Rabu, 24 Desember 2014

LDR (LET DOWN REFLEX) YANG DICARI


Jatah cuti melahirkan tinggal 40 hari lagi. Saya tengah mempersiapkan ASI Perah (ASIP) untuk Fattah. Alhamdulillah, stok ASIP di freezer sudah penuh, bahkan saya beberapa kali sudah membuang ASIP. Kok dibuang? Ya, karena botol kacanya buat menyimpan ASIP sudah habis. Saya hanya menyediakan 60 botol kaca ASIP. Apa cukup? Mudah-mudahan cukup, dulu pas Fatih saja saya Cuma punya 20an botol kaca.

Saya juga sedang mencari LDR supaya proses memerah payudara lebih cepat dan lancar. LDR apa tuh? LDR ini bukan Long Distance Reletionship tapi Let Down Reflex. Jadi biasanya kalau ibu sedang menyusui, tiba-tiba ada sensasi nyeri atau geli yang dirasakan itulah yang dinamakan LDR. Berdasarkan file yang saya baca di AIMI, sensasi lainnya ada yang berupa mual, pusing atau sakit kepala. Saya sendiri sih biasanya merasakan nyeri di bagian atas payudara.

LDR ini dipengaruhi oleh kinerja hormon Oksitosin yang efeknya pada kelenjar payudara adalah menyemburkan ASI. Hormon Oktsitosin menyebabkan kontraksi otot di sekeliling kantong-kantong penyimpan susu sehingga ASI mengalir ke saluran ASI dan akhirnya keluar melalui pori-pori yang ada pada putting.

Biasanya kalau saya tengah menyusui, payudara lain ikut mengeluarkan ASI sehingga baju menjadi basah. Ini juga salah satu tanda LDR. Nah, kalau saya merasakan payudara penuh dan bagian atas nyeri, daripada terbuang percuma, payudara yang lain diperah. Wah kok bisa sambil menyusui dan memerah payudara? Bisa donk, Fattah saya sangga dengan kaki, dan dua tangan saya bisa bebas memegang botol dan memerah hehehe.

LDR memudahkan saya untuk memerah, karena payudara menjadi sangat gampang diperah dan ASI yang keluar sangat lancar. Irit tenaga dan waktu kan. Biasanya LDR mudah didapatkan saat sesi menyusui, karena isapan bayi memancing LDR. Nah, yang agak sulit adalah saat memerah tanpa menyusui.

Dulu saat menyusui Fatih, teknik yang saya pakai adalah menstimuli putting, kadang LDR muncul, kadang juga harus ekstra tenaga untuk memerah. Nah, beberapa hari ini tanpa sengaja saya menemukan cara gampang mendapat LDR.

 Pas malam hari di saat Fattah sudah tertidur pulas, saya merasakan payudara belum kosong sepenuhnya. Mumpung mata melek, saya mencoba memerah. Iseng saya mencoba menstimuli payudara, beberapa saat LDR belum saya rasakan. Di tengah usaha itu, saya menengok ke belakang, memandangi wajah Fattah, loh si LDR datang. Ya saya merasakan sensasi nyeri di atas payudara, putting yang membesar dan keluar ASI dari kedua payudara. Segera saja saya memerah payudara dengan mudah dan cepat, karena keduanya meneteskan ASI.

Memang salah satu cara mendatangkan LDR memandangi atau membayangkan buah hati. Sayangnya dulu waktu menyusui Fatih kurang berhasil. Saya mencoba membayangkan wajah Fatih, mungkin karena daya imajinasi saya lemah, jadi kurang berhasil. Rencana ke depan, saya mau mengambil gambar Fattah dan disimpan di HP. Besok kalau memerah di tempat kerja, saya akan memandangi beberapa foto Fattah :).

11 komentar:

Terima kasih sudah mengunjungi blog ini. Saya senang menerima komentar yang baik dan membangun. Harap tidak meninggalkan link hidup.

Blog Design by Handdriati