Minggu, 22 November 2015

Bingung Puting Itu Nyata

Enyahkan Dot
Bulan September kemarin, kecurigaan saya terhadap Fattah terbukti. Sudah 2 minggu, sore hari usai pulang kerja Fattah kerap menolak disusui. Awalnya saya masih berfikir positif. Oh, mungkin dia masih kenyang. Anehnya, kok dia sering mencari makanan. Bawaannya Fattah, lapar terus. Sudah menghabiskan 1 mangkuk bubur, dia masih sanggup makan biscuit. Ketika melihat kakaknya makan, pasti minta disuapi.

Malam hari menjelang tidur, Fattah masih mau disusui.  Tengah malam, saat resah, Fattah juga masih mau disusui.  Meski ketar-ketir, saat itu saya berdoa saja, semoga kekhawatiran saya tidak terjadi.

Bingung Puting

Pas bulan September, selama 10 hari, saya harus berangkat sebelum jam 7 pagi dan pulang jam 6 sore.  Mulai tanggal 11-20 September 2015, saya ikut tim pelatihan Mahasiswa Berkarakter atau disingkat MASTER. Seminggu menjalani rutinitas berangkat pagi-pulang menjelang maghrib, kekhawatiran saya terbukti. Di usianya 10 bulan Fattah terbukti BINGUNG PUTTING.

Mengapa saya mengatakan bingung putting? Karena malam harinya Fattah menolak disusui sama sekali. Tidurnya gelisah, seperti kehausan tapi gak mau saya susui. Matanya terpejam, namun suaranya merengek dan dia membolak-balikkan badannya. Saat itu, hati saya remuk redam. Campur aduk. Ingin menangis, khawatir dan tak rela. Saya kemudian mengalah memberikan air putih untuk melepaskan dahaga Fattah.

Resiko Penggunaan Dot

Bagaimana Fattah bisa bingung putting? Karena saya menggunakan DOT sebagai media pemberian ASIP. Sebagai ibu menyusui yang bekerja, saya sudah mempersiapkan berbagai hal mengenai ASIP. Tapi saya tidak bisa menghindar dari penggunaan dot. Saya menitipkan Fattah selama bekerja kepada Ibu. Sebenarnya ada pembantu juga di rumah, tapi merangkap bersih-bersih rumah.

Saya sudah menyampaikan kekhawatiran saya soal penggunaan dot. Namun ketika mencoba media lain, menyulitkan pemberian ASIP. ASIP banyak tumpah dan Fattah pun tak tenang. Akhirnya saya mengalah, sambil berdoa semoga Fattah menyapih sendiri dari dot, seperti kakaknya Fatih. Nyatanya, Fattah bingung putting.

Saya bisa mengerti. Sewaktu menyusui Fatih, tiap siang, saya sempatkan pulang ke rumah untuk menyusui. Saya juga sering sounding Fatih untuk melepaskan dotnya dan memilih menggunakan gelas atau sedotan. Sedangkan Fattah, saya gak bisa pulang menyusui, karena Fatih tidak mengijinkan saya berangkat kerja lagi.

Enyahkan Dot

Hanya ada satu cara untuk mengatasi bingung putting, MENGENYAHKAN DOT. Saya memilih untuk pulang ke rumah, menjelang jam makan siang. Hingga saat ini, kesempatan itu, saya gunakan untuk menyusui Fattah. Awalnya sih sempat juga addrama dengan Fatih. Namun lama-kelamaan, dengan ketegasan, Fatih akhirnya menerima kondisi itu.

Sebelumnya saat usia Fattah 6 bulan, saya sudah meminta Ibu untuk memberikan ASIP dengan sedotan.  Namun Fattah hanya mau menggunakan sedotan saat minum air putih.  Jadi balik lagi ke dot. Pikir saya usia Fattah sudah 10 bulan, tak mengapa lah minum ASIP berkurang di siang hari. Daripada saya tidak punya kesempatan menyusui hingga 2 tahun.

Tidak semua bayi menolak disusui, meski menggunakan dot. Tapi resiko lainnya, produksi ASI biasanya berkurang. Ini dialami oleh istri dari keponakan saya. Saat anaknya usia 7 bulan, ASIPnya tak mencukupi. Terpaksa dibantu dengan sufor.

Itulah mengapa saya tidak pernah menulis tentang merek dot atau persiapan pemberian ASIP. Ya, karena saya sudah tak mematuhi aturan dan resiko BINGUNG PUTING itu NYATA.

20 komentar:

  1. Hai Mbak. Ghifa saat ini baru 2 bulan 10 hari. Selama saya ngajar sampai jam 1 siang dia pakai dot buat ASIP. Selama ini kalau rewel dia lebih memilih pakai dot dibandingkan langsung nenen ke saya. Sempat setres saya mbak. Apa bingung puting? Pikir saya gitu. Tapi kok kalau malem selalu nenen saya. Dan baik2 saja. Alhamdulillah beberapa hari ini Ghifa kalau siang kadang ngusel2 di area PD pas digendong terus saya nenenin mau. Duh senangnya hati saya mbak. Karena biasanya nggak mau.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga gitu Mbak. Pas siang menolak disusui, kalau malam masih mau. Akhirnya positif bingung puting. Mudah-mudahan Ghifa gak bingung puting. Tapi sebaiknya medianya diganti saja.

      Hapus
  2. semangat ngasi dah pokoknya ya mak

    BalasHapus
  3. wah aku baru tahu istilah ini mb...
    bayi pas mau mimik susu itu punya insting ndiri apa diajarin bidan sih mb

    BalasHapus
  4. Karena dot memang teksturnya lbh keras ya mak. Dan gak semua orang di rumah bisa telaten kalo nyuapin pake sendok. Yang penting tetap semangat kasih asi ya mak meski mungkin produksinya jd berkurang

    BalasHapus
  5. waktu anak pertama pernah bingung puting karena pas lahir dikasih sufor sama petugas RS :(

    BalasHapus
  6. Anak-anakku gak ada masalah sih, meski harus ganti-ganti puting dan dot. Ndableg berarti ya, apa-apa mau.

    BalasHapus
  7. HIhihii sama dengan Mba Wati, anak2ku juga ndableg berarti ya. Semangat ya Mba Rizka, semoga habis ini Fattah bisa minum dg media lain sehingga malam harinya tidak bingung puting.

    BalasHapus
  8. noofa malah ngedot setelah tiga tahun, alias setelah sekolah mbak. dulu ga mau pake dot pas bayine

    BalasHapus
  9. dulu anak saya juga pake dot mbak, malah susah lepasnya... :)

    BalasHapus
  10. Jika sejak awal si baby udah dikasih dot biasanya emang susah kalo dikasih ASI langsung. menurut pengalaman orang tua sih.. :D
    Tapi makasih udah share :D

    BalasHapus
  11. Semangat mak, anak saya malah ga mau dot minum pake sedotan dan terbiasa saya ASI langsung skrg dilanda galau cara menyapihnya..

    BalasHapus
  12. Beneran deh, bingung dan sedih kalau anak sampai binun puting ya mba

    BalasHapus
  13. Judul nya kontroversional banget wkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaaa waakakakak isi nya juga enyahkan dot XD

      Hapus
  14. bayi saya 7 bulan sdh ga mau menyusu lewat PD krn kebiasaan ngedot.skrg saya putuskan singkirkan dot dan mulai dgn gelas.anaknya mau tp kendalanya kl malam hari dia lapar ,saya bingung krn posisi dia ngantuk jd g memungkinkan lwt gelas,bagaimana ya mam solusinya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau malam ditawarkan saja PDnya mom. Atau kalau belum mau, anaknya dipangku/didudukkan saat minum lewat gelas di malam hari. Anak saya, kalau menyusu biasanya memang saya pangku. Saya juga mulai ajarkan minum memakai sedotan. Jadi kalau malam bisa ditawarkan minum dengan sedotan. Pelan-pelan usahaka tawarkan PD lagi. Sedih rasanya kalau anak bingung puting. Makanya saya langsung singkirkan dotnya.

      Hapus

Terima kasih sudah mengunjungi blog ini. Saya senang menerima komentar yang baik dan membangun. Harap tidak meninggalkan link hidup.

Blog Design by Handdriati