Rabu, 11 Maret 2015

TIPS SUKSES MENYUSUI IBU BEKERJA


Usai melahirkan, tugas dan kodrat wanita selanjutnya adalah menyusui. Ini adalah pengalaman menyusui yang kedua bagi saya. Alhamdulillah, pada pengalaman pertama, saat menyusui Fatih saya mampu menyapih Fatih dengan cinta di usia 25 bulan 12 hari, meski Fatih sempat diberi formula hingga usia 9 hari *Gak ASIX hiks. Sedangkan perjalanan saya menyusui Fattah hingga lulus S3 masih panjang.

Menyusui bagi ibu bekerja, tentu bukanlah hal mudah, namun sangat memungkinkan. Berdasarkan pengalaman saya menyusui Fatih dan sekarang menyusui Fattah, ada beberapa tips sukses menyusui untuk ibu bekerja.

1.       NIAT

Tujuan apapun pasti diawali dengan niat. Niat dapat membentuk tekad yang kuat. Saat saya  berniat dan bertekad hanya memberikan ASI buat Fatih, sebagian besar teman kantor meragukannya. Namun niat dan tekad saya sudah bulat, alhamdulillah saya berhasil membuktikan kepada diri sendiri, bahwa saya mampu menyusui Fatih hingga 25 bulan 12 hari.

2.       KOMUNITAS DAN ILMU

Jauh sebelum melahirkan, saya bergabung dengan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), di sana saya mendapatkan dukungan dan ilmu untuk sukses menyusui. Dukungan sangat diperlukan, saat kita merasa lelah ada teman-teman yang mendukung sehingga kita tidak merasa sendirian. Komunitas juga tempat saya menimba ilmu. Sebagai ibu baru, informasi tentang menyusui dan mengasuh anak masih sangat minim. Meskipun saya lulusan psikologi, tapi informasi menyusui tidak pernah saya peroleh di sana.

3.       DISIPLIN

Pengalaman saya, ketika saya tidak disiplin menjalankan manajemen ASIP, maka tunggu saja, dalam beberapa hari produksi ASI menurun. Disiplin manajemen ASIP meliputi waktu memerah, mencuci dan mensteril botol penyimpan ASIP, memasukkan ASIP ke dalam kulkas dan freezer dan mengeluarkan ASIP  yang beku dari freezer. Langkah-langkah tersebut membutuhkan kedisiplinan yang tinggi.

Kok bisa produksi ASI menurun? Kalau kita malas melaksanakan hal di atas, biasanya kita cenderung malas memerah. Beberapa kali melewatkan jadwal memerah, produksi ASI dalam payudara menurun. Pernah beberapa malam saya malas memerah karena capek dan mengantuk, akibatnya payudara saya tidak lagi penuh saat tengah malam.

4.       HINDARI PEMAKAIAN DOT

IDAI tidak menyarankan penggunaan dot. Dot bisa menyebabkan bingung putting dan penurunan produksi ASI. Beberapa orang yang saya kenal, saat anak ditinggal kerja dan mulai menggunakan dot, produksi ASInya menurun. Umumnya setelah beberapa bulan, ASIP mereka tidak mencukupi kebutuhan anak.  Bahkan ada teman saya yang anaknya tidak mau menyusui secara langsung.

Lantas menggunakan media apa? Pemberian ASIP bisa menggunakan gelas sloki, sedotan atau sendok. Saya sendiri bagaimana? Saya masih melakukan “DOSA” yang satu ini. Menitipkan anak bukan perkara mudah. Saya tidak bisa memaksakan orang rumah yang merasa tidak sanggup menggunakan media selain dot. Namun ada teman saya yang berhasil menggunakan sendok dan sloki untuk memberikan ASIP.

Semoga 4 tips ala saya ini bermanfaat buat ibu menyusui yang bekerja. Bekerja bukan halangan bagi kita untuk memberikan ASI. Mari belajar dan terus belajar menjadi ibu yang lebih baik untuk buah hati. Salam ASI :)

24 komentar:

  1. wah baru tahu,ternyata tidak disarankan pakai dot ya..baru tahu heheeh,makasih ya mbak ilmunya^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, tapi saya juga pakai dot T.T

      Hapus
  2. Baru tahu ada AIMI. Di setiap kota ada cabangnya ya, mba Rizka?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau kota besar ada Mbak. Kalau kota kecil biasanya belum ada

      Hapus
  3. karena sesuatu hal..dulu anak pertama dan kedua susunya diambil alih sama sapi je mbak... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak apa-apa Mbak. Yang penting sekarang sehat :)

      Hapus
  4. Anak pertama, karena dulu statusnya pekerja juga...program merahnya cuma mpe 7 bulan thok aku mbak. Itu juga karena dulu anaknya bingung puting...jd lebih milih pke dot. Anak ke dua lancar jaya ASI nya..ibunya dah full di rumah, sekarang malah kebingungan, krn hmpir 2,5 tahun blm mau disapih juga..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak apa-apa Mbak. Pelan2 aja disapihnya :)

      Hapus
  5. Saya menyusui kedua anak saya dan saat itu saya juga bekerja. Perushaan tempat saya bekerja memiliki nursery room, jadi saat istirahat atau saat saat butuh saya bisa memompa air susu dan langsung saya simpan di freezer di kantor. Saya bawa pulang susu beku tersebut untuk persediaan di rumah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, enak ada nursery roomnya ya Mbak. Saya pakai ruangan yang kosong :)

      Hapus
  6. anakku 7 bulan lepas dot mbak. diganti sippy cup udah bisa kok.. aku takut dotnya kebawa sampai besar soalnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini Fattah usia 6 bulan sudah bisa pakai sedotan. Besok mau disapih juga dotnya :)

      Hapus
  7. Hidup Ibu menyusui!!! Semangat!!! saya juga sedang menyusui nih

    BalasHapus
  8. betul banget haris niat kuat dan dukungan keluarga dan komunitas, untungnya daku punya sahabat yang cerewet pas ASIX hehe jadi lulus deh kedua bocahku 2 tahun, Alhamdulillah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama kasusnya ma si Ami ya Mbak. Untung duluan dia punya anak, jadi saya belajar darinya :D

      Hapus
  9. Saya juga sedang menyusui, baru kemaren bayi saya MPASI. Awalnya pake DOT, tapi setelah MPASI bayi saya lebih milih minum ASI nya pake sendok...
    walau perjuangan saya masih panjang tapi saya yakin bisa sampai 2 tahun, Insyaallah...
    menginspirasi banget tulisannya mbak Rizki...
    salam pejuang ASI

    BalasHapus
  10. Kebetulan kelima anak saya full asi sih, tapi saya masih bingung tentang kalimat memakai dot yang tidak disarankan karena akan menyebabkan bingung puting...?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas Edi, itu resiko penggunaaan dot :)

      Hapus
  11. setuju maaak....memang harus niat yaaah mak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semuanya berawal dari niat Mak :)

      Hapus

Terima kasih sudah mengunjungi blog ini. Saya senang menerima komentar yang baik dan membangun. Harap tidak meninggalkan link hidup.

Blog Design by Handdriati