Kamis, 17 September 2020

MENGAJARKAN ANAK-ANAK MENGHADAPI PANDEMI COVID 19

 


“Mah, minggu besok kita jalan-jalan yuk!. Bosan di rumah saja” ujar Fatih si sulung.

“Mamah, kapan kita ke kebun binatang lagi naik gajah? Kita menginap di hotel yang ada papan catur besar ya. Nanti kita berenang di kolamnya” pinta Fattah si bungsu.

Keluarga kami dalam setahun beberapa kali akan mengajak dan menjadwalkan anak-anak untuk berlibur di luar kota. Tergantung dana dan waktu yang kami libur yang kami miliki. Kalau dana mepet dan waktu libur cuma dua hari, Semarang atau Yogya menjadi pilihan yang diambil. Kalau waktu libur lebih dari dua hari kami merencanakan berlibur ke kota yang lebih jauh.

Akhirnya itu menjadi kebiasaan pada anak-anak kalau sudah lama tidak keluar kota, pasti menagih. Setiap hari libur, setidaknya mereka minta jalan-jalan ke luar rumah.

Ritual itu sekarang sudah tidak bisa dijalankan lagi selama 7 bulan. Kami belum pernah lagi tidur di hotel. Saat keluar pun harus penuh perhitungan, memakai masker, menghindari kerumunan, memilih pulang kalau di suatu tempat ramai, selalu membawa hand sanitizer dan lebih memilih bungkus makanan daripada makan di rumah makan.

Kalau keluar pun kami memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi. Untunglah di akhir tahun kemarin kami ada rejeki dan memutuskan untuk membeli mobil.

Semua itu kami lakukan dalam rangka menyesuaikan diri menghadapi pandemi Covid 19. Lantas bagaimana dengan anak-anak? Apakah mudah bagi mereka untuk menyesuaikan diri? Bagaimana cara kami meminta mereka untuk menyesuaikan diri?

MEMBERIKAN INFORMASI YANG SEBENARNYA

Kami, terutama saya selalu berusaha menyampaikan informasi yang benar kepada anak-anak. Saat pandemi Covid 19 melanda China di akhir tahun 2019, saya juga sudah pernah bercerita kepada anak-anak. Di bulan Februari, saya sudah sempat meminta Fatih untuk tidak berenang di tempat umum, karena di Jakarta sudah ada berita tentang orang yang terinfeksi.

Saya sampaikan tentang virus Covid 19, mulai dari bentuk virusnya, ukuran virus, gejala penyakitnya hingga cara untuk menghindari dari kemungkinan terinfeksi. Tentunya saya sampaikan dengan bahasa yang dapat dimengerti oleh anak-anak. Harapannya agar mereka mau beradaptasi dengan situasi saat ini.

AJARKAN PROTOKOL KESEHATAN

Anjuran tenaga kesehatan saat ini adalah menggunakan masker, sering membersihkan tangan dengan hand sanitizer, mencuci tangan dengan sabun dan menghindari kerumunan. Nah, anjuran itulah yang saya ajarkan kepada anak-anak. Setiap keluar mereka harus mengenakan masker. Tidak lupa membawa hand sanitizer. Saat masuk rumah, mereka terlebih dahulu akan mencuci tangan dan kaki serta mengganti pakaian seandaninya mereka turun ke suatu tempat.

Beberapa kali memang butuh diingatkan, tetapi semakin hari mereka mulai terbiasa untuk menjalankan protocol. Alah bisa karena biasa.

BERSIKAP TEGAS

Setelah menerima informasi, yang namanya anak-anak tidak begitu saja mau mengikuti informasi yang disampaikan.

“Ma, aku ikut turun ke toko ya? Ma, aku main ke rumah teman ya. Ma aku mau ikut mama ke kantor” dan permintaan lainnya.

Saat seperti itu, penting bagi kita untuk bersikap tegas. Kami biasanya memang meminimalkan anak-anak untuk masuk ke toko atau mall. Kalau cukup saya saja yang membelikan, anak-anak tidak perlu turun. Kami akan bersikap tegas untuk tidak membiarkan mereka turun. Kami kuatir kalau mereka akan memegang barang-barang yang ada di sana, padahal tidak perlu dipegang. Kami juga kerap dengan tegas meminta mereka mencuci kaki dan tangan saat memasuki rumah.

MENJALANI HIDUP SEHAT

Justru saat pandemi, saya mulai menyadari pentingnya hidup sehat. Keinginan hidup sehat sebenarnya sudah sejak lama, hanya saja urung saya realisasikan. Menu makan masih sesukanya dan jarang berolahraga. Saat ini saya dan keluarga malah mulai menyadari pentingnya hidup sehat. Anak-anak saya informasikan untuk memakan buah, minum air putih, makan sayur dan berolah raga.

Badan yang sehat akan membuat penyakit jarang bersarang di dalam tubuh. Saat virus datang, imun di dalam tubuh cukup kuat untuk melawannya.

Hal-hal itulah yang kami lakukan kepada anak-anak agar mereka dapat menyesuaikan diri dengan pandemi Covid 19. Meski demikian terkadang sempat juga terbesit rasa penasaran tentang kondisi kesehatan kami. Apakah kami aman dan tidak terinfeksi Covid 19?

Kalau sekarang sih informasi sangat mudah ya. Ada beberapa platform kesehatan yang menyediakan informasi kesehatan tentang Covid 19. Salah satunya Halodoc. Selain informasi kesehatan, kita bisa juga konsultasi online bahkan informasi tempat PCR Swab pun ada. Misalnya nih tempat PCR Swab Test Surabaya, maka akan muncul beberapa tempat yang melayani Swab Test di Surabaya.

Yuk teman-teman, kita jaga diri dengan mengajak anak-anak dan keluarga menyesuaikan dir dalam menghadapi pandemi Covid 19.

1 komentar:

  1. I definitely have found a new obsession with any dessert that includes cranberries and oranges together. There is just something magical about the combination. CHOCOLATE HAZELNUT COOKIES click for more info...

    BalasHapus

Terima kasih sudah mengunjungi blog ini. Saya senang menerima komentar yang baik dan membangun. Harap tidak meninggalkan link hidup.

Blog Design by Handdriati