Senin, 26 Januari 2015

LELAKI DARI MASA LALU


Samar-samar masih kuingat dia. Seorang lelaki dari masa lalu. Secara fisik, dia tidak terlalu istimewa. Kulitnya sawo matang dengan rambut hitam lurus dan tebal. Namun dialah lelaki pertama yang menawan hatiku. Dia yang membuat hariku menjadi penuh warna karena menanti kedatangannya.

Kami berkenalan pertama melalui sekolah. Ya, kami teman satu sekolah bahkan satu kelas. Mungkin kebersamaan lah yang menumbuhkan benih-benih rasa suka dihatiku.

Sikapnya santun. Tidak seperti teman lelaki yang lain, yang suka mengganggu anak perempuan di kala itu. Dia selalu berbicara dengan ramah disertai senyuman. Sesekali dia ikut bermain juga bersama anak perempuan.
“Ih, bobogohan na?” ujar salah seorang teman perempuanku saat melihat aku dan dia tengah bercanda.

“Ih, henteu atuh, temanan aja” balasku mengelak perkataan teman.

Ucapanku memang tak sesuai dengan isi dalam hatiku. Entahlah, kenapa teman perempuanku berkata demikian. Apa mungkin tergambar jelas di raut wajahku? Memerahkah mukaku saat dia menggodaku atau mataku berbinar saat mataku menatapnya? Yang jelas ada terselip rasa senang saat aku mencuri dengar gosip bahwa kami pacaran.

Aku pun tak tahu isi hatinya. Sebenarnya setengah berharap dia memiliki perasaan yang sama denganku. Tak berani berharap bahwa sikapnya yang baik padaku karena ia juga menyukaiku. Rasanya sikap dia memang baik terhadap teman perempuan.

Aku juga tak berani bertanya tentang isi hatinya. Aku perempuan. Di masa itu, tabulah perempuan menyatakan perasaannya terlebih dahulu. Apalagi kurasa kedua orang tuaku bahkan kedua orang tua kami tidak akan setuju kalau kami menjalin cinta. Pasti menurut mereka terlalu belia.

Hingga akhir perpisahan sekolah perasaan itu masih tertutup rapat di hatiku. Tak berani aku menyatakannya. Hanya mampu menatapnya saat aku akan bersiap pentas menari  di acara perpisahan.

Hingga kini aku tak pernah mendengar tentangnya lagi. Usai perpisahan sekolah, aku pun pindah rumah, sehingga kemungkinan bertemu sangat kecil. Aku pun tak tahu rumahnya, siapa nama orangtuanya. 

Semakin lama raut wajahnya semakin memudar, tinggal kenangan samar. Kenangan usai pulang sekolah, bermain dan bercanda sambil menunggu orang yang menjemput kami. Kisah inipun tak pernah sampai di telinga suamiku. Apa yang hendak kuceritakan? Kisah ini sudah terlalu lama, bahkan nama lelaki itupun sudah kulupakan.

Catatan : Kisah ini terjadi puluhan tahun lalu. Kala kami masih belajar dan bermain di TK Tawekal Sapta Marga Cibereum Bandung.


16 komentar:

  1. Kirain SMA mak...ini sih namanya cinta2an...lucu kalau anak kecil suka2an tuh ya pada malu2 kucing..

    BalasHapus
  2. beuhhh first love waktu TK, aihhh masih lucu banget pasti mak

    BalasHapus
  3. Cieeeee mak rizka.. lucu mak ya kalau inget masa masa itu.

    BalasHapus
  4. Anak TK udah bergosip tentang suka2an??? oemjiiih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nek Thifa bilang dia suka ma teman TKnya gimana MI?

      Hapus
  5. aiiih.... aiiih... jadi inget masa laluuuu

    BalasHapus
  6. indah ceritanya.
    cinta pertama emang pada akhirnya akan kalah sama cinta terakhir.
    karena yang pertama, belum tentu jadi yang terakhir.

    BalasHapus
  7. Cinta pertamaku.... aku ingat mukanya, lupa namanya :|

    BalasHapus
  8. TK ya ampuun??? Gak nyangka ini pas TK kejadiannya mbak..

    BalasHapus
  9. Cerita TK INI sejenak mengingatkan saya pada saat dulu dimana masih sangat lugu untuk mengenal apa itu kata suka atau hanya kagum hihihihi

    BalasHapus

Terima kasih sudah mengunjungi blog ini. Saya senang menerima komentar yang baik dan membangun. Harap tidak meninggalkan link hidup.

Blog Design by Handdriati