Sabtu, 27 Juni 2015

Menabung, Cermat Mengelola Keuangan

Aneka tabungan

“Drrrrt” suara Hp suami bergetar.

“Ma, punya uang 300 ribu? Si A mau pinjam. Uang di dompet Ayah habis Ma” ujar suami setelah membaca sms dari temannya.

“Mau pinjam lagi?” tanya saya mengernyitkan kening.

“Iya, anaknya sakit, mau berobat Ma” jelas suami

Memang bukan sekali dua kali ini teman suami meminjam uang. Kasus seperti itu sih, tidak hanya teman suami, beberapa teman saya juga ada yang sering meminjam uang saat ada kebutuhan mendadak dan mendesak.

Saya memaklumi kalau memang yang meminjam, hidupnya belum berkecukupan. Tapi beberapa dari mereka punya hp bagus, sering berbelanja baju atau makan di tempat yang enak. Kok ya giliran anaknya sakit gak punya uang? Apa tidak punya dana darurat? Gak punya tabungan?.

Bagi beberapa orang memiliki tabungan memang terasa sulit sekali. Bukan karena pendapatan kecil, tetapi karena pengelolaan keuangan yang kurang tepat. Lebih jauh lagi sih, karena belum melek finansial. Jadi yang pendapatannya kecil pun memungkinkan kok punya tabungan. Caranya bagaimana?

Ada beberapa tips dari saya tentang pengelolaan keuangan sehingga bisa menyisihkan uang untuk tabungan. Tips ini hasil didikan orang tua yang irit cermat dalam mengelola keuangan. Tambahan lagi ilmu yang saya dapat setelah berguru ke simbah google seperti dalam tulisan ini. Mari disimak :

1.       Menabunglah di awal

Sebagian besar mengira bahwa uang yang ditabung adalah sisa dari penghasilan. Pas sudah akhir bulan, penghasilan ternyata tak bersisa, malah sering terasa kurangnya. Hasilnya gak jadi nabung. Anggapan seperti itu SALAH. Menabung seharusnya dilakukan saat kita menerima penghasilan. Menurut teori finansial, besaran uang yang ditabung minimal 10% dari penghasilan *nah lo.


Berarti gak boleh nabung di celengan ayam? Boleh, asal konsisten dan ayamnya jangan disogok-sogok bawahnya. Sering kan tangan kita gatal untuk mengambil isi celengan. Suami saya sering buat celengan dari botol plastic air mineral. Tiap ada uang sabetan *istilah pemasukan di luar gaji* sebagian dimasukkan ke celengan botol. Pas sudah penuh baru deh dihitung. Tapi jarang banget nih, hasil celengannya dimasukkan ke tabungan jangka panjang. Seringnya setelah dihitung, dibelanjakan untuk membeli barang yang diinginkan. Jadi tujuannya jangka pendek.

Terima gaji langsung autodebet

2.       Jangan utak utik tabungan

Balik ke celengan ayam, kadang tangan kita suka gatal menyogok si ayam untuk bertelur mengeluarkan sebagian uang di dalamnya. Akhirnya kebablasan, keluar semua uangnya. Makanya menabunglah di bank tanpa disertai ATM. Kalau ada ATM, tinggal gesek aja gampang, alhasil tabungan melayang lagi.

Kalau saya menabung di awal untuk pendidikan anak dan tabungan pensiun. Tabungan anak baru cair setelah 4 tahun, sedang tabungan pensiun paling cepat bisa diambil saat usia 45 tahun. Selain itu saya menabung di koperasi pegawai tempat saya bekerja. Jadi kalau mau ambil uang harus menunggu atau minimal ada usaha mendatangi bank atau koperasinya. *cocok buat yang malas gerak.

3.       Mengelola pemasukan dan pengeluaran

Mengelola pemasukan dan pengeluaran dengan cermat, agar kita tahu dari uang masuk dan keluar. Mengelola  bukan berarti menyamakan pemasukan dan pengeluaran. Seyogyanya pengeluaran tidak lebih dari 60% pemasukan yang diperoleh dan itu sudah termasuk utang lho. Sisanya, untuk tabungan, investasi, sedekah dan lain-lain. Jadi tidak ada alasan untuk tidak bisa menabung.

Salah satu cara untuk mengontrol pengeluaran. Kita bisa membagi anggaran pengeluaran dalam amplop. Pertama, amplop cicilan utang. Kedua, amplop tagihan listrik dan telepon, Seterusnya amplop biaya pendidikan, amplop belanja bulanan dan sebagainya. Saya tipe orang yang malas mencatat, jadi biasanya saya masukkan uang dalam amplop.

Amplop pengeluaran

4.       Ubah gaya hidup

Kalau ketiga tips di atas tidak bisa dijalankan, saatnya kita kontemplasi. Apa yang salah dalam diriku? Jangan-jangan gaya hidup tidak sesuai dengan pendapatan setiap bulan. Banyak inginnya padahal pendapatan belum memungkinkan untuk itu. Ingin punya rumah mewah, mobil, barang-barang tersier yang high. Duh..kalau semua diikuti dengan mengupayakan pemasukan mungkin sih gak masalah *ingat, pemasukan yang HALAL.

Untuk memenuhi semua ingin itu, sekarang gampang. Banyak tawaran pinjaman yang mudah. Saking mudahnya, tahu-tahu gaji 1 bulan hanya cukup buat bayar utang. Utang lunas, karena jenis orang yang pengen ini itu, ambil pinjaman buat memenuhi ingin yang lain. Bak lingkaran setan.

Kalau sudah seperti itu, saatnya realistis dan mengubah gaya hidup. Mari mencermati, mana yang sesuai dan mana yang di luar budget. Misal, mengurangi jatah makan di luar, memilih tempat makan yang sesuai budget dan membeli barang yang sesuai budget. Buang kebiasaan berlebihan menjadi hemat dan sesuai kebutuhan.

Sedari kecil dibiasakan menabung
Prakteknya memang tidak mudah. Saya sendiri belum bisa konsisten dengan pengeluaran 60%. Tapi saya berusaha untuk hidup hemat. Jika ada pemasukan lebih, saya memilih menyimpan di Bank, daripada membelanjakan untuk kesenangan semata. Hasil dari 4 tips itu, saya bisa menabung untuk membangun rumah. Memang sebagian masih utang, tapi tetap dengan perhitungan.

Rumah hasil menabung
Bagaimana? Tidak ada alasan untuk tidak bisa memiliki tabungan kan. Terus ada yang tanya, tabungan yang bagus apa ya? Malas keluar masuk bank, panas *tipe pencari kemudahan. Jangan kuatir, silakan aja membandingkan produk tabungan dari berbagai bank di cermati.com. Tunggu apalagi. Mari cermat mengelola keuangan sehingga menabung menjadi hal mudah.

"Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Share Tips Menabungmu bersama Blog Emak Gaoel dan Cermati"


35 komentar:

  1. celengan ayam disogok-sogok bawahnya :D itu saya banget hahahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu kelakumn saya semasa kecil Mak :D

      Hapus
  2. Yang amplop2 itu saya sudah cobaaaa Mak. Hihihihihi. Gagal. Akhir bulan malah banyak nombok sana-sini. Hihihihihi.

    Tapi setuju nih kalau nabung itu bukan sisa dari penghasilan kita ya Mak. Pas awal dapat penghasilan langsung deh ambil berapa persennya ditabung.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mak, kalau sisa mah, bakal gak bersisa :D

      Hapus
  3. Yang amplop2 itu saya sudah cobaaaa Mak. Hihihihihi. Gagal. Akhir bulan malah banyak nombok sana-sini. Hihihihihi.

    Tapi setuju nih kalau nabung itu bukan sisa dari penghasilan kita ya Mak. Pas awal dapat penghasilan langsung deh ambil berapa persennya ditabung.

    BalasHapus
  4. jadi pengen nabung di cermati nih

    BalasHapus
  5. Aku ikut auto debet, Mak. Etapi kok kadang ya kebablasan. Lalu sebagai orang pengumpul koin, dakuw punya celengan bekas roti isinya koin doank. Hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Daku juga punya Mak, tapi seringnya setelah ditukar dibuat jajan :D

      Hapus
  6. Itu perumahan di daerah mana makk..
    Byw udah ku folbek ya makk #43

    Http://beautyasti1.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak perumahan Mak, bangun sendiri :)

      Hapus
  7. no 2, suka gatel mak hiks. untungngnya suami mengerti, dia ngasih uang pas buat belanja kebutuhan aja urusan nabung beliau yg lebih telaten

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, malah enak Mak, tau beres hihihi..

      Hapus
  8. wahhh cara mengelola uang dengan memasukkannya ke dalam amplop2 anggaran juga diterapkan ibuku.
    BENER BANGET AKU JUGA SEBEL sama org yang mentingin gaya hidup , padahal gaji ga cukup untuk gaya hidupnya dan ujung2nya hutang karena ga punya tabungan. menghadapi org semacam itu sih harus tegas mak :) klo engga entar keenakan dianya lho hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mak, saya juga lihat2 orangnya dulu dan kepentingannya :)

      Hapus
  9. Duuuuuh...saya dan suami masih kacau banget nih mbak soal mengelola tabungan. Thanks for sharing ya mbak.

    BalasHapus
  10. Bener Mbak, kebanyakan sih soal gaya hidup. Seperti kata pepatah, pendapatan itu cukup kok untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tapi gak akan cukup untuk memenuhi gaya hidup. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mak, gaya hidup itu intinya :)

      Hapus
  11. Itu bener banget sih mbaaak...
    Sebaiknya punya rekening buat nabung yang gak ada ATM nya hehehe...
    Aku juga begituuu...biar gak gatel pengen nge-debet terus :)

    Masih berusaha nabung nih mbaaak...walopun ya gitu deh hehehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah, teh Erry mah tabungannya lewat menang lomba :D

      Hapus
  12. menabung mesti dibiasakan dari kecil biar nantinya udah biasa :)

    BalasHapus
  13. mulai menabung ahh biar bisa beli rumah hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama berlian juga donk Mbak hihihi..

      Hapus
  14. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  15. itu nomer 2 aku bangeeet mba, kutak katik tabungan huhuhu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tabungan Mbak Dedew mah royalti..hihihi..

      Hapus
  16. Kalau saya suka nyimpen di sela-sela buku. Sama aja giliran butuh bukunya dibuka dan diambil hahaha... dari dulu pengen coba ngumpulin koin tapi ga pernah berhasil karena selalu kepake apalagi pas butuh receh buat ongkos. Tabungan? punya juga, cuma suka ludes aja digesek di atm akhirnya milih 'tabungan paksa' yang ga ada atmnya. lebih disiplin. Emang harus niat ya kalau mau nabung, bukan numpang parkir dana.

    BalasHapus
  17. betul mbak kita memang harus cermat mengelola uang apalagi sebagai seorang ibu. klo engga bisa hutang sana sini dan dikejar debt collector he3

    BalasHapus
  18. Nabung dikit2 bisa jadi banyak asal telaten ya, mak.

    BalasHapus
  19. Cucok mbak! Saya juga berprinsip menabung di awal. Kalau di akhir suka udah habis. :))))

    BalasHapus
  20. sepakat, menabung emang penting, tapi harus cermat juga cara menabungnya, supaya sesuai dengan pos yg dituju di masa depan

    BalasHapus
  21. Pakai sistem amplop memang cukup efektif untuk mengontrol pengeluaran :D nah yang bagus memang menabung itu di awal bulan ketika terima gaji ya..

    BalasHapus

Terima kasih sudah mengunjungi blog ini. Saya senang menerima komentar yang baik dan membangun. Harap tidak meninggalkan link hidup.

Blog Design by Handdriati