Senin, 08 Desember 2014

REFLEKSI TULISAN 2014 : PAPA CONTOH BIJAK MENGELOLA KEUANGAN KELUARGA

logo1
Waktu sungguh cepat berlari. Bulan Januari rasanya baru kemarin, eh sekarang sudah Desember. Penghujung tahun memang saat paling tepat kalau kita melakukan refleksi diri sebelum menetapkan resolusi tahun depan.

Pas banget nih dengan GAnya om NhHer Self Reflection : Lomba Tengok-tengok Blog Sendiri Berhadiah *emang baik nih si Om. Blog saya sendiri dibuat di tahun 2011 oleh mas Bojo, tapi saya baru berikrar untuk serius ngeblog di awal tahun 2014. Pas setahunan lah keaktifan saya ngeblog.

Tidak mudah disuruh memilih satu tulisan yang dianggap paling berkesan. Semuanya saya buat dengan hati sih. Tapi karena syaratnya mang harus memilih satu tulisan, maka saya pilih tulisan Papa Contoh Bijak Mengelola Keuangan Keluarga.

Kenapa saya pilih tulisan itu? Ada beberapa alasan untuk newbie di dunia blog seperti saya.

Pertama, tulisan itu merupakan tulisan untuk lomba blog. Saya memang hanya mendapat penghargaan sebagai juara harapan. Namun bagi saya yang baru aktif ngeblog setahun, gaptek dan baru mulai aktif mengikuti lomba dan GA ini merupakan sebuah kebanggaan bahwa tulisan saya dianggap cukup baik. Tentunya ini membuat semangat untuk ngeblog bertambah.

Kedua, karena lomba ini saya jadi belajar tentang materi melek finansial. Kemampuan melek finansial memang diperlukan terutama bagi ibu yang memiliki peran sebagai keuangan keluarga. Saya menjadi paham bahwa sedekah, menabung dan membayar hutang adalah prioritas pertama pengelolaan keuangan.

Ketiga, setelah membaca informasi melek finansial, saya tersadar, lho ini kan sudah diajarkan Papa sejak kecil. Ajaran Papa, kalau memang belum mampu, jangan diada-adakan, kalau belum butuh tak usah diadakan, hidup secukupnya tak perlu berlebihan. Bisa dibilang, keluarga saya termasuk keluarga sederhana, bahkan bisa dibilang irit hehehe. Kami sering lho berjalan kaki kemana-mana, bukan karena tak mampu bayar ongkos angkutan atau taksi, tapi sekalian olahraga dan belajar lingkungan sekitar. Biasanya iming-iming Papa saat jalan kaki, ongkos angkutan dibelikan es krim atau buku.

Keempat, tulisan ini saya dedikasikan untuk Papa. Meskipun saya belum mampu menerapkan hidup sesederhana Papa, tapi setidaknya saya menjadi lebih bisa mengerem hidup berlebihan dan menyia-nyiakan barang atau uang. Tulisan ini sedikitnya membuat Papa saya bangga, karena kisahnya saya dokumentasikan dan mengantarkan saya meraih juara harapan.

Tulisan ini membutuhkan waktu sekitar dua minggu mulai dari niat, mencari materi tulisan hingga merangkai alurnya. Kekurangan tulisan ini menurut saya kurang kreatif seenggaknya masih kalah dengan para juara di atas saya hehehe. Kelebihannya karena ini pengalaman hidup saya sendiri, jadi terasa lebih mudah menggambarkannya.

Mudah-mudahan setelah refleksi ini, tulisan saya berikutnya lebih baik kualitas dan bisa menembus media. Aaamin. Eh, ini resolusi tahun depan ding :D

"Postingan ini diikut sertakan dalam lomba tengok-tengok blog sendiri berhadiah, yang diselenggarakan oleh blog The Ordinary Trainer"

7 komentar:

  1. butuh waktu panjang ya,dua minggu ya,weh mantaplah hehe..

    BalasHapus
  2. emang yaa kalau persiapannya matang, jadinya ya juara..keren mak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cuma juara hiburan Mak Dewi. Pengen menelurkan buku seperti Mak Dewi, apalah daya belum sampai..hihihi..

      Hapus
  3. Saya datang dan sudah membaca “Self Reflection” di blog ini
    Terima kasih telah berkenan untuk ikut lomba saya ya
    Semoga sukses

    Salam saya
    #36

    BalasHapus
  4. Keren tulisannya :D sebenarnya setiap akhir tahun yang bagus ya buat refleksi diri seperti ini agar kita bisa berusaha untuk jadi lebih baik

    BalasHapus

Terima kasih sudah mengunjungi blog ini. Saya senang menerima komentar yang baik dan membangun. Harap tidak meninggalkan link hidup.

Blog Design by Handdriati