Senin, 30 Maret 2015

TAHU BAXO IBU PUDJI : RESTO DAN OLEH-OLEH

Tahu Baxo + Teh Anget

Di sepanjang jalan raya Ungaran – Bawen Jawa Tengah, banyak ditemui jajanan tahu baxo. Salah satunya adalah Tahu Baxo Ibu Pudji. Pertama kali mencicipi saat masih kuliah Magister Profesi di Unika. Saat jalan-jalan dengan duo sobat dekat Tius dan Okta, saya diajak makan siang di sana. Bukan tahu baxo sih, tapi makan mie bakso. Eh, saya baru tahu kalau di sana justru yang terkenal tahu baxonya.

Kedua kali saya mengajak keluarga makan di sana saat akan mengunjungi teman kuliah dan teman seangkatan Telkom Papa di Ungaran. Saat menginjak semester akhir kuliah S1, saya baru tahu kalau ada teman sekelas yang Bapaknya teman seangkatan Papa masuk Telkom.

Saat kunjungan kedua, bangunannya sudah berubah. Lantai bawah tempat menjual oleh-oleh termasuk tahu baxo sedang lantai atas tempat makan bakso. Bakso yang disediakan juga bermacam-macam variasinya. Tidak hanya bakso bundar, tetapi ada yang berbentuk kotak, ada yang dibalut tahu dan sebagainya.

Kunjungan yang ketiga, Sabtu tanggal 21 Maret 2015, pas hari libur. Sepanjang jalan Ungaran- Bawen, ada dua Tahu Baxo Ibu Pudji, sebelah kiri dan kanan jalan. Jadi kalau dari Semarang, sebelah kiri jalan setelah gedung DPR sedang sebelah kanan masih agak jauh dan saya lupa tepatnya..hihihi.
Kunjungan ketiga kali ini bukan hanya bangunan yang berubah, tapi lokasinya juga sudah pindah. Sekarang lokasinya tepat dipinggir jalan raya Ungaran- Bawen, dulu masuk gang lagi ke kiri ke arah jalan tol.

Tahu baxo Ibu Pudji sekarang menampati lahan yang lebih luas. Restonya berada di bangunan tersendiri. Menu yang ditawarkan juga tidak hanya bakso, ada mie goreng, nasi goreng dan ada es krim juga. Selain itu, lagi-lagi saya lupa. Hadeh gak cocok banget jadi reporter. Harap maklum, saat itu saya tengah lapar dan capai menggendong Fattah seharian *membela diri.

Pegawai yang melayaninya pun ramah-ramah. Memasuki halaman, melihat kami yang kebingungan, petugas parkir menanyakan, “ada yang bisa dibantu bu?”. Saya agak kebingungan, karena tulisan tempat makannya sekarang resto dan di depan resto gambarnya bukan bakso. Tujuan saya ke sana kan buat makan bakso, makanan yang paling mudah untuk masuk ke perutnya Fatih.

Memasuki resto kami disambut oleh pegawainya, ditanyakan berapa orang yang akan makan. Saya menghitung 5 dewasa dan 2 anak. Fatih dan Thifa kan sudah makan dan duduk sendiri.  Pegawai kemudian mengantarkan kami dan menyiapkan 2 meja yang dijadikan satu dan kursi berjumlah 8 buah. Pelayananannya saya acungkan jempol. Pegawainya tersedia cukup, d tengah-tengah makan kalau membutuhkan sesuatu, kita bisa memanggil dan meminta tolong.

Ada kolam ikan di tengah-tengah resto, Fatih dan Thifa menyebrangi jembatan dan melihat ikan. Saya agak ketar-ketir juga, takut mereka nyemplung. Sayang bakso yang ditawarkan sudah paketan. Pelanggan tidak lagi mengambil bakso seperti dulu, kami memesan menu dan diantarkan ke meja. Menu baksonya ada beberapa, saya pilih yang biasa untuk Fatih dan yang ada tahu baxonya untuk saya hahaha.

Pas makan tahu baxonya, rasanya kok biasa saja. Sedikit di bawah harapan saya. Tapi usai makan, saya tetap belanja oleh-oleh tahu baxo yang belum digoreng. Satu pak isi 10 biji dengan harga Rp. 28.000,-. Sampai di rumah, ternyata tahu baxonya enak. Tahunya tidak hambar, terasa gurih. Entahlah, kenapa pas makan bakso, tahu baxonya terasa biasa saja ya.

Bagi yang sedang jalan-jalan dan melewati Ungaran, bisalah mampir ke Tahu Baxo Ibu Pudji. Restonya lumayan, es krimnya juga enak. Saat itu pelayanannya juga cukup memuaskan. Setelah itu bisa belanja oleh-oleh tahu baxo dan ada juga jenis makanan lain, termasuk jenang kudus *promosi terselubung

12 komentar:

  1. Baru tahu ada baxo selain bakso..
    salam..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe..Tulisannya memang seperti itu Mbak :)

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Tahu baxo Bu Pudji itu oleh-oleh mainstream-nya Oom dan Tante saya yang tinggal di Semarang. Tiap kali mudik, pasti oleh-olehnya paket bandeng sama tahu baxo. Dibanding bandeng, tahu baxonya lebih sering diserbu. Dimakan gitu aja, nggak digoreng.

    Tahu baxonya padet. Tahunya gak kecut, baxonya pun enak. Nagih banget pokoknya. Satu lagi yang bikin tahu baxo ini terasa khas adalah lombok rawitnya yang puedes'e makkk, sampai di ubun-ubun. Rambut jadi gatel hahahah. Nanem sendiri pa ya, kok isa pedes banget kayak gitu...

    Benar-benar postingan yang bikin nyidam tahu baxo...

    Tanggung jawab Mamanya Fatih & Fattah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo yang rumahnya Ungaran tanggung jawab hahaha..

      Hapus
  4. tahu baxo bu pudji nendang pisan rasanya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul..betul..deket rumahmu gak Mak?

      Hapus
  5. Mang enak tahu baxo bu puji ini gede2 pula..puas makannya :p

    BalasHapus
  6. di dekat rumah juga ada yg jualan tahu bakso curah,cuma 700 rupiah perbiji. sama enaknya dg tahu bakso bu puji. hehehe..tp tahu bakso mananpun memang tak tertolak rasanya

    BalasHapus
  7. Brandingnya keren, dari nama.. Bikin orang penasaran ya, Mbak :D

    BalasHapus
  8. bagi rekan-rekan yang ingin merasakan atau pesan online oleh-oleh khas semarang bisa order ke saya, termasuk tahu baxo ibu pudji pengiriman seluruh Indonesia.
    pengiriman akan menggunakan TIKI, dengan paket ONS atau JNE YES
    bisa kontak saya. 081805965149 atau di bb, PIN 2A716559

    BalasHapus

Terima kasih sudah mengunjungi blog ini. Saya senang menerima komentar yang baik dan membangun. Harap tidak meninggalkan link hidup.

Blog Design by Handdriati