Sabtu, 23 Maret 2019

EDUWISATA UNTUK ANAK-ANAK, MENYENANGKAN DAN SARAT PENDIDIKAN


Belakangan ini, bagi sebagian orang wisata sudah merupakan kebutuhan primer. Bekerja selama 5 bahkan 6 hari dengan rutinitas atau tekanan pekerjaan, tentu membutuhkan kegiatan untuk menyegarkan pikiran.

Berbagai tempat wisata baru terus bermunculan. Bukan hanya mengeksplorasi keindahan alam yang sudah tersedia, bahkan dicipta dan dibangun wahana-wahana baru dengan pengalaman yang berbeda.

Tak hanya obyek wisata, kuliner pun kini semakin berjamuran. Kafe dan rumah makan berinovasi menyajikan cita rasa makanan yang unik dan baru. Bagunan dan interior di dalamnya pun ditata menarik sehingga pelanggan mendapat pengalaman yang menyenangkan saat bersantap.

Perjalanan dan pengalaman ini kemudian terekam di media sosial, terutama Instagram yang fokus pada konten gambar dan video singkat. Tentunya ini membuat kita lebih mudah menemukan tempat-tempat wisata baru. Penyedia tempat wisata serta tempat makan pun memanfaatkan media sosial sebagai wadah promosi.

Begitu pun saya dan keluarga kecil memandang bahwa wisata merupakan kebutuhan primer. Tidak harus setiap minggu harus berwisata sih. Tapi pada saat-saat tertentu ketika kepenatan sudah pada titik puncak, wisata harus segera dilaksanakan.



 
Eduwisata Untuk Anak

Selain untuk mengusir kepenatan dan  menyegarkan pikiran, wisata bagi keluarga kecil kami adalah edukasi buat anak. Dalam tulisan yang pernah saya buat tentang tertampar di seminar, Ibu Septi pernah menyampaikan, bahwa anak-anak memiliki kebutuhan untuk mengeksplorasi dan bersentuhan dengan alam.

Momen berwisata tentu bisa dimanfaatkan untuk belajar menjelajah dan mengenal sudut kota. Tak hanya mengenai obyek wisata yang dituju, tetapi kisah di sekitar atau bahkan perjalanan yang ditempuh ke tempat tujuan.



Obyek Wisata Sarat Edukasi

Saat berwisata, obyek wisata yang akan kami kunjungi selalu dipilih yang sesuai dengan anak. Ramah dan sesuai dengan usia mereka. Tak lupa juga kami sisipkan kunjungan yang sarat dengan edukasi. Saat di Yogya kami mengunjungi kebun binatang. Anak-anak belajar dan mengamati bentuk dan tingkah laku binatang. Momen ini kami manfaatkan untuk bercerita segala hal tentang binatang.

Selain itu kami pernah mengunjungi museum dirgantara. Mereka menikmati berbagai macam pesawat bahkan kapal selam yang pernah digunakan oleh tentara. Mereka juga bertemu dan menyapa bapak petugas yang berpakaian seperti tentara.

Saat di perbatasan Klaten-Yogya, kami mengajak mereka ke candi Prambanan. Pertama kalinya mereka mengunjungi bangunan bersejarah yang berkaitan dengan Hindu. Kami ajak mereka memasuki bangunan candi sambil bercerita sedikit bangunan yang mereka kunjungi. Di area candi rupanya disediakan juga wahana memanah. Fatih yang saat itu berusia 5,5 tahun pun merasakan pengalaman memanah pertama kali.




Edukasi Transportasi Publik

Bagi kami yang tidak memiliki kendaraan pribadi yang cukup dan nyaman untuk seluruh anggota keluarga, tidak ada alasan untuk tidak berwisata. Fasilitas transportasi publik menjadi alternatif kami untuk tiba di tempat wisata.

Kami pun memanfaatkan transportasi publik bukan sekedar sebagai sarana transportasi. Kami memanfaatkan transportasi publik sebagai sarana edukasi yang sarat pengalaman. Saat usia Fatih 1,5 tahun hingga 4 tahun, wisata kereta api selalu menjadi agenda berwisata. Bahkan pengalaman ini saya tuangkan dalam lomba blog serta artikel di Republika.

Anak-anak belajar tata cara menaiki transportasi publik. Mulai dari memesan tiket, regristasi ulang tiket, suasana di dalam transportasi publik hingga sikap saat perjalanan.



Saat berada di sebuah kota, kami pun berupaya agar anak-anak merasakan pengalaman menggunakan transportasi publik yang ada di kota tersebut. Saat di Yogya kami menaiki andong dan becak. Berada di Solo, kami mengajak anak-anak untuk merasakan pengalaman menaiki kereta api, bis antar kota, bis transsolo, taksi, becak bahkan angkutan umum. Sayang, saat berada di Semarang keinginan menaiki bis tingkat belum terlaksana.

Liburan sekolah di tahun ini kami berencana untuk mengunjungi kota Jakarta sekalian berkunjung ke rumah adik di Depok. Beberapa destinasi sudah kami rencakan. Anak-anak tertarik dengan Kidzania. Kami pun menawarkan untuk melihat dunia laut dengan mengunjungi Seaworld.

Taman mini sepertinya juga menarik untuk dikunjungi. Kami ingin mengenalkan kepada anak-anak bentuk-bentuk rumah adat di berbagai daerah.

Terakhir, wisata transportasi publik sepertinya layak dicoba. Ya, MRTrans yang sedang bersliweran di timeline media sosial saya. Mumpung di Jakarta, sepertinya anak-anak perlu mencoba pengalaman berkendara dengan MRTTrans. Tiketnya sendiri dapat dipesan di Travel MRTrans Traveloka.

Rasanya tak sabar segera eduwisata ke Jakarta. Anak-anak perlu tahu letak pusat pemerintahan dan merasakan pengalaman berbagai obyek wisata di sana.

12 komentar:

  1. wah MRT trans bisa pesan di traveloka?
    Cobain ah ....

    BalasHapus
  2. Anak-anak pasti suka eduwisata transportation publik. Mereka belajar berani naik kendaraan umum, mulai dari beli tiket hingga tiba di tempat tujuan.

    BalasHapus
  3. Betul juga ya, eduwisata untuk anak memang penting. Biar nggak jadi penakut macam aku masa kecil dulu. Lihat bus aja nangis, apalagi kena bau knalpotnya, bisa-bisa langsung pingsan nggak karuan. Nice article mbak! :")

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu bedanya zaman dulu dan sekarang. he.e..e.

      Hapus
  4. wih kita satu kampung ternyata, jogja kita gitu lah ya

    BalasHapus
  5. wee ternyata banyak wisata edukasi di Yogya. Aku tahunya cuma taman pintar doang he he. Sip deh,.masuk wish list untuk dikunjungi

    BalasHapus
  6. Wah SeaWorld asyik tuh mba utk anak2 belajar sambil bermain..

    BalasHapus
  7. seru juga ya ternyata. liburan sambil melatih motorik anak juga

    BalasHapus
  8. WAH ASYIK ya mbak liburannya. Thanks ya kemarin sudah mampir ke blog saya

    BalasHapus
  9. Iya, sekarang banyak tempat wusata edukatif, ya, dan makin hepi lagi karena kemudahan tiketnya juga, klop

    BalasHapus

Terima kasih sudah mengunjungi blog ini. Saya senang menerima komentar yang baik dan membangun. Harap tidak meninggalkan link hidup.

Blog Design by Handdriati