Seorang teman pernah berkata, “saking sibuknya seorang ibu,
ia bahkan tak sempat meletakkan pantatnya”. Setelah menjadi ibu dari 2 orang
anak, saya paham maksud dari kalimat tersebut. Merawat keluarga dan membesarkan
buah hati, bukanlah pekerjaan yang ringan. Butuh tenaga yang besar, waktu yang seakan
tak ada habisnya dan pikiran yang luas.
Lelah seharian bekerja di kantor dilanjut mengurus duo bocah
yang berusia 3,5 tahun dan 1 tahun, tentu saya butuh waktu untuk diri sendiri. Waktu
yang merupakan apresiasi untuk diri sendiri atas apa yang telah saya kerjakan
selama ini.
Yoga dan Menulis, Hadiah Sederhana
![]() |
| Modal buat yoga |
Kesibukan sebagai pekerja, isteri dan ibu, mengharuskan saya
menjaga kesehatan dan stamina. Karenanya, seminggu 2 kali, saya dan teman-teman
kantor memanggil pelatih yoga. Lelah seharian bekerja, saya membutuhkan
olahraga yang menenangkan. Yoga selain membakar kalori juga membuat tubuh
sehat, lebih segar dan emosi menjadi tenang. Usai yoga, saya seolah mendapatkan
energi baru.
Me time yang lainnya saya nikmati melalui menulis. Menulis
menjadi ladang bagi saya. Ladang untuk menyalurkan hobi bercerita. Ladang untuk
belajar menyampaikan cerita dengan alur yang menarik. Ladang buat berbagi hal yang saya tahu.
Menulis mendatangkan kebahagiaan tersendiri. Kebahagiaan terasa saat tulisan
dibaca dan memberi manfaat bagi orang lain. Kebahagiaan juga membuncah, saat
tulisan saya memenangkan lomba atau dimuat di media cetak.
Bagi saya menghadiahi diri sendiri itu sangat penting.
Hadiah mendatangkan kebahagiaan. Ibu yang bahagia tentu menularkan kebahagiaan
ke dalam keluarganya. Happy Mom, Happy Family.
![]() |
| Bahagia dengan menulis |


