanan itu bukan soal lancar atau menyenangkan semata. Perjalanan bagi saya selain bisa menyenangkan anak-anak terlebih memberi pengalaman dan pelajaran bagi mereka dan seluruh anggota keluarga.

Keterangan tambahan :
Tiga minggu yang lalu, di akhir bulan April. Seorang teman dekat BBM, "ping, mbok kalau foto dandan dulu lah. Wong dilihat se-indonesia raya" pesannya sambil disertai upload artikel ini.

Huaahaha,,kontan saya tertawa dan tersipu. Antara malu dengan foto yang kucel dan senang, ternyata ada teman yang baca blog saya, "weh, baca blog punyaku juga" balas saya.

"Gak sengaja sih, cari jadwal kereta kalijaga, eh yang nongol artikelmu. Tapi kok aku

39 komentar:

  1. sekarang kabarnya tiket KA naik banget2an ya mba??

    BalasHapus
  2. Kemarin naik yang ekonomi cuma 10ribu/kursi, itupun diskon 50% lho Mbak. Saya juga jarang naik kereta Mbak :)

    BalasHapus
  3. yeaaayyy, dapat info di sini. Pucuk di cinta ulam pun tiba. mau ke solo juga aaaah naik kereta dari semarang

    BalasHapus
  4. asiiiknyaaa naik kereta api tuut tuut tuut....alde kemarin merengek di museum kereta mba, ngga dapat karcis hehe iya datangnya siang2 je...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, kalau di ambarawa harus pagi2. Siang dikit, tiket habis :(

      Hapus
  5. Habis ini pasti mau ngeripiu hotelnya hihihi. Jadi pengen ngajak Thifa naik kereta. Itu 10 ribu sampe kapan yak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya belum ada berita kenaikan Mi

      Hapus
  6. Pengen bawa anak2 naik kereta jarak jauh, ga pernah.... waktu kecil saya senang naik kereta api malam ...beda sensasinya :D

    BalasHapus
  7. seneng kalao ngajak anak2 naik transportasi yang belum mereka naiki,seru aja rasanya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak. Sampai di Solo saya ajak naik becak, angkutan, taksi dan bis kota. Biar punya pengalaman :)

      Hapus
  8. Asyik tu mba,naik kereta Semarang -Solo apalagi tarifnya murah ber-AC lagi.kalau kami biasanya dari Semarang turun distasiun Salam Gemolong ngga sampai Solo.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya dan murahnya itu lho hihihi..

      Hapus
  9. Mau cobaaa aaah.. *baca perjuangan beli tiketnya *sigh.. .XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Entah kenapa, setiap mau naik kereta selalu dengan perjuangan :D

      Hapus
  10. Xixixi.. dek Fatih ngiler ya liat mbak n mas yang makan chitato? Jangankan anak-anak y mak, yang dewasa aja kayak kiyta suka ngileran, cuma bisa sabarny aja yang jadi pembeda :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya saja juga ngiler Mbak..hihihi..minta Fatih, sudah dipesenin, "jangan habiskan"..hahaha...

      Hapus
    2. wew, enak nih.. ngomongin jajanan ..jdi kepingin juga.. :)

      Hapus
  11. Horee... Fatih udah naik kereta ya, mas Milzam sama Naufal malah belum pernah loh. Kemana-mana kalo keluar kota selalu bawa mobil, hihii

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo dicoba, sensasinya beda hihihi...

      Hapus
    2. iya, jd pngn ikutan nyoba :D

      Hapus
  12. Mak Rizka, kalau daritu purwosari pulang ke semarang menggunakan kalijaga juga bisa, Mak?

    itu rute jalanannya ngelewatin / berhenti di stasiun Klaten ndak Mak? rumahku disana dan kepengen banget bisa ke Semarang dari Klaten..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pulangnya naik bis Mak. Soalnya kereta yg dari Solo adanya jam 5 atau 6 pagi. Kayaknya gak lewat Klaten deh. Seingat saya lewat perbatasan Salatiga dan Purwodadi.

      Hapus
  13. asyik banget ya naik kereta...sy blum pernah lo mak....

    BalasHapus
  14. Mbak saya mau tanya, untuk kereta dari semarang ke purwosari (solo) itu beli tiketnya dimana ya mbak ? rencananya saya mau naik dari pocol. mohon info ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau saya sih lewat indomaret Mbak. Pertama cek jadwal keberangkatan lewat web kereta api.

      Hapus
  15. yeaaayyy, dapat info di sini. Pucuk di cinta ulam pun tiba. mau ke solo juga aaaah naik kereta dari semarang

    BalasHapus
  16. Mak Rizka, kalau daritu purwosari pulang ke semarang menggunakan kalijaga juga bisa, Mak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf baru balas. Bisa mbak. Cuma jamnya beda. Cek langsung ke webnya KAI

      Hapus
  17. masihkah beroperasi ka. kalijaga sekarang?

    BalasHapus
  18. Itu pesennya dimana? Bisa di indomart kah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dulu bisa mbak. Tapi sekarang kayaknya langsung

      Hapus

Terima kasih sudah mengunjungi blog ini. Saya senang menerima komentar yang baik dan membangun. Harap tidak meninggalkan link hidup.

Blog Design by Handdriati