Selasa, 18 Juli 2017

3 SIKAP HIDUP PENGELOLAAN KEUANGAN ALA PAPA



“Mbak, bagi kiatnya donk. Gimana bisa mengelola keuangan, biar bisa bangun rumah kayak dirimu?” tanya seorang rekan kerja yang punya rencana ingin membangun rumah yang lebih luas.

“Ah, Mbak Rizka bukan gak punya uang. Cuma uangnya disimpan, gak buat beli-beli baju, tas atau sepatu” ujar seorang rekan lain pada satu kesempatan.

“Eh Mbak, gimana sih biar bisa kayak Papamu? Pensiunan tapi hidupnya santai. Gak mikirin biaya hidup” tanya seorang rekan setelah mendengar kisah keseharian Papa setelah pensiun.

Papa sudah pensiun sejak tahun 2008. Saat pensiun, semua anaknya belum menikah. Adik bungsu pun baru kelas 3 SMA. Pertengahan tahun adik no 3 menikah dan saya malah kuliah lagi.

Semua pengeluaran itu cukup mampu Papa selesaikan tanpa kesulitan. Artinya Papa memang sudah punya dana untuk menyekolahkan dan menikahkan anak. Bahkan kami kalau punya kesulitan atau butuh bantuan keuangan Papa siap support *duh, malunya.

Wah, pasti Papanya direktur ya Mbak? Atau punya usaha setelah pensiun?. Tidak, Papa saya seperti Papa kebanyakan orang tua. Hanya seorang pegawai BUMN dengan pendapatan yang sewajarnya. Hanya saja Papa punya sikap hidup pengelolaan keuangan.

Sikap inilah yang sedikitnya tertanam dalam hidup saya, yang dianggap hemat oleh rekan-rekan lain. Dalam pandangan mereka, saya jarang belanja, suka gratisan dan hemat dalam pengeluaran keluarga.

Padahal sih gak segitunya. Saya malah kadang sering diingatkan suami kalau kayaknya masih boros dalam pembelanjaan. Yang membuat boros sebenarnya sih duo F. Biasalah, minta jajan, jalan-jalan dan beli mainan.

Tapi, tetap bagi yang lain itu dianggap wajar. Wajar, karena ternyata anak-anak mereka sama saja..hahaha.

Jadi sikap hidup apa sih yang dipunyai Papa dan tertanam dalam hidup saya?

Tidak Berutang

Inilah sikap hidup pertama dan utama bagi Papa saya. Wah, berarti Papanya gak punya utang? Pernah, waktu beli rumah pertama di Bandung. Saat itu, Papa terpaksa berutang karena tidak ada orang yang dapat dimintai pinjaman.

Maklum Papa sudah tidak punya orang tua. Kakak-kakaknya pun bukan orang kaya yang punya kelebihan anggaran. Solusi satu-satunya ya pinjam di salah satu bank konvensional, dulu belum ada bank syariah.

Itu, satu-satunya catatan utang. Setelah itu, saat beli rumah di Makassar tunai. Saat beli mobil atau kebutuhan lain pun tunai. Bagi Papa saya, beli dan miliki barang sesuai kemampuan. Kalau belum mampu beli mobil, ya tidak perlu berutang.

Sikap ini membuat saya enggan untuk berutang. Saya sempat punya kartu kredit, setiap habis belanja, langsung saya bayarkan tagihan. Takut lupa. Saat membayar baju seragam TPQnya Fatih pun, langsung saya bayar tunai. Padahal ada kemudahan untuk membayar 3x. Cuma saya kurang sreg saja. Rasanya seperti beban.

Hemat Bukan Kikir

Orang tua saya itu, pasangan hemat. Tidak cuma Papa, Ibu juga hemat. Beberapa contoh hemat dalam pemakaian listrik dan air. Membiarkan lampu menyala saat hari sudah siang atau tanpa sengaja mengisi air bak mandi hingga tumpah, rasanya seperti dosa besar.

Akhirnya anak-anaknya pun terbawa suasana hemat. Tagihan listrik saya setiap bulan tidak lebih dari 200 ribu. Padahal saya menggunakan mesin air, mesin cuci dan AC. Adik saya pun berusaha agar tagihan sekitar 200 ribu.

Dalam membeli pakaian, sepatu ataupun tas tidaklah berlebih. Punya tas atau sepatu 2 saja sudah cukup banyak.

Tapi Papa tidaklah kikir. Kalau lihat pakaian sudah tak layak pakai pasti ditegur. Disuruh keluarkan dari lemari pakaian. Bahkan kalau masih dipakai, pakaian digunting dan langsung dijadikan lap..hahaha.

Membeli dan Menggunakan Barang Berdasarkan Kualitas

Meskipun hemat, bukan berarti kedua orang tua saya menggunakan barang yang tidak berkualitas. Saya ingat, saat Papa membelikan jangka untuk peralatan sekolah. Jangka yang dipilih yang kualitasnya baik. Tentu, harganya bukan yang paling murah.

Makanya saat membeli barang, saya selalu pilih berdasarkan kualitas dan kenyamanan bukan berdasarkan harga. Ada barang yang harganya cukup murah dibanding yang lain tapi kualitas cukup baik. Tapi banyak juga yang harga sesuai kualitas.

Contohnya, saat membeli sandal untuk keseharian, saya cukup puas dengan kualitas sandal seharga 70 ribu. Saya tidak memandang merk, yang penting nyaman digunakan.

Untuk masalah bra, saya pasti memilih kualitas yang cukup baik. Harganya memang tak terbilang murah. Alasannya, karena saya sudah pengalaman membeli yang murah, baru sebulan dua bulan karet sudah melar dan tidak nyaman digunakan. *ini kenapa membahas masalah underwear.

Masalah jam tangan pun, saya termasuk pemilih. Kadang juga tertarik untuk membeli jam tangan yang mumer dengan model yang unyu-unyu. Tapi setelah diperhatikan, bahan agak kasar. Kulit saya yang sensitif alias gampang gatal tidak bisa menggunakan kalep kulit atau logam yang kurang baik. Biasanya kalau saya nekat beli, berakhir “mangkrak”.

Salah satu merk jam dengan kualitas yang cukup baik menurut saya sih Alexandre Christie. Saya tertarik dengan model dan wadah kayunya. Saya dulu membelikan jam model sporty buat mantan pacar yang berubah status menjadi suami. Eh, malah dapat hadiah pernikahan adik jam logam Alexandre Christie.

Beberapa kali, saya sempat nengok koleksi jam tangan Alexandra Christie di Zalora. Kadang saya masukkan ke wishlist, siapa tahu lagi diskon. Biasanya kan ada notifikasi di email..hihihi.

Itulah 3 sikap pengelolaan keuangan ala Papa yang tertanam dan saya praktekan di rumah tangga saya. Kalau kamu, punya sikap atau kiat pengelolaan keuangan keluarga seperti apa?

Jam inceran *kode keras buat suami

19 komentar:

  1. Salut sama papanya mba, disaat pensiun masi byk PR nya, tapi semua teratasi. Boleh juga klo Ada tips2 menabung ala papanya mba:) klo aq pilih belanja bulanan sekaligus, spy ga bolak balik mini market yg nantinya malah byk pengeluaran tak terduga..sepatu & tas jg cari yg berkualitas,cukup 1 tp tahan lama..hemat jgk panjang

    BalasHapus
  2. Mbak..sandal kita harganya sama 70 ribu😁😁
    Aku mau niru manage uangnya ah.. Biar sejahtera tanpa utang.

    Maksih mba..

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama mba aku juga mau niru cara memanage uang ala mba rizka.

      Hapus
  3. Aku sama dgn papamu dlm hal beli brg berkualitas.. Akupun begitu mba, krn mikirnya itu lbh tahan lama :) . Ujung2nya jd hemat krn ga perlu srg2 beli. Di sini aku beda ama suami, krn dia lbh suka yg murah. Alasannya, krn toh kalo ntr bosen, ga ngerasa bersalah banget hrs bel lagi :D. Sampe skr yg begitu kita blm nemu kesepakatan :p

    BalasHapus

  4. It's in reality a great and useful piece of info. I'm happy that you just shared this useful info with us. Please stay us up to date like this. Thank you for sharing. netflix account

    BalasHapus
  5. Thanks for your thoughts. Travelers can apply online for their Turkish visa. e Visa of Turkey can get online via Turkish visa.By the time your application is complete, this new system has made visa processing easy and cost-effective for tourism and business travel in Turkey.

    BalasHapus
  6. Thank you The international travelers traveling to Kenya need to check the Kenya online visa application information online. However, the online visa application offers you the best, fastest online visa services. Thank you

    BalasHapus
  7. It was very informative and I would like to see more articles like this. Thanks for sharing...Indian visa Online that allows foreigners to come to India. The Indian visa website provides information about how to apply.

    BalasHapus
  8. Great job! I really like your work. US citizens are eligible to apply for the Indian tourist visa. The process of Indian tourist visa for US citizens is fully online.

    BalasHapus
  9. Thank you for this amazing post.. Wish to travel to Azerbaijan for business and tourism purpose then apply for e visa azerbaijan online. That offers you fast and very secure process.

    BalasHapus
  10. Nice way to express your thoughts. I like the way it is written. It is an easy and entertaining post. Keep uploading more content to engage more readers. Visitors who wish to visit Turkey can fill a Turkish visa application online from all over the world and get their visa on their email.

    BalasHapus
  11. You have read many valid points in this article, which I am confident will be enjoyed by your readers. Travelers have the option of applying for a Turkish e visa online from anywhere in the world, as long as they have an internet connection and valid documents.

    BalasHapus
  12. Hi guys, are you interested in traveling to any country? Yes, you can apply for a visa online. You can fill out your visa application form online through our Visacent website within 5 to 10 minutes. We offer visas to citizens of over 190 countries. You can read more information about visas through our website.

    BalasHapus
  13. Exploring this blog post was akin to traversing the intricate pathways of my consciousness. Every paragraph echoed the profound musings that frequently occupy my thoughts during moments of deep introspection. Discovering content that delves beyond superficial observations to explore the complexities of human experience is a rare treasure. Heartfelt thanks are extended for articulating sentiments and reflections that often evade expression.

    BalasHapus
  14. This article deeply connects with me. Its insights offer a fresh take on the subject, encouraging introspection. Your words provoke a sincere reflection on personal experiences. It's remarkable how virtual text can stir profound contemplation. Thank you for candidly sharing your thoughts. Looking forward to more enlightening content.

    BalasHapus
  15. Your eloquent expression beckons readers into a realm where intellect dances with creativity. With each sentence, you skillfully unravel layers of complexity, inviting us to ponder the intricacies of the world around us. Your writing resonates with a depth that transcends mere words, leaving an indelible mark on the reader's soul. Thank you for sharing your unique voice.

    BalasHapus
  16. Excellent write-up! Your unique insights into this topic are both refreshing and enlightening. You've brought new understanding to often-missed points. The way you simplify complex concepts is very approachable. The real-life examples you provide add great context to your writing. Keep up the impressive work! Looking forward to exploring more of your intriguing ideas.

    BalasHapus
  17. This article is like a guiding light in the darkness of confusion! Your knack for simplifying intricate concepts is truly impressive. I couldn't help but marvel at how effortlessly you communicate your ideas. Your writing resonates with authenticity, making it a joy to read. Can't wait to see what wisdom you'll share next.

    BalasHapus
  18. Your perspective on balancing work and personal life was insightful and practical. It's a struggle that many of us face, and your advice on setting boundaries and prioritizing self-care was particularly valuable. The personal stories you shared made the guidance feel authentic and relatable. Keep sharing such valuable content; it’s a great reminder that achieving harmony in life is possible with the right mindset and tools. Thanks for the motivation and encouragement.

    BalasHapus

Terima kasih sudah mengunjungi blog ini. Saya senang menerima komentar yang baik dan membangun. Harap tidak meninggalkan link hidup.

Blog Design by Handdriati