Selasa, 23 Desember 2014

BODOH MENUJU PANDAI

“Kalau mbaknya kan pintar ngomong, jadi gampang saja jadi moderator atau trainer” ungkap salah seorang peserta pelatihan Training of Trainer.

“Lah emang saya tiba-tiba bisa ngomong seperti ini? Ya, ada prosesnya dulu dek” jawab saya sambil tersenyum lebar.

Itu tadi sepenggal percakapan saya saat menjadi master of trainer di acara Training of Trainer yang diadakan oleh organisasi mahasiswa. Saya pun kemudian berkisah bagaimana proses saya dari yang belum mampu berbicara di muka umum hingga saya percaya diri berdiri di tengah-tengah mereka.

Awal masuk kuliah, saya menetapkan tujuan yang salah satunya adalah mampu berbicara di muka umum. Untuk mewujudkannya, saya membuat beberapa langkah bertahap dimulai dari langkah kecil hingga besar. Saya mulai dari berani bertanya saat perkuliahan, mengikuti kegiatan kemahasiswaan, mengambil kesempatan sebagai moderator hingga bergabung sebagai trainer di klub training yang diasuh oleh dosen. Semua saya tuliskan di buku harian secara bertahap setiap awal semester.

Kenangan saat mencoba bertanya diperkuliahan Psikilogi Umum masih terekam jelas. Suara yang keluar dari tenggorokan terbata dan badan saya pun gemetar. Mungkin saat itu, dalam hati bapak dosen heran dengan tingkah saya. Ya saya sangat grogi saat itu. Takut kalau salah ucap atau pertanyaan saya terdengar konyol, tapi saya teringat dengan tekad dan catatan di buku harian.

Kejadian lainnya, pengalaman perdana sebagai moderator. Meski sehari sebelumnya saya sudah latihan di depan cermin, saya tetap membuat catatan terperinci yang berisi ucapan apa yang akan saya katakan sebagai moderator. Di akhir acara setelah narasumber selesai berbicara, catatan saya jatuh di bawah meja. Guguplah saya saat menutup acara, hilang semua persiapan sebagai moderator, bahkan saya sempat melihat senyum geli teman yang mendampingi saya.

Menutup kisah perjalanan ketrampilan berbicara, saya sampaikan bahwa orang pandai atau terampil pasti dimulai dari bodoh atau belum mampu. Itulah yang saya tanamkan terus untuk memulai dan menjaga api dalam perjalanan hidup saya.

Sebelum pulang pelatihan, foto dulu.

1 komentar:

  1. alah bisa karena biasa dan harus disertai tekad yang kuat...

    BalasHapus

Terima kasih sudah mengunjungi blog ini. Saya senang menerima komentar yang baik dan membangun. Harap tidak meninggalkan link hidup.

Blog Design by Handdriati