Selasa, 04 November 2014

SAKIT PERUT BERUJUNG DI MEJA OPERASI

Ada seorang teman saya yang mengatakan bahwa saya termasuk ibu yang tegar dan kuat. Saya dipandang kuat karena mampu menemani anak operasi tanpa menangis. Ya mau bagaimana lagi, keputusan operasi itu memang harus diambil, karena itu jalan satu-satunya.

Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, saat usia Fatih 20 bulan dia mengeluh sakit perut. Saat diperhatikan keluhan sakit perutnya ternyata bukan di perut melainkan di selangkangan sebelah kanan. Ada benjolan di selangkangan sebelah kanannya.


Awalnya saya masih mencari apa nama penyakit untuk keluhan Fatih. Seperti biasa, sebagai emak yang hidup di jaman teknologi yang cukup canggih *tsah, saya mencari informasi di group room for children. Satu persatu file saya pelototin, hingga akhirnya saya cukup yakin bahwa keluhan Fatih ini adalah HERNIA.

Berdasarkan file yang saya baca, Fatih mengalami hernia inguinalis yaitu hernia yang terjadi di daerah selangkangan. Terjadinya hernia inguinalis karena kanalis inguinalis atau saluran antara dinding perut bawah ke kantung kemaluan tidak menutup sepenuhnya. Hal ini menyebabkan lengkung usus dapat masuk ke kanalis inguinalis melalui area lemah dinding perut bagian bawah yang menyebabkan hernia.

Tanda-tanda hernia inguinalis biasanya ada tonjolan atau benjolan di daerah selangkangan. Benjolan akan lebih terlihat ketika bayi atau anak menangis. Dokter dapat mendorong benjolan ketika anak berbaring tenang sehingga menjadi kecil atau kembali ke dalam perut. Namun hernia harus di dorong dengan lembut, karena beresiko pecahnya usus..hiiiiii...

Kembali lagi ke ceritanya Fatih, kesalahan saya adalah memijatkan Fatih sebanyak 2 kali. Pertama, saat Fatih mengeluh dan menangis cukup lama karena hernia yang pertama kali dan yang kedua permintaan Fatih sendiri.

Ibu saya, awalnya lebih menyarankan untuk dipijat saja daripada menjalani operasi. Untunglah setelah membaca file di RFC, saya menyadari kesalahan saya, bahwa resiko dipijat bisa menyebabkan usus pecah. Selain itu karena ada lubang di kanalis inguinalis seharusnya memang lubang itu dijahit, dan tidak bisa menutup dengan dipijat.

Akhirnya setelah Fatih menangis cukup lama untuk kedua kalinya karena hernia, saya dan ayah membawa ke rumah sakit. Berdasarkan diagnosa dokter umum, seperti dugaan saya Fatih mengalami HERNIA INGUINALIS dan disarankan untuk konsultasi dengan dokter bedah.

Esok harinya saya membawa Fatih berkonsultasi dengan dokter bedah. Dokter bedah langsung menyarankan operasi secepatnya. Sayangnya, rumah sakit saat itu lagi penuh, semua kamar terisi. Saya pun menunggu kamar kosong. Permintaan saya, kamar yang saya kehendaki adalah kelas 1 atau VIP. Bukannya sok kaya sih, cuma saya ingin yang sekamar sendiri. Saya kan lagi hamil dan memakai jilbab lagi, biar lebih privacy.

Lantas bagaimana cerita operasi Fatih? Karena saatnya saya pulang kantor dan sudah dijemput suami, cerita saya sambung di kemudian hari ya…hehehe..

11 komentar:

  1. abah saya juga dulu kena hernia dan operasi mak...sehat2 ya fatih^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Papa saya juga Mbak. Cuma kasusnya antara anak dan orang dewasa berbeda. Amin..makasih doanya mbak

      Hapus
  2. Semoga fatih selalu sehat... Amin... :)

    sanwajourneys.com

    BalasHapus
  3. Jadi ikut deg-degan mak ^^
    Ditunggu lanjutannya yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya pas dampingi juga deg-degan Mak. Makasih dah mampir :)

      Hapus
  4. Syafakallah ya. Smoga lekas sehat ya fatih. Smoga diberi kesabaran dan kekuatan mendampingi ya mak. ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiiin. Kejadiannya dah beberapa bulan yang lalu Mak. Baru sempat cerita. ^^

      Hapus
  5. Alhamdulillah sudah baikan Mak Uniek :)

    BalasHapus
  6. Bagus Mak, sedari awal sudah ditangani. Keponakan saya samapi sdh besar benjolannya baru operasi. Semoga Fatih sekarang sudah bisa lari-lari yaa...:)

    BalasHapus

Terima kasih sudah mengunjungi blog ini. Saya senang menerima komentar yang baik dan membangun. Harap tidak meninggalkan link hidup.

Blog Design by Handdriati