Minggu, 03 Desember 2017

Berkat Traveloka #JadiBisa Traveling Bersama Duo F

Bermain di Pantai

Tahun 2008 saya ditugasi seorang teman kerja untuk membelikan buku The Naked Traveler 1. Buku itu buat kado ulang tahun pacar rahasia saya. Ya, saya dulu memang merahasiakan pacar saya, hingga teman 1 kantor tidak tahu kalau kami berpacaran..hahaha.

Terpengaruh oleh rekomendasi teman, saya membeli 2 buku, 1 untuk saya pribadi. Setelah tuntas membaca bukunya dalam semalam, saya menyesal. Iya, saya menyesal waktu kuliah tidak jalan-jalan. Menyesal, hingga sekarang saya baru pernah mengunjungi Medan, Rantau Prapat, Jakarta, Bandung, Kudus, Semarang, Solo, Yogya, Makassar dan Bali. Lebih menyesal lagi, sebagian besar tempat itu saya kunjungi, karena saya sempat berdomisili di sana. 

Buku yang membuat menyesal

Trinity, si Embak kantoran yang sekarang jadi penulis buku dan penulis blog telah mengunjungi hampir semua bagian Indonesia dan berpuluh-puluh tempat manca negara. Passionnya memang jalan-jalan. Dia kerja agar bisa jalan-jalan. Kenapa bisa passionnya jalan-jalan? Karena buah tak jatuh jauh dari pohonnya *tepat gak sih peribahasa ini.

Sejak kecil, orang tua Trinity selalu memberikan hadiah jalan-jalan. Saya rasa, kebiasaan jalan-jalan itulah yang menumbuhkan passion Trinity. Bangkit dari penyesalan, saya bertekad untuk lebih sering membawa buah hati jalan-jalan. Duo F jangan sampai seperti Mama, kurang banyak dan kurang jauh pikniknya..hahaha.

Bukan Semata Balas Dendam

“Pada usia 0-7 tahun, fitrah belajarnya adalah bermain bersama alam. Anak-anak sering dibawa bercengkrama dengan alam” jelas ibu Peni Septi Wulandani founder Ibu Profesional pada Seminar Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus, Kamis 20 Agustus 2015.

Baca : Tertampar Di Seminar 2

Penjelasan itu semakin menguatkan tekad saya untuk sering mengajak duo F jalan-jalan mengenal alam sejak bayi. Kemudian pada 05 Nopember 2017, tekad saya lebih kuat lagi usai mengikuti Worskhop Grafis Anak di Yogyakarta.

“Dasar dari perkembangan kognitif adalah kekayaan wawasan. Anak yang aktifitasnya hanya di dalam rumah, tentu wawasannya juga seputar rumah. Hal ini berbeda dengan anak yang sering diajak keluar. Semakin sering bercengkrama dengan dunia luar, semakin kaya wawasan dan perkembangan kognitif semakin baik” kurang lebih seperti itulah rangkuman materi Ibu Fadila, praktisi Grafis Anak yang saya tangkap. 

Belajar mengenal rasa air sungai
Jadi bukan semata balas dendam, yang membuat saya bertekad untuk sering mengajak duo F traveling. Manfaat traveling untuk mereka berdualah yang menjadi prioritas agar tumbuh kembang mereka optimal.

Traveling Sesuai Passion

Saat usia 1,5 tahun, Fatih sangat tertarik dengan kereta api. Hampir seluruh barang miliknya berbau kereta api. Mulai mainan, baju, buku, tas hingga saat mencari sekolah, dia minta yang ada kereta apinya *jadi teringat Totochan.

Baca : Terpukau Orang Di Balik Toto Chan

Di balik jendela kereta Kalijaga

Kereta apilah yang sebagian besar menjadi tema traveling kami kala itu. Mulai dari yang terdekat mendatangi Lori, kereta tebu di Pabrik Gula Rendeng Kudus. Dolan ke Lawang Sewu Semarang yang memiliki gerbong kereta api tak terpakai. Mengejar kereta di stasiun-stasiun Grobogan usai menghadiri resepsi pernikahan seorang teman. Bertandang ke Museum Kereta Api Ambarawa dan alhamdulillah terwujud juga menaiki kereta Kalijaga Semarang-Solo.

Baca : Mengejar Kereta
Baca : Mengejar Kereta Di Museum Kereta Api Ambarawa
Baca : Berburu Kereta Kalijaga Semarang - Solo

Berbeda dengan Fattah. Pada usia 2,5 tahun, dia baru menunjukkan ketertarikan. Fattah lebih tertarik dengan binatang terutama yang berbadan besar. Koleksi mainannya berbagai macam binatang yang ada saat ini, hingga dinosaurus yang sudah punah. Obsesinya adalah naik Gajah. Untunglah dia tidak ingin naik Macan atau Singa.

Jadilah kami mencari informasi, kebun binatang yang menyediakan wahana naik Gajah. Yogyakarta tujuan kami. Hanya saja, kami masih mencari waktu libur untuk ke sana. Sebagai permulaan, kami kerap mengajak Fattah melihat berbagai hewan peliharaan dan hewan ternak di lingkungan sekitar. Mulai kucing, anjing, ular, ayam, kambing, kerbau dan sapi.

Saat mengantarkan Adik ke stasiun Tawang Semarang, kami pun memanfaatkan untuk berkunjung ke Cimory. Fattah sangat suka bereksplorasi di dunia peternakan. Ada kambing, sapi, kelinci, rusa, ikan, burung dan kura-kura di sana. 

Replika Gajah Purba

Selain itu, kami pun mengenalkan museum purbakala di Patiayam Kudus. Ada replika Gajah Purba dan beberapa tulang yang ditemukan di Pati Ayam. Kebetulan saat itu ada Pameran Arkeologi. Jadilah ada beberapa booth untuk bermain dan pepotoan.

Barulah pada Sabtu 04 Nopember 2017, keinginan Fattah terlaksana. Sembari saya harus ke Yogyakarta untuk mengikuti Workshop Grafis Anak pada hari Minggu, hari Sabtu kami agendakan mengajak Fattah ke Kebun Binatang Gembiraloka dan mewujudkan keinginannya menaiki Gajah.

Tercapai juga cita-citanya

#JadiBisa dengan Produk Aktivitas dan Rekreasi dari Traveloka

Traveling yang kami lakukan, target utamanya adalah duo F. Destinasi kami pastilah wisata yang ramah anak. Bagi saya dan suami, senyum dan binar mata mereka saat traveling merefresh pikiran kami dari rutinitas yang dijalani.

Kami mengambil waktu weekend untuk traveling. Dulu saya pernah traveling di hari kerja, gara-gara itu reward dari instansi saya bekerja tidak keluar hiks. Makanya sekarang saya kapok, yah sampai saat ini kebijakan instansi hanya boleh cuti 2 hari dalam 1 bulan. 

Kehabisan tiket, naik gerbong yang ada saja
Traveling saat weekend kendalanya adalah ramai. Wajar lah, sebagian orang tentu mengambil waktu weekend buat jalan-jalan. Antrian mengular di suatu obyek wisata adalah pemandangan yang biasa. Sayangnya duo F masih dalam taraf belajar antri.

“Mah, kok lama banget sih?. Masuknya kapan?” biasanya itulah keluhan dan pertanyaan yang keluar dari bibir mereka ketika harus antri di pintu masuk.

Pengalaman mengantri memang menjadi sarana pembelajaran yang baik untuk duo F. Tapi kalau antrinya luar biasa lama, tentunya waktu kami habis untuk mengantri. Masuk wahana, mood duo F pun sudah berganti bete. 

Tampilan halaman Traveloka

Setelah download aplikasi Traveloka, saya baru tahu ada produk Aktivitas dan Rekreasi. Selama ini saya menggunakan produk pemesanan hotel di Traveloka.

Produk Aktivitas dan Rekreasi menawarkan berbagai pilihan eksklusif untuk sejumlah tempat wisata dan aktivitas di Indonesia dan mancanegara. Kita dapat memesan tiket masuk, voucher makan atau tur wisata di suatu daerah.

Caranya mudah, tinggal klik produk Aktivitas dan Rekreasi di Traveloka, kita akan disuguhi informasi tempat wisata terpopuler serta tempat wisata pilihan Traveloka di Indonesia dan Mancanegara. Kita juga bisa memilih nama destinasi atau wisata yang dituju.

Pilihan Aktivitas Populer dan Tempat Wisata

Jika belum memiliki tujuan tempat wisata tertentu, kita bisa klik wilayah yang ingin dituju, misal destinasi tujuan saya berikutnya Bandung. Usai klik Bandung, Traveloka memberikan informasi berbagai aktivitas, petualangan seru dan hiburan di Bandung. Tak hanya itu, ada berbagai santapan lezat pilihan Traveloka serta tawaran tur menjelajahi sudut-sudut menarik di kota Bandung.

Setiap tawarannya selain harga tiket, voucher atau harga paket wisata juga dilengkapi ringkasan dan keterangan tempat wisata. Detail aktivitas seperti jam pengunjung, transportasi menuju obyek wisata hingga target wisata juga diberikan. Hal terpenting lainnya buat saya adalah ulasan tamu dan foto tempat wisata sehingga membantu saya memutuskan untuk memesan tiket wisata.
Lengkapnya informasi yang disuguhkan

Dengan informasi lengkap semacam itu, saya tidak akan salah memilih tempat wisata yang cocok dengan duo F. Segi waktu jelas sangat efektif, tidak perlu  menghabiskan waktu untuk antri saat membeli tiket.

Duh, kalau sudah seperti ini, tidak ada alasan lagi untuk tidak traveling hihihi.. Saya #JadiBisa dengan Traveloka mewujudkan rencana traveling berikutnya bersama suami dan duo F. Rencana traveling saya berikutnya sih Bandung. Saya ingin mengenalkan dan menceritakan tempat masa kecil saya kepada duo F.

“Dulu Mama tinggal di Bandung. Tapi belum pernah sih ke sini. Hahahaha..” sambil tertawa getir.

Keterangan : Mari sejenak menikmati traveling ke Museum Purbakala Patiayam bersama Duo F


7 komentar:

  1. impian saya ingin melihat replika fosil itu mbak. Sampai pernah menulis destinasi impian, tapi ya belum kesampaian juga. Senang baca tulisan ini

    BalasHapus
  2. Berkat traveloka, jalan-jalan kemanapun jadi makin mudah ya. :D
    Seru baca cerita perjalanannya!

    BalasHapus
  3. Aseeeknyaaa. Semua jd mudah berkat traveloka ya mbak

    BalasHapus
  4. Hihihi.. Memang traveling besar sih manfaatnya buat anak. Jd lbh mudah krn dibantu traveloka ya :)

    BalasHapus
  5. Hari ini ya deadline nya? Kepengen nulis juga tapi , semoga menang ya mba tulisannya

    BalasHapus
  6. Anak anak selalu suka diajak naik kereta dan antusias ketika ke museum ya mbak rizka 😊

    BalasHapus
  7. Asyik banget pakai aplikasi Traveloka. Puas banget deh. ku kalau traveling selalu pakai Traveloka mbak. Ga pernah dikecewakan

    BalasHapus

Terima kasih sudah mengunjungi blog ini. Saya senang menerima komentar yang baik dan membangun. Harap tidak meninggalkan link hidup.

Blog Design by Handdriati