Rabu, 09 Agustus 2017

SERUNYA TRAVELING KELUARGA

Main di Pantai Jepara
Sudah arisan ke 8, tapi saya baru buat tulisan arisan ke 6...hadeh. Manajamen waktu saya parah. Ditambah ada faktor prokrastinasi yang lain, yaitu perfeksionis.

Ini sudah keempat kali ngedraft. Tulisan sudah setengah jalan, eh mandeg lagi. Tiba-tiba alurnya menghilang. Kok gak nyambung, ngalor ngidul dan perasaan-perasaan lain.

Padahal tema periode ini masih cocok dengan niche blog saya. Masih tentang traveling. Mbak Winda Oetomo dan Mbak Dwi Septia melontarkan tema orang yang paling ingin diajak traveling.

Temanya mudah. Karena mudahnya, saya jadi berpikir yang lain. Masak saya gak punya seseorang yang ingin diajak traveling. Yang berbeda gitu. Biar anti mainstraim. Artis, politikus atau publik figur lain?.

Setelah lari ke hutan lalu melipir pantai, ternyata jawabannya di depan mata. Ya, orang yang paling ingin saya ajak traveling adalah keluarga saya. Suami dan anak-anak.

Traveling Sebuah Kebutuhan

Setelah berkeluarga. Menikah lalu punya anak. Hasrat traveling saya meningkat. Saya merasakan bahwa traveling adalah sebuah kebutuhan. Apalagi si Sulung Fatih, sejak kecil hobi traveling.

Sejak usia belum setahun, Fatih paling suka diajak bepergian. Pernah usia 8 bulan, dia pilek batuk dan rewel di rumah. Saya tidak tega melihatnya. Diantar Papa, saya bawa Fatih ke dokter.

Lalu, fiola, sesampai di dokter, kerewelan Fatih hilang, senyum mengembang, “Adeknya riang gitu bu. Gak kelihatan rewel” ujar dokternya.

“Ya begitulah anak saya dok. Sakitnya langsung hilang kalau di ajak jalan-jalan.” jelas saya.

Bahkan usai imunisasi badan Fatih panas, keesokan harinya dia masih bersikeras untuk tetap melanjutkan rencana traveling, meskipun sejam lalu dia masih mengeluh tangannya sakit.

Traveling Untuk Tumbuh Kembang Duo F

Bagi saya, anak adalah prioritas. Traveling selalu direncanakan untuk memperkenalkan bumi belahan lain kepada duo F. Tempat yang ramah anak. Wahana yang mengasah tumbuh kembang mereka.

Saat Fatih berusia 1,5-4 tahun, traveling kami temanya kereta api. Setiap destinasi, selalu ada unsur kereta api. Setelah Fattah berusia 2 tahun, mulai kelihatan kalau Fattah menyukai binatang. Makanya destinasi selanjutnya adalah kebun binantang. Kalau sudah lebih besar, saya ingin mengajak ke taman nasional.

Traveling Paket Komplit

Sebagai istri jurnalis, waktu liburan tidak pasti. Eh, minggu ini si Ayah full liputan. Alhasil, weekends kadang-kadang tidak bisa keluar.

Beberapa kali saya pernah membawa duo F sendiri, traveling ke tempat terdekat dengan angkutan publik. Saat itu masih numpang di rumah ortu yang mau naik dan turun angkutan langsung depan rumah. Itupun, seringkali si Ayah tampak berkeberatan.

“Besok saja lah. Ayah besok bisa ikut kok” komentar Ayah saat menyampaikan keinginan anak-anak.

“Duh yang pergi jalan-jalan gak ajak Ayah” sindir Ayah kalau anak-anak bercerita habis jalan-jalan.

Saya sendiri lebih suka, kalau Ayah ikut jalan-jalan, apalagi kalau di luar kota. Repotlah membawa duo bocil, apalagi yang aktif seperti mereka. Kalau Fatih, sudah bisa diatur, tapi Fattah ini yang masih suka nekat.

Ada Ayah, artinya ada yang setir mobil dan bawa barang yang berat. Ada Ayah juga, ada yang gendong Fatih dan Fattah kalau capek. Ada Ayah juga ada yang mijetin saya kalau capek..hihihi. Pokoknya Ayah paket komplit lah. Paling utama sih, ada teman berbagi senyum dan senang. Iya senang banget kalau lihat senyum anak-anak saat traveling.


Jalan-jalan di Yogya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mengunjungi blog ini. Saya senang menerima komentar yang baik dan membangun. Harap tidak meninggalkan link hidup.

Blog Design by Handdriati