Selasa, 02 Juni 2015

(Review) Grand Sae Boutique Hotel Solo: Kereta dan Inspirasi Rumah

Pintu masuk

“Penilaian atau pilihan seseorang itu tergantung kebutuhan”

Ya, menurut saya, orang bisa memilih dan memberi nilai terhadap sesuatu itu bergantung kebutuhan  orang tersebut. Begitu pula ketika saya memilih Grand Sae Boutique Hotel Solo. Begitu suami setuju untuk menginap di Solo, usai perjalanan dengan kereta kalijaga, saya langsung browsing sana-sini.

Saya mencari hotel dengan harga 300ribuan, kamar dan tempat tidur yang cukup untuk berempat dan ada kolam renangnya. Sebelumnya sempat juga baca review Mbak Winda Oetomo, terus membandingkan dengan ulasan singkat berbagai hotel di beberapa travel online, kok hati saya langsung jatuh cinta dengan Grand Sae.

Daaaannn, pilihan saya tepat, itu yang dibilang suami. Pilihan saya memenuhi obsesi Fatih terhadap kereta dan memberi inspirasi bagi suami. Maksudnya?

Balkon menghadap stasiun Purwosari
Kereta
Letak Grand Sae deket banget dengan stasiun Purwosari, kalau yang suka jalan kaki, paling cuma butuh waktu 10-15 menit. Naik becak paling mahal 10 ribu. Kalau bawaan segabrek naik taksi 20 ribu. Ternyata, keberuntungan memang lagi-lagi berpihak pada Fatih, kami dapat kamar di lantai 5 dengan balkon yang menghadap stasiun Purwosari. Bisa ketebak, setiap kereta lewat, Fatih lari naik kursi di balkon. Benar-benar puas Fatih memandangi kereta yang hilir mudik.

Kolam dan taman gantung
Inspirasi Rumah
Begitu tiba di Grand Sae pukul 13.00 WIB, suami langsung asik memandangi desain interior dan eksteriornya. Pandangannya langsung ke langit-langit, “Mah, atap kacanya mungkin bisa dimodel seperti ini”. Ya, rumah yang kami bangun memang memiliki sedikit masalah dengan atap kaca. Ketertarikan suami berlanjut ke tanaman rambat di depan,”Besok halaman belakang mau tak kasih tanaman rambat dan gantung seperti ini Mah”.

Masuk ke kamar superior twin yang kami pesan, suami langsung suka dan ingin desain kamar utama seperti itu. Desain kamarnya memang oke banget. Minimalis namun tidak ‘kosong’. Dinding terpasang wall paper dengan corak yang lembut. Di kepala tempat tidur, ada hiasan ranting pohon dengan lampu berwarna hijau. Tempat tidur lengkap seprai dan bantal dengan merk king koil *akhirnya merasakan juga tidur di atas seprai king koil. Di sudut dekat balkon, ada meja kerja plus kursi tempat suami ‘menggarap’ liputannya.

Liburan tetap bekerja
Kamar mandinya memungkinkan saya memandikan Fatih dan Fattah. Desainnya juga minimalis yang lagi-lagi tidak ‘kosong’. Bagian yang saya suka, lantai showernya dari batu alam, ada rasa-rasa alaminya gitu.  Air hangatnya pun mengalir lancar.

Tempat tidur yang cukup luas
Sesuai Kebutuhan
Kembali kebutuhan, fasilitas di Grand Sae sudah memenuhi kebutuhan saya. Kamar cukup buat Fatih berlari-lari di sela-sela furniture di kamar. Luas kamar tidur termasuk kamar mandi 3,5 x 7 meter. Tempat tidur, cukup untuk ditiduri 2 orang. Karena Fatih, yang semula berjanji mau tidur dengan Ayahnya mengubah janji, tempat tidur akhirnya disatukan. Ide Ayah ini menyelesaikan 2 hal, Fatih tetap 1 tempat tidur dengan saya dan Fattah cukup luas untuk berguling di atas kasur.

Satu hal yang menarik di Grand Sae adalah kolam renang indoor. Saya memang punya rencana dari dulu untuk mengajak Fatih berenang. Sayang, awal tahun, hujan masih kerap datang. Solusi berenang meski hujan, ya kolam renang indoor. Kolam renangnya sih tidak besar sekitar 4 x 8 meter, kalau saya yang berenang jelas tidak puas. Tapi tujuan saya kan Fatih, cukuplah melihat dan mendengar tawa Fatih saat berenang.

Kolam renang

Terakhir yang membuat puas, ratenya 349.167 via  sudah dapat sarapan pula. Harga segitu dengan fasilitas kolam renang, balkon yang menghadap stasiun kamar plus tempat tidur yang cukup berempat *biasanya suami terpaksa tidur di sofa atau kasur bawah*, itu MURAH.

Plus-plus
Murah, kamar cukup luas, kolam renang indoor, masih ada plusnya. Plusnya di pelayanan, sarapan dan tanpa biaya tambahan. Kami kan datang pukul 13.00 WIB, padahal check in seharusnya pukul 14.00 WIB. Tidak menunggu waktu lama, tidak sampai 30 menit, kami sudah dipersilakan memasuki kamar disertai kunci masuk dan voucher sarapan plus voucher snack di pool bar.

Malam hari, sepulang jalan-jalan, saya menanyai resepsionis,”bisa minta tolong kukuskan labu kuning dan pisang kepok?”. Keesokan paginya, sebelum sarapan, saya menyerahkan labu kuning dan pisang kapok ke resepsionis. Dua makanan itu, khusus untuk sarapannya Fattah. Saat sarapan, labu kuning dan pisang kapok diserahkan ke saya. Alhamdulillah, entah disediakan atau rejekinya Fattah, di resto ada high chair buat bayi *sorak-sorak gembira.

Fatih pun cukup puas makan di restonya, karena ada pojok mie yang bisa dipesan. Fatih pesan mie goreng dan telur. Saya dan suami mencobai hampir semua menunya. Mulai dari jus, sereal, buah, nasi, lauk dan sayurnya.

Siangnya, sekitar jam 11.30 kamar dihubungi resepsionis, “Ibu berencana check out jam berapa?”. Karena hari itu Jum’at, kami berencana check out jam 12.30 setelah suami sholat jum’at. Untunglah resepsionis memperbolehkan. Asiknya lagi, saat check out kami tidak terkena biaya tambahan untuk nitip kukus dan molor check out *elus-elus dompet.

Penataan yang efisien
Minusnya
Kayaknya sempurna banget ya, terus minusnya apa? Ada sih minusnya. Kalau saya, saat masuk kamar mandi tercium bau yang kurang sedap. Cuma pas saya tanyakan suami, dia tidak mencium bau itu *apa hidung saya yang bermasalah.

Kalau suami saya, letak Grand Sae kurang strategis. Mau ke kota agak jauh. Mau naik angkot, harus jalan dulu ke jalan Supriyadi. Bagi saya sih gak terlalu masalah, wong saya sudah dididik untuk tahan berjalan kaki sejak kecil *baca tidak punya mobil.

Maskot burung merak
Kalau Fatih, maskotnya Grand Sae itu, membuat kesempurnaan Grand Sae berkurang. Iya, Fatih takut banget dengan maskot burung merak yang berdiri tak jauh dari pool bar dan lift.

Bagaimana dengan Fattah? Pasti dia manut saja. Eh, jangan salah, bagi Fattah, tingginya tempat tidur membuat sakit tubuhnya saat terguling dari tempat tidur. Eh, ini akibat keteledaran Mama dan Ayahnya ding *malah cari kambing hitam.

Nah, benar kan penilaian tergantung kebutuhan. Kalau ditanya, rekomendasikan Grand Sae Boutique Hotel Solo ga? Kalau kamu punya kebutuhan seperti saya, saya rekomendasikan.


Desain balkon tampak luar


29 komentar:

  1. Iya Mbak, lumayan Murah segitu dengan fasilitas yg oke. Bisa jadi referensi nih. Makasih mbak :)

    BalasHapus
  2. TFS mak, ini serba silver ya warnanya??

    BalasHapus
  3. Bisa jadi referensi nih, Mak. Kalau lagi berkunjung ke Solo. Suka banget sama design dinding di atas kasurnya.... :D

    BalasHapus
  4. wow...tenkyu sharingnya mak :)

    BalasHapus
  5. Wuiiiiiiih...kamarnya cakeeep. tempat tidurnya gede, hehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, kamarnya oke..gak polosan :)

      Hapus
  6. Maskotnya itu ada orangnya di dalem kong? Kok bisa sandaran kayak hidup gitu ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak ada, itu boneka disenderin gitu

      Hapus
  7. Murah ya, Rizka, aku belum pernah nginap di Solo. Makasih udah kasih rekomendasi di sini.

    BalasHapus
  8. hotelnya keren, ya mba..itu maskotnya kenepa nyender begitu? lelah dia hihihi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin dia lelah...hihihi..maskotnya agak menyeramkan. Kalau pas malam, tiba-tiba dia hidup gimana? Lihat sorot matanya *ketularan AKD Horor

      Hapus
  9. mewah banget ya hotelnya murah lagi :)

    BalasHapus
  10. Bagus dan murah hotelnya. Mantap!

    BalasHapus
  11. Waah senangnya bisa lihat kereta dari balkon kamar. Dulu si maskot (merak ya?) belum nyender di situ sih, Mbak. Ngagetin juga kali ya kalo malem-malem. Hehehe.

    BalasHapus
  12. Asyik ya, mak. Ada baby chairnya. Kalo dikukusin juga dibolehin enak juga :D Seenggaknya buat anak jadi bisa tetap makan makanan yang dia butuhkan ya. Aku naksir desain kamar sama kolam renangnya, hehe

    BalasHapus
  13. fasilitasnya ok juga ya mba

    BalasHapus
  14. Solo ya? waaah ramai nih karena Pak Jokowi mau mantu :D

    BalasHapus
  15. murah banget mba fasilitasnya juga indah banget pasti nyaman deh nginep di sana :D

    BalasHapus
  16. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  17. Selama ini kalau ke Solo sukanya yang agak jauh. Haha. Alasan aja sih biar nggak tepat waktu datang ke kantor :p

    BalasHapus
  18. dengan fasilitas yang dimiliki cukup murah tuh dengan harga segitu..
    jadi pngn nyobain nginep disana.. :D

    BalasHapus
  19. Itu kolam renangnya buat umum nggak ya ?

    BalasHapus
  20. Itu kolam renangnya buat umum nggak ya ?

    BalasHapus

Terima kasih sudah mengunjungi blog ini. Saya senang menerima komentar yang baik dan membangun. Harap tidak meninggalkan link hidup.

Blog Design by Handdriati